Corona Virus dan Perekonomian Indonesia

0
242
Ilham Maulana, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan - Universitas Muhammadiyah Malang

Corona virus merupakan sebuah virus dari china yang lebih intinya dari Kota Wuhan,virus ini menyerang pernapasan sehingga penderita mengalami sesak napas serta gejala-gejalanya juga sama persis dengan sakit demam biasa yang di alami oleh hampir seluruh manusia. Akhir-akhir ini kita di hebohkan dengan virus tersebut yang menggetarkan seluruh dunia dengan penyebaran yang sangat cepat ke bebrapa negara sehingga hampir semua negara terinveksi virus tersebut.

Beberapa negara yang terinfeksi hampir setiap harinya terdapat korban jiwa yang sangat banyak,seperti di Italia yang dimana hampir setiap harinya kurang lebih 500 korban jiwa. Hingga saat ini positif virus tersebut yang paling banyak adalah Amerika Serika. Adanya virus tersebut membuat perekonomian dunia menjadi lumpuh dolar semakin melemah,impor dan ekspor di tutup,serta hasil dari tempat-tempat wisata di dunia menjadi kacau karena himbauan yang di keluarkan dari WHO(world health organisation) untuk bekerja dari rumah untuk mencegah penyebaran yang semakin luas.

Begitu juga di Indonesia hingga hari ini terdapat kurang lebih sekitar 1400 orang positif virus corona,138 orang meninggal dunia,dan 80 orang di nyatakan sembuh dari virus corona dan bisa di pulangkan. Kasus virus corona di Indonesia menjadi sangat menakutkan bagi warna negara Indonesia karena memakan banyak korban sehingga warna negara Indonesia menjadi ketakutan untuk keluar rumah.perekonomian indonesia menjadi kacau akibat virus tersebut yang dimana negara melockdown akses keluar masuknya import dan eksport sehingga tidak ada barang yang masuk maupun keluar.

Begitu juga dengan Taman Wisata Nasional melarang untuk berpoperasi karena dapat menyebarkan virus tersebut melaluli interaksi antar pengunjung. Perekonomian Indonesia semakin buruk karena banyak yang terinfeksi dan pemerintah mengeluarkan himbauan untuk bekerja dari Rumah untuk mencegah penyebaran virus semakin luas. Pernyataan dari Menteri keuangan yang berbicara bahwa pemasukan dan pengeluaran negara menjadi tidak di kontrol karena virus tersebut dan 1 dolar sekarang hampir menyentuh sekitar 17,000 rupiah perdolarnya.

Apabila pemerintah melakukan lockdown di bebrapa daerah khususnya di Ibu Kota Jakarta. Berarti pemerintah harus memberikan kebutuhan pokok atau menanggung kebutuhan pokok sesuai yang tertera di dalam undang-undang 1945, dan apabila pemerintah melakukan hal seperti itu maka pengeluaran sebuah negara menjadi semakin tidak teratur karena harus mengluarkan dana untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang bekerja dari rumah.

Kita harapkan bersama agar virus corona semakin redah sehingga bisa berjalan dengan normal seperti biasanya,dan harapnnya pemerintah memperhatikan rakyat-rakyat kecil yang pendapatan mereka harus bekerja setiap harinya untuk mencukupi kebutuhan untuk menghidupi keluarga mereka. Semoga virus ini secepatnya redah dan bisa beroperasi seperti biasanya.

(Ilham Maulana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.