Bagaimana Kalau Sapi Super Besar Belgian Melahirkan ?

0
1929
dari google.com

Oknews.co.id, Brussel – Berbeda dengan sapi perah, sapi pedaging memang dikembangbiakkan untuk menghasilkan daging kualitas tinggi. Sapi Belgian blue pedaging adalah hasil dari seleksi genetik perkawinan silang, bukan hasil dari rekayasa genetik. Sapi yang dihasilkan berukuran besar dengan tinggi rata-rata 1.2-1.5 m dan berat 1100-1250 kg bahkan ada yang mencapai 1300 kg saat berusia 4 tahun. Ini berarti sekitar 2,5 sampai 3 kali berat sapi lokal Indonesia yang jelas sebagian besar penduduknya mengkonsumsi daging sapi.

Sapi Belgian blue memiliki organ dalam dan kulit 15% lebih kecil dibanding sapi biasa sehingga sapi ini tidak dapat banyak makan rumput. Hal ini disebabkan karena tidak cukup banyak ruang untuk menyimpan rumput dalam perut sapi. Oleh karena itu sapi ini hanya makan pakan olahan seperti jerami dan konsentrat yang terbuat dari biji-bijian dan kedelai. Meskipun demikian, pencernaan sapi ini sangat efektif. Sapi ini menghasilkan lebih banyak daging dan sedikit lemak. Hal ini terlihat dari tingginya persentase daging yang dihasilkan setelah dipotong dan dihilangkan tulangnya yang mencapai 82%. Ini berarti bahwa sapi ini menghasilkan daging lebih banyak dan menghasilkan sedikit limbah atau hasil samping (kotoran, kulit, organ dalam, dll).

Ciri daging sapi Belgian blue ini adalah teksturnya yang terkenal empuk dengan sedikit lemak. Oleh karena itu harga daging sapi Belgian blue lebih mahal jika diekspor keluar negeri. Namun di Belgia, hampir semua daging sapi yang dijual adalah jenis Belgian blue.

Perkembangbiakan sapi Belgian blue umumnya dilakukan dengan inseminasi buatan karena untuk menyangga berat tubuhnya sendiri, kaki sapi ini sudah kepayahan. Sapi Belgian blue betina mengalami pubertas lebih awal dibanding sapi lainnya. Dia dapat hamil pertama pada usia 29-30 bulan. Periode kehamilan sapi Belgian blue juga relatif lebih singkat, yaitu sekitar 281-283 hari. Anak sapi yang dilahirkan rata-rata memiliki berat 44 kg untuk anak sapi betina dan 47 kg untuk anak sapi jantan.

Karena besarnya anak sapi yang dilahirkan, jalan lahir yang sempit dan bentuk panggul sapi betina yang landai membuat sapi Belgian blue kesulitan untuk bisa melahirkan normal. Untuk mengurangi resiko kematian sapi karena pendarahan setelah melahirkan, para peternak umumnya melakukan operasi caesar terhadap sapi-sapi mereka.
Untuk operasi caesar sapi di Belgia hanya membutuhkan biaya sekitar 70 euro. Harga ini cukup murah dibanding negara lain yang bisa menghabiskan biaya sebesar 110-170 euro untuk satu kali operasi caesar sapi. Operasi caesar ini biasa dilakukan di peternakan mereka sendiri dan waktu operasi berlangsung selama 40 menit, lebih efektif dan efisien dibanding melahirkan normal yang membutuhkan waktu 2-3 jam.

Meskipun proses melahirkan sapi secara caesar ini hemat waktu, namun masih menjadi pekerjaan rumah para peneliti di sana untuk bisa menemukan hasil perkawinan silang sapi yang dapat melahirkan normal tanpa resiko tinggi. Karena bagaimanapun juga proses melahirkan sapi secara caesar ini membutuhkan antibiotik yang cukup banyak, sehingga tentu saja kurang baik buat kesehatan si induk sapi sendiri. (aska/setyo)