Buzzer Politik, Bagaimana dengan Buzzer Bisnis

0
53

Oknews.co.id – Jakarta, Inilah investigasi Oknews.co.id terkait buzzer, Pemerintah dan partai-partai politik Indonesia mengerahkan serta membiayai pasukan siber alias buzzer di media sosial untuk memanipulasi opini publik, demikian hasil penelitian para ilmuwan dari Universitas Oxford, Inggris baru-baru ini.

Pengerahan buzzer oleh pemerintah Indonesia itu diulas dua ilmuwan Oxford, Samantha Bradshaw dan Philip N Howard dalam laporan bertajuk The Global Disinformation Order, 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation.

Dalam laporan itu dibeberkan bahwa pemerintah dan partai-partai politik di Indonesia menggunakan buzzer untuk menyebarkan propaganda pro pemerintah/partai, menyerang lawan politik, dan menyebarkan informasi untuk memecah-belah publik.

Selain itu ditemukan juga bahwa di Indonesia, pemerintah dan partai-partai politik memanfaatkan pihak swasta atau kontraktor serta politikus untuk menyebarkan propaganda serta pesan-pesannya di media sosial.

Sementara alat yang digunakan adalah akun-akun palsu yang dioperasikan oleh orang-orang dan oleh bot.

Berdasarkan isinya konten-konten yang disebarkan oleh pemerintah dan partai politik di Indonesia terdiri dari dua jenis: informasi yang menyesatkan media atau publik dan yang kedua, memperkuat pesan dengan terus-menerus membanjiri media sosial dengan tagar.

Para buzzer di Indonesia, menurut penelitian itu, dikontrak oleh pemerintah atau partai politik tidak secara permanen. Mereka lazimnya dibayar di kisaran harga Rp 1 juta sampai Rp 50 juta.

Di Indonesia para buzzer ini bergerak di tiga media sosial utama, Facebook, Twitter, Instagram, serta di aplikasi pesan WhatsApp. Para buzzer belum banyak bergerak di Youtube.

Para peneliti dalam laporan ini secara umum menemukan bahwa manipulasi opini publik memanfaatkan media sosial dilakukan oleh 70 negara di seluruh dunia pada 2019, naik dari hanya 48 negara pada 2018 dan 28 negara pada 2017.

“Penggunaan propaganda komputasional untuk membentuk perilaku publik via media sosial sudah menjadi umum, sudah bukan lagi aksi dari segelintir aktor jahat,” tulis para peneliti dalam laporan itu.

China, menurut penelitian itu, adalah negara yang paling aktif dalam propaganda di media sosial. Tidak hanya memengaruhi publik di dalam negeri, propaganda China juga sudah menyasar khalayak global.

“Pada 2019 pemerintah China mulai menggerakan platform media sosial global untuk mencemarkan perjuangan demokrasi di Hong Kong,” bunyi laporan itu lebih lanjut.

Temuan menarik lain dari laporan itu adalah bagaimana Facebook menjadi alat utama yang digunakan oleh pasukan siber atau buzzer di seluruh dunia,

Bagaimana szebenarnya Buzzer itu?

Kita akan buka artikel ini dengan pertanyaan apa, karena memang akan merujuk pada penjelasan terkait pekerjaan ini. Mungkin bagi kamu yang familiar dengan istilah-istilah informastika atau perangkat elektronik pernah mendengar kata ini.

Lalu kamu mengartikannya dengan perangkat yang mengeluarkan suara. Namun, artikel ini akan membahas soal profesi  mulai ramai jadi perbincangan masyarakat. Berikut ulasannya!

Kata buzzer sebetulnya berasal dari Bahasa Inggris, artinya bel, lonceng, atau alarm. Sedangkan pengertian buzzer secara harfiah adalah alat yang digunakan untuk atau dimanfaatkan untuk menyampaikan dan menyebarluaskan pengumuman.

Arti lain menyebutkan, buzzer adalah alatyang digunakan untuk mengumpulkan orang di suatu tempat. Atau jika dikaitkan dengan tradisi Indonesia, maka buzzer dapat diartikan sebagai kentongan.

Sistem Buzz Marketing

 

Bicara buzzer, maka kita juga akan bicara soal salah satu sistem pemasaran, yaitu buzz marketing. Pada dasarnya, inilah pekerjaan para buzzer, yaitu melakukan pemasaran. Jenis pemasarannya sebagaimana yang ada di sub judul di atas.

Buzz marketing merupakan sistem pemasaran yang tujuannya adalah menjadikan suatu produk viral atau populer di kalangan masyarakat. Adapun orang yang menjalankannya adalah buzzer.

Buzzer dan Media Sosial

 

Sebagaimana kalimat pembuka diatas, kita akan membahas buzzer dalam konteks profesi. Untuk itu, profesi yang berkembang di era digital ini, akan sangat erat kaitannya dengan aktivitas media sosial.

Seorang buzzer adalah seorang yang akan memanfaatkan media sosialnya untuk menyebarluaskan informasi. Tujuannya beragam, bisa untuk promosi atau pemasaran suatu produk, atau yang lainnya.

Berdasarkan penjabaran kerja dan pengertiannya, maka buzzer umumnya adalah orang yang memiliki pengaruh di media sosial. Mereka memiliki banyak pengikut, sehingga ketika menyebarluaskan informasi, maka informasi tersebut dapat lebih mudah untuk tersebar lagi dan dipercaya.

Buzzer sebagai Profesi

Sebetulnya, buzzer dapat diadikan sebuah profesi, karena ia berada dalam sistem kerja pemasaran dan melakukan aktivitas pemasaran. Namun profesi tersebut tidak sebagai profesi utama. Atau lebih tepatnya menjadi profesi sampingan.

Kalau mengacu pada definisinya, maka ada hal yang perlu kamu lakukan sebelum menjalani profesi ini, yaitu berkarya dan membuat dirimu populer. Karena dengan begitu, kamu akan memiliki pengikut dan pengaruh yang besar.

Namun, akan berbeda jika yang kamu lihat adalah profesi ini untuk politik. Terkadang ia tak perlu popularitas, hanya kuantitas dan kemampuan untuk menciptakan pesan-pesan yang membawa pengaruh kepada banyak orang saja, kamu bisa menekuni profesi ini.

Sistem Kerja Buzzer

Kita akan lanjut ke pembahasan berikutnya, karena kita sebut sebagai profesi, maka kita harus tahu bagaimana sistem kerjanya. Bagian ini akan membahas sistem kerja dari seorang buzzer.

Tugas utama seorang buzzer adalah melakukan promosi. Bisa terhadap suatu produk, jasa, kegiatan dan lain sebagainya. Bisa juga untuk membangun image atau menyukseskan CSR suatu perusahaan.

Ada juga yang melakukan suatu kampanye untuk kebutuhan pribadi atau organisasi, bukan sekadar perusahaan. Misalnya melakukan kampanye melek literasi, dan lain sebagainya. Dengan begitu terlihat kan kalau cakupan pekerjannya cukup luas. Sampai ke ranah kampanye politik dan isu-isu politik.

Cara kerja buzzer di semua lini mungkin sama, mereka menggunakan media sosial dan menggunakan media-media sosial tersebut untuk menyebarluaskan informasi. Mereka akan membuat persona palsu dari ratusan akun yang mereka kelola.

Lalu mereka akan memberikan pesan-pesan yang membujuk seseorang, memuji klien mereka, atau menghina sang lawan. Biasanya, untuk kerja seperti ini akan dikerjakan oleh satu tim. Karena cukup sulit mengelola ratusan media sosial sendiri.

Buzzer dan Influencer

 

Pasca membaca bagian di atas, kamu bertanya-tanya tidak, apa bedanya buzzer dan influencer? Berdasarkan penjelasan diatas, kita akan coba bandingkan dengan apa yang dimaksud sebagai influencer.

Influencer singkatnya adalah seseorang yang dapat memberi pengaruh kepada banyak orang, melalui tulisan, gambar dan apa yang dia lakukan. Sekilas memag tampak mirip, tapi antara keduanya tidak sepenuhnya sama.

Menjadi Seorang Buzzer

Setelah membaca beberapa bagian penjelasan diatas, mungkin kamu mulai tertarik dengan profesi ini. Sebelum kamu terjun dan melakoninya, kamu perlu tahu beberapa hal yang akan kita bahas berikut ini.

Hal yang Harus Kamu Perhatikan

Berikut ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum menjajal profesi ini. Ini juga dapat membantumu berkembang lebih cepat dalam profesi ini. Berikut ulasannya!

Lakukanlah Apa yang Kamu Sukai

Ini hanya hal sederhana yang perlu kamu perhatikan saat akan memulai suatu pekerjaan. Pilih dan lakukan apa yang kamu sukai, karena kamu akan mengerjakannya sepenuh hati dan secara maksimal. Ini bisa kamu mulai dengan mengetahui apa hobi dan passionmu.

Bedakan Feeds Kamu

Ketika kamu menjadi seorang buzzer, kamu nantinya tidak hanya akan beraktifitas di satu platform media sosial. Nantinya kamu mungkin akan melakukannya di instagram, facebook dan twitter.

Untuk itu, kamu harus bisa membedakan dan membuat feeds sesuai dengan platform yang kamu gunakan. Jangan sampai kamu samakan atau justru salah sasaran, misalkan feeds yang mestinya untuk instagram, kamu gunakan untuk twitter. Nantinya kerjamu tidak akan maksimal.

Jalin Hubungan dengan Agensi atau Buat Networking

Terakhir, hal yang perlu kamu perhatikan adalah networking. Sebetulnya, apapun pekerjaanmu, networking  merupakan hal yang penting. Namun, jika kamu adalah seorang buzzer, ini menjadi penting karena networking tersebut yang akan mendatangkan peluang dan proyek-proyek baru untukmu.

Hal ini bisa kamu lakukan dengan mendatangi agensi-agensi, atau dengan mengajukan proposal. Sehingga nantinya kamu bisa menjadi bagian dari marketing perusahaan tersebut. Namun untuk konteks politik, tidak jarang kamu akan menemukan open recruitment untuk menjadi seorang buzzer.

Syarat yang Harus Kamu Penuhi Ketika Akan Menjadi Buzzer

Selain beberapa hal yang harus kamu perhatikan, ada beberapa syarat yang harus kamu penuhi untuk manjadi seorang buzzer. Berikut beberapa syaratnya:

Memahami Apa yang Dipromosikan

Promosi sebagai tugas utama seorang buzzer bertujuan untuk membuat sebuah produk atau layanan bisa dikenal atau lebih laku. Untuk itu, ketika kamu menjadi bagian dari profesi ini, kamu harus memahami apa yang kamu promosikan, baik itu barang, jasa atau layanan.

Bersikap Profesional

Sebagai seorang buzzer, kamu dituntut untuk bersikap profesional. Dalam artian kamu tidak boleh terlalu cepat marah atau kesal terhadap respon dari para followers-mu. Kamu harus bisa menjaga emosi saat melakukan promosi ataupun memberi tanggapan dalam kolom komentar.

Selain itu, kamu juga harus responsif terhadap setiap komentar atau tanggapan yang masuk ke laman media sosialmu. Hal ini akan meningkatkan kinerjamu sebagai seorang buzzer.

Menyertakan Identitas pada Semua Media Sosial

Terakhir adalah sertakan dan sebarluaskan identitasmu di semua laman media sosial. Memang berbahaya sih, tapi ini dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih banyak lagi.

Namun berbeda lagi jika konteksnya adalah buzzer politik, biasanya mereka akna menyembunyikan identitas atau berada di akun-akun anonim, yang terpenting bagi mereka kuantitas pesan dan informasi miliki mereka tersebar dengan cepat dan luas.

Kurang lebih itu pembahasan terkait profesi baru yang semakin populer di era digital ini. Bagi kamu yang berminat, kamu bisa mulai dengan hal-hal yang telah dijelaskan di atas. Atau bagi kamu yang ingin menggunakan jasa profesi ini, maka kamu bisa cari tahu dan mulai mencobanya.

Meskipun para buzzer hanya bekerja di balik layar dan di balik media sosial. ( Haraka)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.