Aksi Selfie Berakibat Sangsi

0
421

Oknews.co.id, Bangkalan – Aksi tidak terpuji yang dilakukan dua perawat Puskesmas Blega, Kabupaten Bangkalan, dengan berfoto selfie di depan pasien yang sedang sekarat dengan luka berlumur darah.

Akhirnya Dinas Kesehatan Bangkalan pun menjatuhkan sanksi kepada dua perawat itu, dengan memindahkan mereka ke Dinas Kesehatan sebagai staf bagian umum dan kepegawaian.

Kepala Dinkes Bangkalan, Muzakki kepada Kompas.com mengatakan, dua perawat tersebut sudah dimintai klarifikasi terkait dengan aksi selfie di depan pasien sekarat. Mereka mengaku hal itu dilakukan mereka secara spontan karena diajak oleh temannya yang menemani pasien.

“Perawat tersebut diajak temannya berfoto selfie, jadi itu dilakukan tanpa sengaja,” kata Muzakki.

Dia menyebutkan, meski pun tindakan perawat tersebut tanpa disengaja, sanksi tetap diberikan.

Sanksi tersebut untuk memberikan efek jera kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun yang bukan ASN agar tidak melakukan tindakan serupa yang bisa mencederai nama baik instansi pemerintah. Apalagi ASN yang bertugas di pelayanan umum.

“Secara moral tindakan perawat itu salah meskipun tidak disengaja. Banyak tokoh masyarakat menyarankan agar di-nonjob-kan dan diberi sanksi, dan sudah kami penuhi,” ujar Muzakki.

Kejadian foto selfie tersebut pada Kamis (11/5/2017) lalu saat Kepala Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, H. Dofir (43) mengalami luka berat setelah terlibat carok dengan Muhammad Mahdi Muzakki (17).

Dofir mengalami luka sepanjang 20 sentimeter di kepala bagian depan hingga daun telinga dan luka sayatan di lengan kanan. Dofir kemudian meninggal dunia di Puskesmas.

“Di samping karena pelanggaran etika, perawat kami pindah ke Dinkes karena situasi di Karang Gayam dan Kecamatan Blega kurang kondusif usai kejadian carok dua bulan lalu itu,” kata dia.

Muzakki sendiri enggan menyebutkan identitas kedua perawat tersebut.