Cerita Kecil : Bu Kus, Kebaikan Yang Terus Mengalir

0
253

Oleh: Fathur Rahim Syuhadi

Bu Kustini lulusan IKIP Jogjakarta, sekarang menjadi Universitas Negeri Yogyakarta Jurusan Bahasa Indonesia. Bu Kustini mulai mengajar di SMPN Paciran sejak tahun ajaran 1983-1984..

Sesuai dengan jurusannya, Bu Kustini mengajar pelajaran Bahasa Indonesia di kelas satu. Karena kekurangan guru pengajar Bu Kus, panggilan akrabnya bu Kustini mengajar pelajaran Ekop dan Seni Rupa.

Di samping mengajar, Bu Kus mendapat tugas tambahan sebagai pengelola perpustakaan. Pada era Bu Kus inilah penataan perpustakaan dirintis. Kami menyaksikan, betapa getolnya Bu Kus membenahi buku buku yang menumpuk, mengklasifikasi buku, penataan di rak buku dan inventarisasi administrasinya.

Dengan kebaikan hati Bu Kus, kami sering membaca buku buku sastra yang baru dibuka dari kardusnya. Kadang kami juga diminta Bu Kus untuk membatu membuka buku yang masih kardusan bersama *Pak Maulan dan Pak Thohir Staf Tata Usaha

Lewat tangan trampil Bu Kus inilah, perpustakaan SMPN Paciran menjadi juara pertama Lomba Perpustakaan Sekolah tingka SMP sekarisidenan Bojonegoro. Periswa ini saat pergantian kepala sekolah dari Pak Arijadi ke Pak Rasiyo.

Ruang perpustakaan sekolah ini, kadang menjadi kantor kedua guru guru kami. Guru guru muda banyak berkumpul di ruangan ini sambil menunggu giliran mengajar.

Selanjutnya, pengelolaan perpustakaan diserakan ke Pak Muhtar. Hal ini dilakukan karena Bu Kus cuti melahirkan anak pertamanya.

Pada saat masih mengajar di SMPN Paciran, Bu Kus bertempat tinggal di rumah neneknya Bu Ning. Di tempat ini juga, Pak Slamet tinggal saat itu.

Sejak keluar dari SMPN Paciran, kami tidak bisa berkomunikasi dengan Bu Kus. Alhamdulillah, atas kebaikan Bu Yulia Yusnah sekitar dua tahun lalu kami diberikan contak person Bu Kus 0878-1071-5958. Sejak itu, secara inten kami berkomunikasi.

Saat pertama berkomunikasi via watshap, begini bunyinya :
“Assalamu alaikum
Semoga Ibu Kustini sekeluarga sehat selalu”

Kami Fathur Rohim
Murid Ibu di SMPN Paciran. Lulus 1985

Bu Kus langsung ingat kami, dan mengatakan “Oh nak Fathur, Ibu tidak lupa kamu nak. Nak Fathur yang dulu menulis buku kumpulan puisi yang diterbitkan Tiga Serangkai Solo. Gimana kabarmu nak”. Begitulah sapaan awal Bu Kus pada kami.

Sampai sekarang, bila kami berkomunikasi dengan Bu Kus, kami selalu dipanggil Nak. Bu Kus pasti bertanya gimana kabarmu Nak, apa kegiatanmu Nak, apa masih menulis Nak.

Bu Kustini dikaruniai 3 anak. Anak pertama Nikki Mila Permanasari, anak kedua Bunga Ferrinada sedangkan anak ketiga Tirta Triatmaja

Filosofi Nama Anak Bu Kus
Bu Kustini memberikan nama anak anaknya ternyata ada sejarah dan filosofinya yang heroik. Seperti yang dituturkan beliau.

Anak Pertama Nikki Mila Permanasari. Pada tanggal 2 Mei 1985 Bu Kus masih menunggui anak anak SMP lomba dalam rangka memperingati Hardiknas. Malamnya Bu Kus pulang ke Jogja naik bis Mila Sejahtera. Bu Kus tidak mau naik bis yang lain. Karena waktu itu Bu Kus sudah diwanti wanti sama Pak Slamet (alm). Jangan naik bis malam selain bis Mila Sejahtera. Saat itu bis sudah penuh saat masuk terminal Joyoboyo. Hanya ada satu tempat duduk di jok paling belakang. Saat mau masuk terminal Madiun jalannya rusak parah dan terjadi goncangan keras. Tiba-tiba perut Bu Kus terasa sakit sekali Sampai di Palur baju Bu Kus sudah basah kuyup oleh keringat. Saat itu kondekturnya ikut bingung. Bu Kus mau diturunkan di RS Panti Waluyo Solo tapi Bu Kus tidak mau. Akhirnya sampai juga di Jogja pagi pagi sekali. Bu Kus langsung dibawa ke Rumah Sakit, beberapa jam kemudian melahirkan dengan pendarahan yang hebat.Alhamdulillah, Allah masih melindungi Bu Kus dan putrinya.

Putra kedua, Bunga Ferrinada Bu Kus pernah menyaksikan di tv ada film yang menceritakan anak kecil berumur 5 tahun tapi sudah pinter menolong orang, namanya Bunga. Bu Kus ingin sekali anaknya menjadi anak yang suka menolong orang lain seperti bocah kecil itu. Maka nama Bunga dipakai untuk menamai anak kedua. Ferrinada karena lahirnya di bulan Februari

Anak Ketiga, Tirta Triatmaja Bu Kus berharap anak ketiga ini mempunyai sifat seperti air. Menjadi sahabat baik bagi sesama. Bisa menjadi penyejuk. Tirta berarti air. Alhamdulillah. Sifat Tirta sudah kelihatan dari sekarang. Tirta selalu membantu teman-temannya sebisa dia. Sekarang ini baru kelas 8 SMP

Bu Kus Tinggal di Samarinda
Kiini, setelah pensiun Bu Kustini menetap di Jalan Damanhuri, Perumahan Bukit Temindung Indah, Blok BR 15, RT 26, Mugirejo Sungai Pinang Samarinda bersama anak, menantu dan cucunya. Beliau sudah 4 tahun bersama mereka. Rencana tahun ini, Bu Kus akan kembali ke Sleman.

Terima kasih Bu Kus, semoga suatu hari Allah mempertemukan kita semua, Semoga Bu Kustini sehat selalu.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.