Dinsos & P3AP2KB : Mereformulasi Emansipasi Melalui Sekolah Kartini

0
103
Walikota Malang, Sutiaji didampingi istri Widayati bersama Kepala Dinas DP3AP2KB dan Camat Sukun

Oknews.co.id – Malang, Perkembangan pandemi Covid – 19 membuat semua  program yang melibatkan banyak orang harus ditunda termasuk Sekolah Kartini Anggrek kota Malang yang baru saja  dibuka Waklikota Malang Sutiaji di kantor kecamatan Sukun, Sabtu (14/3/20)

Sebelum  menyartakan resmi  dibuka,  Sutiaji menyampaikan beberapa hal ;

Pertama, dia menegaskan bahwa perempuan itu tinag negara, bila perempuannya bagus maka negara ini akan bagus dan bila perempuannya rusak maka negara inipun akan rusak, maka menurutnya kuncinya ada pada keluaraga.

Dia  mengatakan, harta terbaik itu  adalah istri yang shalihah, Allah telah mengangkat derajad kaum perempuan  melalui Rasulullah SAW   pada masa jahiliyah  karena itu dia berpesan pada semua yang  hadir agar bisa menjadikan rumah tempat tinggalnya sebagai surga karena “madrasah yang pertama dan utama bagi anak – anak itu adalah seorang ibu”, tuturnya.

Kedua, Sosok ibu yang hebat itu harus ada budaya edukasi, belajar dan memberi pelajaran pada pasangan hidupnya yang paling utama. “terkait darah saja itu tidak hanya perempuan yang harus mengerti tapi para bapak justru yang harus lebih mengerti, intinya pada sekolah kartini ini selain hal lain – lain yang dipelajari tapi yang terpenting adalah terkait reproduksi wanita dan pendidikan untuk mendidik anak”, papar Sutiaji.

Sementara itu, ketua tim penggerak PKK kota Malang, Widayati MM, menyampaikan  akan pentingnya sosok Ibu. Menurutnya dalam sekolah kartini ini tidak hanya mencetak perempuan  sebagai sosok ibu yang bisa mendidik putra – putrinya, namun juga harus bisa menjadi seorang pengusaha agar bisa membantu perekonomian kerluarga, “ kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, perempuan harus bisa mendidik dan menjadi pengusaha, kita harus  cerdas  dan setara dengan suami kita”, ujarnya.

Perempuan  berparas cantik itu, juga menuturkan bahwa sebagai pendamping suami itu  harus  mengerti banyak hal  karena tempat curhat sang suami, “jangan sampai suami kita curhat  ke perempuan lain dengan dalih istrinya tidak faham, ini era 4.0 kita para perempuan harus rutin nge-charge pengetahuan kita dan klita harus bisa membantu perekonomian keluarga”, tandasnya.

Kepaka Dinas Sosial  Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dra Penny Indriani MM,  mengatakan, sekolah kartini tersebut diharapkan bisa menjadi model karakter perempuan, dapat meningkatkan peran ibu dalam mengurus  keluarga yang mandiri  untuk membangun kesejahteraan. Sekolah Kartini ini dibagi menjadi dua kelas;  kelas A, untuk  kelas pra nikah dan kelas B, untuk  kelas ibu dan akan berlangsung 18 pertemuan dengan  pendanaan dari APBD  kota Malang. (Uzlifah)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.