Darmasiswa : Membuka Indonesia di Mata Dunia

0
780
https://iao.stpsahid.ac.id/images/International_Programs/Darmasiswa/Darmasiswa_Sahid.jpg

Oknews.co.id, Malang – 540 mahasiswa asing peserta program beasiswa Darmasiswa RI 2017 berkumpul dalam upacara penutupan dan pembekalan kepulangan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dome, Senin (8/5/2017).
Para mahasiswa ini telah menetap di Indonesia sekitar setahun. Para mahasiswa tersebar pada 52 perguruan tinggi di Indonesia untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia dalam program tersebut.

Solenn Huss dari Perancis sangat berkesan dan tidak bisa melupakan pengalamannya belajar di Indonesia. “Saya sudah sangat mencintai Indonesia dan bangga bisa belajar di negara penganut Bhinneka Tunggal Ika ini,” kata Solenn.

Gadis berusia 21 tahun itu rutin mengunjungi Indonesia sekali dalam setahun sejak 2009. “Saya sungguh terkesan dengan kekayaan budaya, bahasa, suku, dan adat di Indonesia. Saya ingin kembali dan belajar banyak,” ujar peserta Darmasiswa Universitas Indonesia (UI) itu.

Bahkan, Solenn memilih kuliah di Jurusan Bahasa Indonesia di Perancis selama 3 tahun sebelum mendapat beasiswa Darmasiswa RI 2017. “Ketika di Indonesia, saya beruntung bisa belajar Bahasa Indonesia dan praktik langsung pada penduduk asli,” tutur Solenn.

Sementara itu, Aniko Biro dari Hungaria sempat kesulitan beradaptasi dengan budaya Indonesia.“Indonesia dan Hungaria sangat berbeda. Awalnya saya sedikit sulit beradaptasi. Tapi saya senang karena dapat belajar banyak hal dan teknik baru mengenai desain,” kata peserta Darmasiswa ISI Denpasar, Bali itu.

Mahasiswi Desain Produk itu mengatakan begitu tertarik dengan kesenian topeng. “Setelah saya menyelesaikan kuliah di Hungaria, saya pasti akan kembali ke Indonesia untuk mendalami topeng,” ujarnya.

Program Darmasiswa yang merupakan program non degree juga terbuka untuk para lulusan baru. Di antaranya Monika Piotrowska dari Polandia. Monika belajar Bahasa Indonesia dalam program Darmasiswa UI untuk mendukung rencananya bekerja di Kedutaan Besar Polandia untuk Indonesia.

“Awalnya saya sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia. Karena bantuan guru dan dosen yang luar biasa, saya sudah bisa komunikasi menggunakan Bahasa Indonesia,” kata lulusan Collegium Civitas Polandia itu. Dia juga merasa sangat terbantu karena masyarakat Indonesia terbuka dan ramah kepadanya dan mahasiswa asing lain.

“Adaptasi tidak terasa berat karena orang-orang Indonesia sangat baik dan bersahabat dengan kami,” ujar Monika.
Acara penutupan dan pembekalan kepulangan peserta program beasiswa Darmasiswa RI 2017 itu diharap dapat menjadikan peserta Darmasiswa sebagai duta Bahasa Indonesia di negara masing-masing.

Koordinator acara penutupan Darmasiswa 2017, Muhammad Isnaini mengatakan prohram tersebut adalah soft diplomacy melalui bahasa dan budaya Indonesia. “Selain itu juga untuk memperkuat khasanah bahasa dan budaya Indonesia di negara para peserta,” jelasnya.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdikbud, Ir Suharti menuturkan peserta adalah duta yang sebenarnya. Persahabatan peserta harus tetap kuat agar bisa melakukan kegiatan tindak lanjut dari Darmasiswa RI 2017. “Kami sebagai penyelenggara sangat terbuka bagi lulusan Darmasiswa RI untuk kembali ke Indonesia, baik untuk berwisata atau melanjutkan kuliah. Semoga setahun ini bermanfaat bagi mereka dan Indonesia,” tuturnya. (Haka/Arya)