Bawaslu : Siapapun Caleg yang Bergerak Sendiri Mempromosikan Diri Sendiri, Maka itu Pelanggaran

0
68
Badan Pengawas Pemilihan umum (Bawaslu)

Oknews.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menegaskan tindakan calon anggota legislatif mempromosikan diri secara pribadi merupakan pelanggaran aturan. Sebagaimana dilansir oleh antaranews.

“Apapun bentuknya, siapapun caleg yang bergerak sendiri mempromosikan diri sendiri, maka itu pelanggaran,” kata Ketua Bawaslu Kotawaringin Timur Muhammad Tohari saat media gathering di Sampit, Sabtu.

MenurutTohari, aturantentangpelaksanaankampanyesudahjelas, mulaidarijenis, ukuran, jumlah, bentuk, waktumaupunlokasipemasanganalatperagakampanye (APK) sudahdiatursecararinci.

Lokasi yang diperbolehkanuntukpemasanganAPKtelahditetapkanolehpemerintahdaerah.

“Kami menertibkan APK secara serentak hingga di kecamatan. Banyak APK yang terpaksa dicopot karena melanggar aturan, khususnya milik caleg dari berbagai partai politik. Tidak ada diskriminasi dalam penertiban tersebut,” katanya.

Toharikembalimenegaskanbahwapesertapemilu 2019 adalahpartaipolitik, calonanggotaDewanPerwakilanDaerahRepublik Indonesia (DPD RI) sertapasangancalonpresiden dan wakilpresiden.

Caleghanyamerupakanbagiandaripesertapemilukarena yang menjadipesertapemiluadalahpartaipolitikmereka.

“Sesuai aturan, yang diperbolehkan memasang APK hanyalah peserta pemilu. Aturan terkait kampanye juga sudah disosialisasikan, sehingga seharusnya partai politik juga bertanggung jawab mengingatkan caleg mereka untuk menaati aturan,” tegas dia.

Bawaslujugasudahmenyuratipartaipolitikuntukmengimbau dan memintacalegmerekamelepassendiriAPK yang melanggaraturan. Namunhinggabataswaktu yang ditentukanmasihbanyakAPK yang belumdilepas, sehinggaBawasluakhirnyaharusmenertibkannya.

“Saat ini kami kedepankan pencegahan sebelum penindakan. Pelanggaran tersebut masuk kategori adminitratif dan sudah diberi kewenangan kepada Bawaslu untuk memutus temuan itu. Sanksi yang diberikan bisa berupa peringatan tertulis, namun bisa pula hingga tidak diikutkan ke tahapan berikutnya (diskualifikasi),” kata Tohari.

KoordinatorDivisiPenindakanPelanggaranBawasluKotawaringin Timur, Salim Basyaibmengatakan, penertibanAPKdilakulanBawaslubekerja sama denganSatuanPolisiPamongPraja, DinasPenanaman Modal dan PelayananTerpaduSatuPintusertadidukungPolresKotim.

“APK yang ditertibkan itu tidak melulu karena melanggar aturan kampanye, tetapi ada juga karena melanggar peraturan daerah. Ada yang kontennya tidak melanggar aturan kampanye, tapi juga ditertibkan karena tidak memiliki izin atau memasang di median jalan dan tempat lainnya yang tidak diperbolehkan oleh pemerintah daerah,” ujar Salim.

Salim mengatakan, penting bagi semua pihak, termasuk para caleg untuk memahami dengan baik aturan pelaksanaan pemilu, khususnya terkait kampanye.

“Hal itu agar caleg tidak melakukan tindakan yang mela nggar aturan, serta mencegah polemik akibat perbedaan pemahaman terkait aturan,” ujarnya. (Rian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.