Copot Nadiem, 10 Dosa Nadiem pada Dunia Pendidikan Indonesia

5
23208

Oknews.co.id – Malang, Ketua The HQ Center dan Klinik PAUD Indonesia Nugraha Hadi Kusuma dalam release hari ini (25/7/2020)  menyampaikan pokok-pokok pikiran sebagai berikut,

Pertama, Sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan negara dengan potensi dan kondisi yang beragam Nadiem tidak punya kapasitas dan kapabilitas  mengorganisir dengan baik.

Kedua, Nadiem Makarim adalah Menteri yang gagap dan tidak punya empati pada pendidikan terutama terkait pendidikan anak usia dini dibuktikan tidak adanya bantuan yang signifikan bagi PAUDdi Indonesia bahkan BOP terlambat penyalurannya.

Ketiga, Otak Proyek, tidak bisa seorang menteri memiliki visi kebangsaan dan hanya berfikir bagi proyek hanya untuk koleganya.

Keempat, Kebijakan Nadiem menggunakan makelar pihak ketiga yang tidak punya trackrecord dalam dunia pendidikan adalah kolusi model baru yang akan merusak pendidikan.

Kelima, Nadiem tidak mampu memilih team yang tepat dan mengabaikan aturan perundang-undangan dalam memilih pejabat setingkat dirjen.

Keenam, Nadiem yang lebih mengedepankan staf khususnya dibanding perangkat di kemendikbud akan menyebabkan masuknya unsur kepentingan tertenrtu dibanding kepentingan nasional.

Ketujuh, Nadiem mengalami disorientasi kebijakan, di era pandemi ini sesungguhnya yang harus kokoh adalah bidang pendidikan tetapi yang terjadi menjadi bidang yang rapuh dan penuh masalah.

 Kedelapan, Nadiem bermain-main melakukan ‘trial and error’ terhadap kurikulum dan Teknis Pola Pembelajaran tanpa memperhatikan keberagaman kondisi Indonesia serta tidak mampu melanjutkan keberhasilan menteri sebelumnya dengan baik.

Kesembilan, Nadiem berat sebelah dan tidak adil, ketidak mauan memperhatikan pendidikan swasta, yang seharusnya dibantu secara penuh tapi dalam kepemimpinannya, swasta diabaikan bahkan cenderung di tinggalkan.

Kesepuluh, kepemimpinan Nadiem di Kemendikbud ini paling amburadul, proses BOS baik itu reguler maupun afirmasi-kinerja berjalan tidak transparan, mengabaikan lembaga keagamaan, dan terjebak formalitas.

Inilah sepuluh dosa Nadiem kata Nugraha, maka tidak ada alasan Presiden Joko Widodoo untuk mempertahankannya,

“Maka Layak untuk Diganti yang lebih Baik” Katanya sambil tersenyum.

Editor: Baba Barry

5 KOMENTAR

  1. Apa yg disampaikan p Nugraha di atas bxk benarnya, bahkan saya pribadi sedari awal pada saat Pelantikan sudah menyampaikan ke teman teman akan kesangsian saya apakah p Nadiem ini mampu memimpin Kementrian yang besar ini hanya dengan Dasar bahwa p Nadiem berhasil sebagai seorang anak Muda Professional di bidangx. Saya ngomong ke teman teman saya bahwa memimpin Organisasi Pemerintahan yg sebesar ini belum tentu sama memanag dgn Organisasi Swasta yg Orientasinya Profit seperti yang dipimpin P Nadiem. SDM yg ngelolah Kementrian ini adalah para Aparat aparat Karier ASN plus banyak yg memiliki Kapasitas Akademik yg mumpuni ditambah lagi dengan Pengalaman mereka. Orientasi Organisai pastilah sangat berbeda pula. Nah rupanya kekhawatiran saya ternyata sudah mulai menjadi Kenyataan. Saya teringat pada masa ORBA ad istilah Pejabat KUTU LONCAT. Apakah ini dapat digolongkan dgn istilah ini??? Saran saya bagi siapapun yg menjadi Pemimpin Negara ini agar tolong juga Dipertimbangkan Para Pejabat Karier Untuk dipilih Sebagai Menteri di KEMENTRIANNYA.

  2. Atasan menteri harus memberikan arahan yang jelas sesuai dengan kebijakannya… kalau menyimpang harus diluruskan. Kalau menteri tidak bisa menjalankan maka perlu di reshuffle… Kalau menteri sudah menjalankan sesuai instruksi atasan dan kondisi nya semakin buruk maka atasan nya yang paling bertanggung jawab terhadap kebijakan tsb.

  3. Penilaian baik buruknya bisa dinilai para orang tua siswa saat ini, apakah baik atau buruk tentang sistem pendidikan anaknya disekolah terlebih dalam masa pandemi.

  4. Atasannya dan orang yang mempengaruhi atasan Nadiem Makarim terbiasa lebih mementingkan kelompoknya daripada kepentingan nasional. Nadiem adalah korban ambisi lingkar istana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.