Aliansi Mahasiswa UM Teriakan “UM Bukan Lapas Para Koruptor”

0
183

Oknews.co.id, Malang – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Malang (UM) dalam rangka Groundbreaking Proyek 4-in-1 IsDB Gedung Kuliah Bersama UM, Senin, (17/9). Rombongan Menristekdikti tiba di UM sekitar pukul 08:00 WIB melewati gerbang utama kampus Jl. Semarang, Kota Malang.

Ada peristiwa yang cukup menarik untuk dicermati ketika kendaraan rombongan Menristekdikti melewati Jl. Semarang menuju area kampus UM, dimana ada puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UM melakukan aksi dengan membawa selebaran yang berisi tulisan-tulisan yang ditunjukkan ke rombongan Menristekdikti.
“UM BUKAN LAPAS PARA KORUPTOR”, demikian isi tulisan dari salah satu selebaran yang sengaja ditunjukkan oleh massa aksi ke rombongan kendaraan Menristekdikti ketika melewati gerbang UM Jl. Semarang.

Selepas kendaraan rombongan Menristekdikti masuk ke area kampus, aksi puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UM tersebut langsung dihampiri oleh beberapa anggota Satuan Pengamanan (Satpam) UM sembari menanyakan perihal aksi yang sedang terjadi. “Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi Pak”, jawab salah seorang peserta aksi ketika ditanyai anggota Satpam.

Puluhan mahasiswa itu juga sempat dihampiri oleh Pak Taat Setyohadi selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan setelah dihubungi via telepon oleh salah satu anggota Satpam.

“Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap UM, yang mana salah satu persoalan hukum yaitu kasus korupsi pengadaan peralatan laboratorium FMIPA UM yang menggunakan anggaran APBN 2009 tak kunjung tuntas ditangani oleh pihak berwenang hingga sekarang”, terang Alliyudin selaku Koordinator Aliansi Mahasiswa UM ketika dihubungi secara terpisah.

“Aliansi juga telah mengeluarkan surat pernyataan sikap pasca melakukan aksi di depan gerbang UM Jl. Semarang tersebut. Kita ingin UM tampil sebagai lembaga yang akuntabel dan bersih dari praktek korupsi”, kata Alliyudin.

Sebagaimana informasi yang telah tersebar melalui banyak media cetak maupun online, kasus korupsi pengadaan peralatan laboratorium FMIPA UM dinilai merugikan negara sekitar 14,8 miliar dari total 46,5 miliar anggaran yang dikucurkan dari APBN 2009. (DKI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.