Al Quran dan Gempa Bumi

0
92

Oknews.co.id – An-Nahl 16:15

 Dan  Dia  menancapkan  gunung-gunung  di  bumi  supaya bumi itu tidak
goncang   bersama   kamu,  (dan  Dia  menciptakan)  sungai-sungai  dan
jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.

An-Naml 27:88  Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap
di  tempatnya,  padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah)
perbuatan   Allah   yang   membuat  dengan  kokoh  tiap-tiap  sesuatu;
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Anggapan  lama pernah ada pada abad-abad yang lampau bahwa bumi adalah
sesuatu  yang  rigid  atau  kaku  sementara  benua-benua  berada  pada
kedudukannya  yang  tetap tidak berpindah-pindah. Setelah ditemukannya
benua  Amerika  dan  dilakukan  pemetaan  pantai  di Amerika dan Eropa
ternyata   terdapat   kesesuaian  morfologi  dari  pantai-pantai  yang
dipisahkan  oleh  Samudera  Atlantik. Hal ini menjadi titik tolak dari
konsep-konsep  yang  menerangkan  bahwa  benua-benua  tidak tetap akan
tetapi  selalu bergerak. Konsep-konsep ini dibagi menjadi tiga menurut
perkembangannya (Van Krevelen, 1993) :

1.  Konsep  yang  menerangkan  bahwa terpisahnya benua disebabkan oleh
peristiwa  yang katastrofik dalam sejarah bumi. Konsep ini dikemukakan
oleh Owen dan Snider pada tahun 1857.

2. Konsep apungan benua atau continental drift yang mengemukakan bahwa
benua-benua bergerak secara lambat melalui dasar samudera, dikemukakan
oleh   Alfred  Wegener  (1912).  Akan  tetapi  teori  ini  tidak  bisa
menerangkan adanya dua sabuk gunung api di bumi.

3. Konsep paling mutakhir yang dianut oleh para ilmuwan sekarang yaitu
Teori  Tektonik  Lempeng.  Teori  ini  lahir  pada  pertengahan  tahun
enampuluhan.  Teori ini terutama didukung oleh adanya Pemekaran Tengah
Samudera (Sea Floor Spreading) dan bermula di Pematang Tengah Samudera
(Mid Oceanic Ridge : MOR) yang diajukan oleh Hess (1962).

Pada  awalnya  ada  dua  benua  besar  di  bumi ini yaitu Laurasia dan
Gondwana  kemudian  kedua  benua  ini  bersatu sehingga hanya ada satu
benua  besar  (supercontinent)  yang disebut Pangaea dan satu samudera
luas   atau   yang   disebut   Panthalassa   (270  jt  th  yll).  Dari
supercontinent   ini  kemudian  terpecah  lagi  menjadi  Gondwana  dan
Laurasia  (150 jt th yll) dan akhirnya terbagi-bagi menjadi lima benua
seperti   yang   dikenal   dan   ditempati   oleh   manusia  sekarang.
Terpecah-pecahnya  benua  ini  menghasilkan dua sabuk gunung api yaitu
Sirkum   Pasifik   dan  Sirkum  Mediteranean  yang  keduanya  melewati
Indonesia.  Mekanisme  penyebab terpecahnya benua ini bisa diterangkan
oleh Teori Tektonik Lempeng sebagai berikut :

1.  Penyebab  dari  pergerakan  benua-benua  dimulai  oleh adanya arus
konveksi (convection current) dari mantle (lapisan di bawah kulit bumi
yang  berupa  lelehan).  Arah arus ini tidak teratur, bisa dibayangkan
seperti  pergerakan  udara/awan atau pergerakan dari air yang direbus.
Terjadinya arus konveksi terutama disebabkan oleh aktivitas radioaktif
yang menimbulkan panas.

2.  Dalam  kondisi  tertentu  dua  arah  arus yang saling bertemu bisa
menghasilkan arus interferensi yang arahnya ke atas. Arus interferensi
ini  akan  menembus  kulit  bumi  yang  berada  di atasnya. Magma yang
menembus  ke  atas  karena  adanya  arus  konveksi  ini akan membentuk
gugusan  pegunungan  yang sangat panjang dan bercabang-cabang di bawah
permukaan  laut  yang  dapat  diikuti sepanjang samudera-samudera yang
saling  berhubungan  di  muka  bumi.  Lajur  pegunungan yang berbentuk
linear  ini disebut dengan MOR (Mid Oceanic Ridge atau Pematang Tengah
Samudera) dan merupakan tempat keluarnya material dari mantle ke dasar
samudera. MOR mempunyai ketinggian melebihi 3000 m dari dasar laut dan
lebarnya lebih dari 2000 km, atau melebihi ukuran Pegunungan Alpen dan
Himalaya  yang  letaknya  di  daerah  benua.  MOR  Atlantik (misalnya)
membentang  dengan arah utara-selatan dari lautan Arktik melalui poros
tengah  samudera Atlantik ke sebelah barat Benua Afrika dan melingkari
benua  itu di selatannya menerus ke arah timur ke Samudera Hindia lalu
di  selatan  Benua  Australia  dan  sampai  di  Samudera Pasifik. Jadi
keberadaan MOR mengelilingi seluruh dunia.

3.  Kerak  (kulit)  samudera yang baru, terbentuk di pematang-pematang
ini  karena  aliran  material  dari mantle. Batuan dasar samudera yang
baru  terbentuk  itu  lalu menyebar ke arah kedua sisi dari MOR karena
desakan  dari  magma  mantle  yang terus-menerus dan juga tarikan dari
gaya  gesek  arus mantle yang horisontal terhadap material di atasnya.
Lambat  laun  kerak  samudera  yang  terbentuk  di  pematang  itu akan
bergerak  terus  menjauh  dari  daerah poros pematang dan  mengarungi
samudera.  Gejala  ini  disebut  dengan Pemekaran Lantai Samudera (Sea
Floor Spreading).

4.  Keberadaan  busur kepulauan dan juga busur gunung api serta palung
Samudera  yang  memanjang  di  tepi-tepi benua merupakan fenomena yang
dapat  dijelaskan  oleh  Teori  Tektonik  Lempeng  yaitu dengan adanya
proses   penunjaman   (subduksi).  Oleh  karena  peristiwa  Sea  Floor
Spreading  maka  suatu  saat  kerak samudera akan bertemu dengan kerak
benua sehingga kerak samudera yang mempunyai densitas lebih besar akan
menunjam  ke arah bawah kerak benua. Dengan adanya zona penunjaman ini
maka  akan terbentuk palung pada sepanjang tepi paparan, dan juga akan
terbentuk   kepulauan  sepanjang  paparan  benua  oleh  karena  proses
pengangkatan.  Kerak  samudera yang menunjam ke bawah ini akan kembali
ke  mantle  atau  jika  bertemu  dengan  batuan  benua  yang mempunyai
densitas  sama  atau  lebih  besar  maka  akan  terjadi  mixing antara
material  kerak  samudera dengan benua membentuk larutan silikat pijar
atau  magma.  (Proses  mixing terjadi pada kerak benua sampai 30 km di
bawah  permukaan  bumi).  Karena sea floor spreading terus berlangsung
maka  jumlah  magma  hasil  mixing  yang  terbentuk akan semakin besar
sehingga  akan  menerobos  batuan-batuan  di  atasnya  sampai akhirnya
muncul ke permukaan bumi membentuk deretan gunung api.



Kondisi Geologi Dinamis Indonesia 

Kepulauan  Indonesia  terbentuk  karena  proses  pengangkatan  sebagai
akibat   dari  penunjaman  (subduksi).  Lempeng  (kerak)  yang  saling
berinteraksi  adalah  Kerak  Samudera Pasifik dan Hindia yang bergerak
sekitar  2-5 cm per tahun terhadap Kerak Benua Eurasia. Jadi Indonesia
merupakan   tempat   pertemuan  3  lempeng  besar  sehingga  Indonesia
merupakan  salah  satu  daerah  yang memiliki aktivitas kegempaan yang
tertinggi  di  dunia.  Terdapat  dua  sabuk  gunung  api yang melewati
Indonesia  yaitu  Sirkum  Mediteranean sebagai akibat penunjaman Kerak
Samudera  Hindia  ke  dalam  Kerak  Benua  Eurasia, dan Sirkum Pasifik
sebagai  akibat penunjaman Kerak Samudera Pasifik ke dalam Kerak Benua
Eurasia.

Dari   uraian  di  atas  dapat  ditarik  beberapa  kesimpulan  sebagai
pelajaran bagi kita:

1.  Gunung  api  selalu bergerak (dalam skala waktu geologi) mengikuti
pergerakan  benua-benua  karena  adanya  dinamisme  mantle  bumi (arus
konveksi).  Fenomena  ini  sebagaimana  yang  telah  disebutkan  dalam
Al-Qur an,  Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di
tempatnya,  padahal  ia  berjalan  sebagai  jalannya awan. (Begitulah)
perbuatan   Allah   yang   membuat  dengan  kokoh  tiap-tiap  sesuatu;
sesungguhnya  Allah  Maha  Mengetahui  apa  yang  kamu kerjakan.  (QS.
27:88)

2.  Gunung  api  muncul  karena  tekanan  yang tinggi pada magma hasil
mixing  sehingga akan menerobos ke atas. Andaikan saja magma ini tidak
bisa  menerobos ke atas membentuk gunung-gunung api maka tentulah akan
tersimpan  tekanan  pada  dapur magma yang sangat besar dan akan terus
bertambah  karena  penunjaman masih terus berlangsung. Dengan demikian
pada  kondisi  seperti itu apabila batuan sekitar yang menampung magma
tersebut  terlampaui  batas  elastisitasnya  maka akan terjadi bencana
gempa  bumi  vulkanik  yang  teramat  sangat hebatnya, yang jauh lebih
besar  dari gempa bumi yang selama ini dirasakan manusia. Fenomena ini
pun telah tersurat dalam Al-Qur an,  Dan Dia menancapkan gunung-gunung
di  bumi  supaya  bumi  itu  tidak  goncang  bersama  kamu,  (dan  Dia
menciptakan)   sungai-sungai   dan   jalan-jalan  agar  kamu  mendapat
petunjuk.  (QS. 16:15)

 Maka  nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?  (QS. 55:13)
Maha Benar Allah atas segala firman-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.