Evaluasi Aspek Pengelolaan Terminal Purabaya (Bungurasi) Surabaya

0
4011

Oknews.co.id, Surabaya – Kota merupakan simpul jasa yang memiliki peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian negara. Hal ini, menuntut penyediaan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Tujuan dari transportasi untuk memberikan mobilitas baik barang/orang guna melakukan aktifitasnya. Terminal tidak hanya berupa terminal resmi pada umumnya seperti terminal bus, terminal angkutan kota, tetapi juga dapat ditemui di tepi jalan dimana ada kendaraan yang berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.

Komponen utama dalam sistem transportasi yaitu jaringan jalan, terminal dan sarana transportasi berupa jenis kendaraan (Kodoatie, 2003). Menurut definisinya terminal merupakan suatu stasiun tempat pemberangkatan atau pemberhentian terakhir atau persinggahan kendaraan lain seperti kereta api, pesawat, dll (Adisasmita, 2014).

Terminal Purabaya (Bungurasih) secara administrasi terletak di Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Dipilihnya lokasi tersebut karena memiliki akses yang strategis yaitu sebagai pintu masuk ke kota Surabaya serta berada pada jalur keluar kota Surabaya arah timur selatan dan barat. Sistem pengelolahan Terminal Purabaya yaitu dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Berdasarkan Perda Kota Surabaya No 12/2014 bahwa terminal ini merupakan tipe A dengan luas lahan 12 km2 , dimana terminal tersebut melayani Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP), Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), dan Angkutan Kota.

Permasalahan–permasalahan yang sering muncul dalam terminal biasanya berupa kurang optimalnya fungsi terminal tersebut yang disebabkan oleh kesalahan pemilihan lokasi terminal, kinerja kegiatan maupun operasional yang kurang baik, maupun dampak dari kegiatan yang berada di sekitar teminal.

Berdasarkan keruangannya lokasi terminal Bungurasih memiliki akses yang strategis. Namun ternyata keberadaanya juga membawa dampak negatif khususnya pada kemcetan dari arah pintu keluar bus terminal Bungurasih. Faktanya saat ini arah pintu keluar terminal masih sering terjadi tundaan kendaraan. Hal ini, disebabkan bus melakukan pemberhentian sementara (ngetem) untuk mencari penumpang, dimana penumpang biasanya juga menunggu bus tidak pada tempatnya yaitu di pintu keluar. Dampaknya kendaraan yang mengantar penumpang terminal juga melakukan titik pemberhentian yang berdekatan dengan keluarnya bus dari terminal. Sehingga jalur kendaraan lainnya dari arah Sidoarjo mengalami penurunan kecepatan kendaraan. Salah satu buktinya berdasarkan perhitungan kapasitas jalan perkotaan  untuk arah pintu keluar terminal Bungurasih hingga flyover Waru memiliki nilai “F” yang artinya antrian kendaraan yang panjang dengan volume tinggi, sehingga kecepatan kendaraan rendah.

Selain itu, berdasarkan hasil evaluasi ditinjau dari segi kelengkapan fasilitas terminal yang di dasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan 132/2015 tentang “penyelenggaraan terminal penumpang angkutan jalan” menunjukkan bahwa belum bisa dikatakan baik untuk fasilitas utama sebesar 10% dan fasilitas penunjang 20%. Kondisi tersebut terjadi pada fasilitas utama yaitu, jalur keberangkatan kendaraan dan parkir kendaraan sedangkan untuk fasilitas penunjang terletak pada sirkulasi penyandang cacat dari titik ruang tunggu menuju parkir bus. Artinya bagi penumpang yang tergolong cacat secara fisik dan lanjut usia penggunaan tangga yang kurang landai tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang. Ditmbah lagi dengan fasilitas penunjang terminal yaitu kondisi kamar mandi yang dirasa masih belum bersih, kondisi drainase yang belum memadai

Harapannya, terminal Purabaya lebih meningkatkan kulitasnya, baik dari segi pemanfaatan ruang yang ada di terminal dan sekitarnya serta dari segi pelayanannya. Penulis menghimbau agar pintu keluar terminal diberi jalur khusus bus AKAP/AKDP sehingga, jalur tersebut tidak digunakan sebagai tempat pemberhentian sementara oleh kendaraan para pengunjung terminal dengan catatan lebar jalan di pintu keluar terminal telah sesuai standarnya. Sedangkan untuk fasilitas penunjang pemerintah kabupaten Sidoarjo yang bekerjasan dengan Pemkot Surabaya untuk mengupayakan penyediaan jalur bagi lansia/masyarakat yang cacat mulai dari ruang tunggu penumpang ke arah parkir bus. (Laily R)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.