Dua Muktamar Ormas Besar Kembali Tertunda, Kedepankan Kepentingan Ummat

0
1322

Oknews.co.id – Jakarta, Setelah menunda Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU). Acara tersebut rencananya akan digelar di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang Jawa Tengah, pada 18-19 Maret 2020. Melansir dari laman nu.or.id , keputusan penundaan kegiatan akbar setelah muktamar itu dilakukan PBNU melalui Surat Nomor 3944/C.I.34/03/2020 yang dikeluarkan pada 11 Maret 2020 atau bertepatan dengan 16 Rajab 1441. Adapun, surat resmi tersebut ditandatangani langsung oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf dan Ketua Umum KH Said Aqil Siroj serta Sekretaris Jenderal H Helmy Faishal Zaini. Surat ditujukan kepada seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Panitia Munas dan Konbes NU 2020, serta Pondok Pesantren Al-Anwar di Rembang, Jawa Tengah.

“Sehubungan dengan adanya wabah virus corona (COVID-19), maka sebagai bagian upaya kita untuk membangun kewaspadaan dan membantu pemerintah dalam mencegah meluasnya penularan virus tersebut, dengan ini disampaikan bahwa Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2020 yang sedianya diselenggarakan pada tanggal 18-19 Maret 2020 ditunda,” demikian bunyi surat tersebut.

Sekretaris Jenderal PBNU, H Helmy Faishal Zaini menyatakan hingga saat ini pihaknya belum bisa memperkirakan sampai kapan penundaan kegiatan tersebut. Dengan mundurnya munas dan konbes maka agenda muktamar pun menunggu musyawarah berikutnya, sedianya muktamar dilaksanakan bulan Oktober tahun ini.

“Langkah ini diambil bukan karena kepanikan atau kecemasan, tetapi semata-mata untuk kemaslahatan bersama,” katanya.

Upaya PBNU tersebut, lanjut Helmy, berpijak pada kaidah fikih yakni dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih (menghindari kerusakan didahulukan daripada melakukan kebaikan).

“Ini demi kemaslahatan umum, sebab munas dan konbes melibatkan ratusan peserta dan ribuan penggembira. Semoga Allah melindungi kita semua dari segala penyakit lahir dan batin. Amin,” pungkasnya.

Muhammadiyah Mundurkan Lagi Waktu Muktamar

Karena pandemi covid-19 yang belum melandai, Pimpinan Pusat Muhammadiyah kemungkinan akan menunda lagi pelaksanaan Muktamar Muhamamdiyah dan Aisyiyah ke-48 yang sedianya berakhir hari ini (5/7/2020).

Rencana penundaan kembali pelaksanaan ajang permusyawaratan tertinggi di Persyarikatan Muhammadiyah tersebut merupakan hasil keputusan Rapat Pimpinan Muhammadiyah Tingkat Pusat yang berlangsung secara online.

“Dalam rapat bersama PWM, Ortom, dan Mejelis/Lembaga PP Muhammadiyah secara daring ahad, 05 Juli 2020, diputuskan bahwa Muktamar kembali akan ditunda karena diperkirakan masih dalam situasi pendemi covid-19”,kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah Jawa Tengah, Muhamamd Tafsir dikutip dari sieradMU.com.

Dijelaskan Tafsir, selain memutuskan untuk menunda pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah, rapat PP Muhammadiyah yang juga diikuti jajaran Panitia Pusat, Panitia Pemilihan dan Panitia pelaksana tersebut juga membahas persiapan Tanwir Muhammadiyah secara onlie pada 19 Juli 2020 mendatang.

“Kepastian waktu dan model pelaksanaan Muktamar akan diputuskan dalam sidang Tanwir nanti”,jelas Tafsir.

Seperti diketahui Tanwir adalah musyawarah tertinggi kedua setelah Muktamar untuk memutuskan agenda organisasi. Salah satunya kemungkinan menunda Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah. Jika dalam pelaksanaan tanwir nanti diputuskan penundaan muktamar mawa besar kemungkinan tahun depan baru akan dilaksanakan perhelatan akbar Muhamamdiyah dan Aisyiyah tersebut.

Pada pembukaan Rapat Pimpinan Muhammadiyah Tingkat Pusat ini Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan berbagai perkembangan yang diperoleh Muhammadiyah, dari Penambahan Jumlah Universitas Muhammadiyah. Ia juga mengapresiasi PWM Sulawesi Selatan yang sudah memiliki 7 Universitas. Kemudian Rumah Sakit Muhammadiyah yang dari 146 sekitar 47 Rumah sakit sdh mendapatkan akreditasi Bintang 5 Paripurna.

Haedar juga mengapresiasi RS PKU Surakarta yang telah memperoleh Akreditasi Internasional, serta keterlibatan aktif Muhammadiyah dalam penanganan Covid-19 yang dinilai banyak kalangan sebagai Ormas yang paling terdepan dalam Penanganan Covid-19. Haedar pada kesempatan ini juga menyatakan sikap PP Muhammadiyah terhadap RUU HIP, yang paling di depan Menolak RUU tersebut.

“Bagi Muhammadiyah Persatuan Bangsa yang Utama, Penolakan RUU HIP ini bukan karena kepentingan Golongan tapi karena Kepentingan Bangsa,” kata Haedar.

Sementara itu, dalam Tanwir Muhammadiyah ada sejumlah agenda penting yang akan dibahas. Tanwir nanti akan membicarakan waktu untuk penundaan Muktamar Muhammadiyah, tadi ada beberapa usulan antara Juli 2021, November 2021, atau Juli 2022, nanti keputusannya ada di Tanwir.

Selain membahas penundaan Muktamar, Tanwir yang akan digelar secara daring tersebut akan dilakukan konsolidasi organisasi secara total. Terutama bagaimana Muhammadiyah turut serta dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

“Muhammadiyah akan tetap konsisten untuk ikut mengawal dan mengatasi pandemi ini. Bergerak dan berbuat nyata dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 ini telah menjadi konsentrasi Muhammadiyah sejak awal,” kata Sekertaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto.

Selain itu, dalamTanwir tersebut akan dibahas program-program kerja Muhammadiyah, karena berkaitan dengan perpanjangan masa periode, khususnya di tengah pandemi ini. Sebelumnya, Muktamar awalnya akan digelar pada 1-5 Juli 2020. Untuk menghindari virus ini, Muktamar pun diundur ke 24-27 Desember 2020. Namun, keputusan akhir terkait penyelenggaran Muktamar akan diputuskan pada Tanwir Muhammadiyah

(*)

Editor: Baba Barry

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.