Bhakti Ditengah Pandemi, Dua Kader Putri ‘Aisyiyah

0
280
Asya Santriwati Muallimat Yogyakarta, Tetap jaga Prokoler Kesehatan dalam Mengajar Al Quran di TPI Nurul Huda

Oknews.co.id – Malang, Proses pembelajaran  Daring yang sudah  berlangsung delapan bulan, tentu sangat membosankan bagi pelajar  Boarding School atau berasrama. Hal  tersebut juga dialami kedua santriwati  Asya Hujjah El Imani Mahmudatan, santriwati Madrasah Muallimat Muhammadiyah Jogjakarta dan Khaylillah Navillah Rahmadina , santriwati  Aisyiyah Boarding School Malang. Di sela sela mengerjakan tugas yang sangat padat dari sekolah mereka masing – masing. Asya dan Khayla panggilan  akrab  mereka masih bisa menyisihkan waktu untuk berbagi ilmu pada anak- anak  kampung tempat mereka tinggal.

Di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Taman Pendidikan Islam ( TPI ) Nurul Huda Jl Mayjend Panjaitan XV/5 kota Malang, Rabu (14/10/20) tampak keduanya sedang sibuk membimbing murid – murid membaca Iqra juga membaca Alquran.

Asya dan Khayla, Dua Santriwati Melesat sebagai anak panah dakwah

Usai menyimak satu persatu Khayla  mengumpulkan buku tulis anak -anak dan kemudian dia menuliskan tugas  satu persatu. Sementara Asya menyimak dengan seksama hafalan Alquran  juz 30. Meski usia mereka berdua masih sangat muda, Asya 15 tahun, duduk dikelas IV E setara dengan kelas  satu SMA dan Khayla 14 tahun yang duduk kelas IX SMP, keduanya sudah piawai dalam mengajar murid murid TPQ. Murid – murid pun terlihat sangat bersemangat  saat belajar dengan bimbingan kedua   santriwati  tersebut.

Khayla yang mengajar di kelas  An Nasyiah  dan Az Zahrah dengan murid yang rata – rata berumur tujuh sampai sembilan  dengan telaten  membimbing materi hafalan doa sehari -hari, bahasa arab , tajwid dasar, mahfudzot dan juga doa – doa shalat.

Sedangkan Asya  selain membimbing  kelas An Nasyiah dan Az Zahrah juga kelas Ats Tsamarah  yang murid – muridnya  berusia sembilan  sampai tigabelas tahun. Asya dengan telatennya membimbing tajwid, bahasa Arab juga materi – materi lainnya.

Asya  menyampaikan kegiatan tersebut sedikit bisa menghibur atas rasa kangen yang  amat  sangat pada sekolah dan asramanya,

“Saya sudah kangen sekali ingin kembali ke Jogja, saya kangen sekolah, kangen asrama, kangen kegiatan sekolah dan asrama juga kangen semua guru dan teman, Alhamdulillah saya bersyukur  bisa  terhibur  saat berbagi ilmu dengan  anak- anak kampung di TPQ ini, itung -itung  belajar mengamalkan  sedikit ilmu saya yang saya dapat dari Madrasah  Muallimat Jogjakarta, ” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Khayla, dia juga sangat kangen sekali dengan sekolah dan asramanya,

” Saya berharap pandemi corona ini segera berakhir, sehingga saya bisa belajar sepert dulu lagi, kalau daring seperti ini kadang kurang  faham materi pelajarannya,”ujarnya.

TPQ TPI Nurul Huda mulai dimasukkan pada bulan  Juli yang sebelumnya semua murid dianjurkan belajar di rumah sejak pandemi merebak. Namun setelah dilihat banyak anak – anak kampung yang aktivitasnya banyak di luar rumah, maka TPQ dimasukkan dengan prosedur kesehatan yang ketat.

Asya dan Khaylila patut dicontoh  para remaja .

Penulis : Uzlifah

Editor : Baba Barry

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.