Bergembira Beragama Islam, Bergembira Dalam Ber-Muhammadiyah

0
71
Acara tabligh akbar di Masjid Al Firdaus, Blimbing, Malang

Oknews.co.id – Ahad, 31 maret menjadi waktu yang berkesan bagi warga dan simpatisan Muhammadiyah se-kota Malang. Pasalnya, pada tanggal ini mereka berkesempatan untuk saling bersilaturahmi melalui acara tabligh akbar yang bertempat di Masjid Al Firdaus, Blimbing,  Malang.

Tabligh akbar yang digelar oleh PDM kota Malang ini, tidak hanya dihadiri oleh masyarakat Malang, tetapi juga sekretaris PP Muhammadiyah, DR. H. Agung Danarto, M.Ag., Selaku pengisi tausiyah, dengan mengangkat tema “ Beragama yang Mencerahkan “.

Di tengah hiruk pikuk kemelut pemilu 2019 ini, Muhammadiyah sering diminta untuk menunjukkan keterpihakannya dalam politik. Maka dengan tegas beliau menjelaskan bahwa, Muhammadiyah netral dalam hal politik secara organisasi. Tetapi, dari segi paham keagamaan menganggap bahwa politik dan dakwah adalah dua hal yang penting.

“Muhammadiyah adalah organisasi islam yang memprioritaskan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Bukan organisasi politik. Muhammadiyah tidak akan melakukan intervensi apapun dalam politik. Jika memang diperlukan biarlah anak – anak yang dikader Muhammadiyah yang terjun ke politik. Menentukan strategi demi kemaslahatan umat. Karena disini Muhammadiyah sebagai wadah saja. Muhammadiyah akan tetap menjadi ormas yang fokus pada keagamaan”, jelasnya menegaskan.

Sebagaimana yang kita ketahui dari awal,  bahwa Muhammadiyah didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan dengan tujuan utama berdakwah. Beliau melihat situasi dan kondisi umat yang saat itu mengalami keterbelakangan aqidah dan akhlaq.

“Itulah mengapa K.H Ahmad Dahlan pertama kali dalam dakwahnya melalui pendirian sekolah. Karena pada sekolah itulah, ilmu didapat. Ilmu adalah obat paling mujarab untuk mengatasi kebodohan dan keterbelakangan umat saat itu. Maka dari itulah, sebagai kader – kader Muhammadiyah kita harus bisa menjadi masyarakat yang kesehariannya membicarakan ilmu dan perkembangan teknologi”, imbuhnya.

Selain itu tokoh Muhammadiyah yang tinggal di Yogjakarta ini,  juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah adalah ormas islam yang menjunjung tinggi ideologi bangsa, Pancasila. Sejalan dengan hasil sidang tanwir di Makassar yang menegaskan bahwa Muhammadiyah bertanggung jawab menjadikan negara pancasila menjadi negara Baldatun Thayyibatun Waa Rabbun Ghafur. Dengan tetap berpedoman pada Al Qur’an dan Sunnah. Sejak dulu, Muhammadiyah berkomitmen penuh untuk itu. Untuk saat ini, langkah yang dilakukan Muhammadiyah untuk mewujudkan negara adil, makmur dan dibawah ampunan Allah SWT., ialah jihad ekonomi. Dengan adanya jihad ekonomi ihi diharapkan warga Muhammadiyah khususnya dan seluruh warga Indonesia pada umumnya, memiliki perekonomian yang baik sehingga mampu menjalankan perintah – perintah Allah, seperti bersadaqah,  berinfaq, dan membantu mereka yang membutuhkan.

Pada akhir tausiyah, beliau menegaskan kembali bahwa Muhammadiyah berdakwah tidak hanya untuk kalangan sendiri, tetapi untuk semua kalangan masyarakat. Apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah adalah untuk kemaslahatan umat, sebagai cerminan dari rahmatan lil ‘aalamiin.

“Muhammadiyah dimana dan kapan saja berpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunnah. Dengan mengoneksikan pada perkembangan IPTEK. Itulah islam berkemajuan yang dibawa oleh Muhammadiyah. Ber-Muhammadiyah berarti kesediaan kita untuk mengabdi pada agama dan bangsa. Untuk itu kita harus bergembira beragama islam. Bergembira di dalam Muhammadiyah. Karena Muhammadiyah hadir sebagai salah satu bagian untuk mencerahkan agama islam demi kemaslahatan umat dan bangsa”, pungkasnya. (Puji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.