Damai dan Mendamaikan

0
24

Oknews.co.id – Marilah  mencoba  mengamati dan merenungkan  dengan hati yang suci dan pikiran yang jernih, keadaan  bangsa Indonesia, khususnya umat Islam  setelah dilanda oleh berbagai macam krisis empat tahun belakangan ini. Bermacam-macam krisis mendera kita berkepanjangan. Mulai dari krisis moneter, krisis ekonomi, krisis politik, krisis hukum, krisis kepercaaan sampai kepada  krisis moral. Semua krisis itu membuat bangsa kita terpuruk, tidak dapat menegakkan kepala sebagai khaira ummah, sekalipun mayoritas bangsa Indonesia adalah kaum Muslimin.

            Sekarang ini bangsa kita tidak lagi hidup dengan  tenang, rukun, aman, makmur. Beberapa fenomena suram dan kelam dapat kita saksikan di tengah-tengah masyarakat. Mari kita daftar beberapa fenomena suram berikut ini: Sesama anggota masyarakat tidak lagi saling menolong. Yang pintar tidak mengajari yang bodoh. Yang kaya tidak membantu yang miskin. Yang kuat tidak menolong yang lemah. Yang miskin, lemah dan bodoh tidak lagi mendo’akan yang kaya, kuat dan pintar. Kesalahfahaman sudah sulit  dijernihkan. Konflik tidak segera dapat datasi. Yang bengkok tidak gampang diluruskan, yang kusut tidak mudah diselesaikan. Marah lebih didahulukan daripada maaf. Kebencian mengalahkan rasa sayang.. Rasa aman berubah menjadi ketakutan, kemakmuran berganti dengan kemelaratan. Kecurigaan, kesalahfahaman, kebencian berkembang menjadi konflik berkepanjangan dan permusuhan.

Damai, perdamaian atau kedamaian dalam bahasa Al-Qur’an disebut dengan as-salâm. Kata ini terulang dalam Kitab Suci Al-Qur’an sebagai 42 kali. Islam sebagai nama agama Allah pun berasal dari akar kata yang sama dengan as-salâm. Islam di samping berarti tunduk, patuh, menyerah dan pasrah, juga berarti mencari salam, berdamai dan mencari kedamaian, baik kedamaian di dunia maupun di akhirat. Islam mengajarkan sikap bgerdamai dan mencari kedamaian melalui sikap menyerah, pasrah dan tunduk pada Allah secara tulus.

Sikap menyerah, tunduk dan pasrah bukan hanya pilihan hidup yang benar untuk manusia, tetapi juga merupakan pola wujud (mode of existence) seluruh alam raya beserta isinya. Karena itu jika manusia diseru untuk memilih sikap hidup tunduk, menyerah dan pasrah kepada Tuhan, yaitu untuk berislam, maka tidak lain ialah seruan agar manusia mengikuti pola hidup yang sama dengan pola wujud alam raya. Yang dihasilkan oleh sikap itu tidak saja kedamaian dengan Tuhan sendiri, dan sesama manusia, tetapi juga dengan sesama makhluk, sesama isi seluruh alam raya, dan jagad raya itu sendiri. (Islam Agama Peradaban 1995:261)

Kedamaian sejati dan abadi hanya ada di sorga, oleh sebab itu Allah SWT menyebut sorga dengan istilah Darussalam, yang secara harfiah berarti negeri kedamaian. Allah berfirman

وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

 

“Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-nya kepada jalan yang lurus (Islam). (Q.S. Yunus 10:25)

 Tapi dunia bukanlah sorga. Sekalipun banyak lembaga-lembaga Islam dinamai dengan Darussalam, dan sehari-hari umat Islam dianjurkan untuk menebarkan salam dengan ucapan Assalamu ‘Alaikum warahmatullahi wabarakatuh, bahkan shalat pun diakhiri dengan salam mulia ini, tetapi kedamaian yang sejati tidak akan didapat di dunia ini. Di samping ada manusia yang beriman, ada pula yang kufur. Di samping ada yang menginginkan dan berupaya terus menerus untuk mewujudkan kedamaian dan perdamaian, tetap ada saja yang berbuat sebaliknya. Oleh sebab itu, untuk menjaga tegaknya kedamaian di dalam kehidupan di dunia ini, diperlukan tindakan-tindakan yang selintas sepertinya berlawanan dengan perdamaian.

Kedamaian harus ditegakkan dengan aturan hukum yang mengikat, lengkap dengan sanksi-sanksinya, tidak cukup hanya dengan himbauan moral semata. Untuk tindak kejahatan yang bertentangan dan merusak kedamaian hidup bermasyarakat, baik yang menyangkut harta, nyawa, kesucian ketuturunan, kebebasan berpikir dan lebih-lebih lagi kehormatan agama, ditetapkanlah sanksi-sanksi yang dilaksanakan di dunia, di samping dosa di Akhirat nanti (jika tidak bertobat). Dalam perspektif inilah kita melihat hukum Islam terhadap pencurian, penipuan, perampokan, penganiayaan, pembunuhan, perzinaan, peminum khamar dan sejenisnya, dan lebih-lebih lagi hukuman bagi orang yang mempermainkan agama (murtad) atau menghalangi orang lain menjalankan ajaran agamanya.

Sekalipun dibenarkan ada sanksi-sanksi untuk tindak pidana yang merusak kedamaian hidup bermasarakat, tetapi Islam tidak membenarkan tindakan anarkis. Otoritas pelaksanaan hukum, termasuk eksekusi tidak pernah diberikan kepada perorangan, kelompok atau pihak-pihak lain di luar penguasa yang sah.  Tindakan sebagian anggota masyarakat, sekali pun atas nama agama, yang melakukan perusakan tempat-tempat maksiat, merajam pezina, membunuh pencopet dan maling yang ketangkap, adalah tindakan anarkis yang tidak dibenarkan oleh Islam. Sekalipun misalnya, perbuatan tersebut hanya sebagai reaksi, atau akibat kekecewaan dan ketidakpercaaan terhadap aparat penegak hukum, tetap saja tidak dibenarkan, karena kesalahan pihak lain tidak membenarkan kesalahan yang kita lakukan.

Pemaksaan kehendak, intimmidasi, teror, walaupun dengan tujuan yang baik atau atas nama agama dan kemanusiaan, tetap tidak dibenarkan, karena dalam Islam tujuan tidak menghalkan cara. Al-ghâyah lâ tubarriru al-wasîlah. Di samping niat (tujuan), proses yang sesuai dengan ajaran Islam adalah hal yang sangat penting. Penilaian tidak diberikan oleh Allah berdasarkan hasil, tetapi berdasarkan proses. Selama seorang Muslim tetap konsisten dengan proses yang benar, tidak bertentangan dengan syari’ah Islam sekalipun secara lahiriah, materi, tidak berhasil, dia akan tetap mendapatkan ganjaran di sisi Allah SWT. Tidak demikian sebaliknya, sekalipun secara lahiriah duniawiyah mendapatkan hasil yang gemilang, tetapi dicapai dengan cara yang salah, amalnya tidak ada artinya di sisi Allah, bahkan dia akan mendaptkan dosa dari penyimpangan yang telah dia lakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.