Berkaca dari Ketangi, Menembus Batas Tradisi

0
38

Oknews.co.id – “Salam pada kung Ridho, SD Muhammadiyah segera dibuka.” H Nadjib Hamid Msi calon DPD RI dari daerah pemilihan Jawa Timur itu menuliskan pesan tersebut di grup WhatsAap agar Nugraha Hadi Kusuma menyampaikan pesan tersebut pada Ridho Pambudi, ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah ( PCM) Lumbang saat turut mendampingi rombongan majelis dikdasmen Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Klojen Kota Malang bersilaturahmi di Taman Kanak – Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal ( TK ABA) Ketangi Lumbang Probolinggo ( 15/10/18).

Di masjid Aqil Al Aqil kung Ridho panggilan akrabnya itu menyampaikan, pesan Nadjib tersebut mempunyai alasan tersendiri, kemudian dia menceritakan pada rombongan terkait perjuangannya dalam menggerakkan Muhammadiyah di Ketangi bersama istri tercintanya.

Suami Emy Setyoningati itu menceritakan, berdirinya Muhammadiyah di Ketangi itu sebenarnya bersamaan dengan peresmian masjid Aqil Al Aqil dan Kelompok Bermain, “tapi karena PDM saat itu masih mempertimbangkan gejolak masyarakat, akhirnya kami dilantik di tempat terpisah.

Dia kemudian sedikit menjelaskan maksud dari nama masjid tersebut adalah sebenar benar akal ” kami beri nama itu karena kami ingin semua jamaah di sini benar – benar mempunyai akal yang benar.”

Dia menegaskan “sekarang ini banyak orang punya akal tapi hanya untuk ngakali” ujar kung Ridho sembari tersenyum yang diikuti lainnya.

Pemilik nama asli Ridho Pambudi itu menjelaskan, Muhammadiyah cabang Lumbang merupakan satu – satunya cabang di wilayah barat kabupaten Probolinggo yang tidak mempunyai ranting. Meskipun jarak Lumbang dengan kota Probolinggo lebih dekat tapi secara geografis Lumbang ikut kabupaten sehingga kalau ada kegiatan rapat, pengajian atau lainnya harus ikut kabupaten, “meskipun kami ini lebih dekat kalau ke kota, tapi kami kalau ada rapat dan lainnya ke Kraksan yang jaraknya sangat jauh 64 km” ujar kung Ridho yang diikuti geleng kepala semua yang hadir di masjid Aqil Al Aqil.

Pria yang dipercaya sebagai penasehat TK ABA Ketangi itu kembali menceritakan betapa beratnya menggerakkan Muhammadiyah di Lumbang tapi dia sekeluarga dan ditemani dua keluarga lainnya tidak pernah gentar menghadapi segala bentuk intimidasi dari sebagian masyarakat yang belum mengerti, ” beberapa kali saluran air yang kami buat dirusak orang yang tidak bertanggung jawab, ya….kami diam saja, dirusak kami perbaiki lagi, dirusak kami perbaiki lagi begitu terus , akhirnya mereka capek dan berhenti sendiri.” Cerita kung Ridho, dia menambahkan ” yang terakhir ini ujian bagi kami adalah adanya intimidasi agar SD Muhammadiyah tidak dibuka, padahal kami sudah dapat murid 20 calon murid saat itu.”

Pria asli Kediri itu sebelumnya menjelaskan untuk pengembangan sekolah akan dibuka SD Muhammadiyah, semua sudah dipersiapkan bahkan sudah dapat 20 murid, tapi karena para calon wali murid itu diintimidasi sebagian orang yang belum faham akhirnya semua menarik diri.

” Nah kalau Pak Nadjib berpesan seperti yang disampaikan mas Nugraha tadi kami sangat bersyukur, mohon doanya ya Bu semoga segera terealisasi.” Aamiin ucap hadirin serempak.

Sementara itu Emy Setyoningati yang juga ketua PCA dengan haru dan bangga mengatakan rasa syukurnya atas perkembangan TK tersebut “Alhamdulillah sekarang sudah bisa seperti ini, kami mulai merintis TK dan menggerakkan Aisyiyah di sini dulu hanya bertiga saya sendiri, ibu Rumani dan ibu Ery Wijoyanti.”

“Tahun 2005 kami membuka Kelompok Bermain (KB) dan 2007 kami membuka TK, semoga SD Muhammadiyahnya bisa segera dibuka seperti kata pak Nadjib yang disampaikan pak Nugraha tadi.” Pungkas Emy.(uzlifah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.