9 Tahun Tenggelam, Mahasiswa KKN UM 2018 Berhasil Kembali Merintis Karang Taruna Desa Ketawang yang Sempat Karam.

0
166

Oknews.co.id, Malang – Setidaknya butuh waktu 37 hari bagi mahasiswa KKN untuk merampungkan program ini hingga akhirnya berhasil kembali memunculkan inisiatif pemuda-pemudi ketawang untuk mendirikan lagi karang taruna yang sempat terdengar tapi tak berjejak. Mirisnya ketika kami bertanya kepada penduduk desa dan beberap tokoh masyarakat jawabannya hampir serupa “disini karang taruna nya gak jelas mas, antara ada dan tiada.”

Ketawang merupakan salah satu desa di Malang Selatan. Desa ini secara administratif tercatat masuk wilayah kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Usut punya usut ternyata desa ini terpecah menjadi beberapa bagian yang menyebabkan pemuda-pemudi desa cangggung untuk guyub rukun. Seperti yang kita ketahui Kecamatan Gondanglegi memiliki hajatan akbar tiap bulan november yakni Karnaval Kebudayaan “Pesona Gondanglegi”. Hajatan ini yang menyulut perpecahan pemuda-pemudi desa menjadi beberapa bagian disebabkan fanatisme golongan. Kurang lebih ada 8 organisasi komunitas di ketawang yakni : ORKI, EGER, KALOR, BARAN, OREKA, FPKM, RISWA, dan ELDAMAS.

Kalau biasanya dalam satu desa menyumbangkan satu kontingen saja untuk meramaikan karnaval kebudayaan, berbeda dengan Desa Ketawang yang mengikutsertakan 8 kontingen sekaligus untuk ikut serta dalam karnaval. Fanatisme golongan ini memecah persatuan organisasi kepemudaan desa ketawang, hingga akhirnya mahasiswa KKN memiliki inisiatif untuk kembali menyatukan pemuda-pemudi ketawang.

Momennya adalah Jumat 1 juni 2018 bertepatan dengan hari lahir Pancasila, kami mengumpulkan segenap elemen desa baik golongan muda maupun golongan tua untuk mendapatkan penyuluhan karang taruna di Balai Desa.

Acara dihadiri kurang lebih 75% peserta dari total undangan yang disebar. Cukup memuaskan untuk ukuran acara desa yang melibatkan pemuda dan pemudi di bulan ramadhan. Di momen ini mahasiswa KKN berusaha untuk kembali memunculkan inisiatif pemuda-pemudi desa agar kembali bersatu dan mau kembali menahkodai karang taruna yang sempat karam lebih dari satu windu kebelakang.  Memang tak semudah membalikkan telapak tangan, fanatisme antar golongan nampaknya sudah mengurat nadi.

Setelah penyuluhan tersebut mahasiswa KKN berkala mengadakan pertemuan dengan masing-masing pimpinan organisasi komunitas untuk membahas wacana “Ketawang Satu” dan kembali mendirikan Karang Taruna Desa. Mengingat pentingnya peran karang taruna desa bagi perkembangan desa ketawang sendiri baik dari sector sosial kemasyarakatan, perekonomian, agama, dan HAM. Setelah beberapa kali melakukan mediasi dengan pimpinan-pimpinan organisasi komunitas yang ada, akhirnya mahasiswa KKN berhasil mendatangkan perwakilan masing-masing organisasi komunitas dalam satu majlis untuk mendiskusikan wacana “Ketawang Satu” dan merevitalisasi karang taruna. Pertemuan pertama dihadiri oleh perwakilan EGER dan ORKI saja dimana hasil dari forum ini menghasilkan kesimpulan bahwa keduanya siap bersatu dan siap ikut mengawal wacana pembentukan kembali karang taruna.

2 hari setelahnya mahasiswa KKN kembali mengadakan pertemuan, kali ini OREKA dan KALOR ikut ambil bagian dan senada dengan hasil forum sebelumnya. Belum menyerah, 2 hari berselang bertempat di Posko, Mahasiswa KKN kembali mengadakan pertemuan dengan organisasi komunitas yang ada, kali ini BARAN ikut ambil bagian yang juga senada dengan 4 organisasi komunitas sebelumnya. Kini tinggal 3 komunitas yang belum menentukan sikap, yakni FPKM, RISWA, dan ELDAMAS.

Puncaknya adalah Jumat 6 Juli 2018 atas izin dan dukungan Bapak Saiful Arif selaku Kepala Desa, mahasiswa KKN kembali mengumpulkan kedelapan organisasi komunitas dan beberapa tokoh masyarakat dari golongan tua termasuk kepala desa untuk focus pembahasan wacana pendirian karang taruna serta meminta FPKM, RISWA, dan ELDAMAS agar menentukan sikapnya terkait hal ini.

2 jam forum diskusi berlangsung akhirnya setiap elemen yang hadir satu suara untuk kembali merevitalisasi karang taruna “Ketawang Satu”, sehingga pada malam itu juga pemilihan ketua umum dan penyusunan structural organisasi karang taruna dilaksanakan, dimana setelah dilakukan penghitungan suara dihasilkan terpilihnya Saudara Anang menjadi Ketua umum Karang Taruna Desa Ketawang periode 2018-2021.

Terbentuknya kembali Karang Taruna Desa Ketawang adalah langkah awal, tentu menjadi harapan kita semua Organisasi ini bisa mengoptimalkan potensi desa dan terus mempelopori persatuan. Untuk itu Mahasiswa KKN telah meminta bantuan tokoh-tokoh golongan tua untuk menjadi Pembina dan ikut membimbing kepengurusan yang baru, Bersama merawat Ketawang tercinta. (Ryn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.