Falsafah Luhur Muhammadiyah Dalam Konteks Kehidupan Umat Islam Indonesia

0
53

Oleh: dr. Ellya Rohati

“Hendaklah ada diantara kamu yang menjadi umat yang terbaik dengan berbuat makruf dan mencegah yang mungkar (al Imran 3:110).”

Filsafat merupakan kajian tentang seluruh fenomena kehidupan serta merumuskan pikiran kritis manusia yang dijabarkan dalam konsep dasar. Filsafat yang diyakini dan diterapkan oleh Muhammadiyah adalah filsafat yang berlandaskan Islam. Jadi hakekat Filsafat Muhammadiyah dapat diartikan sebagai norma dasar dan tatanan nilai yang berdasarkan kitab suci Al-Qur’an dan As-Sunnah, yang disertai wawasan keilmuan islami dan dikembangkan sebagai pokok pemikiran yang baku atau formal yang dijadikan pedoman dasar warga muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari , dicerminkan dalam perilaku dengan keteladanan yang baik (uswatun khasanah), berakhlak mulia (akhlaqul karimah), dan kepribadian , sehingga mencapai cita-cita dan tujuan mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya.

Pendekatan Filsafat Muhammadiyah

Ontologies, mengkaji atau tentang teori karakteristik dasar.
Sebagai makhluk ciptaan Allah, maka Muhammadiyah menjadikan Islam sebagai agama yang dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya. Pemahaman tentang Islam adalah pondasi dasar kader Muhammadiyah untuk memahami lebih jauh Muhammadiyah. Kader Muhammadiyah harus memahami islam secara kaffah yaitu tidak boleh mempunyai paham Islam yang setengah-setengah.
Epistomologis, berhubungan sumber, dasar dan sifat pengetahuan
Muhammadiyah dalam kehidupannya berlandasan dan bersumber pada Alquran dan as sunah.

Aksiologis, arti dari nilai kebaikan, keindahan dan kebenaran
Muhammadiyah ingin masyarakat Islam yang sebenar-benarnya terwujud dalam seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu’amalat dunyawiyah.
Sebelum pendekatan aspek ontologies dan epistomologis, pendekatan aksiologis merupakan pemikiran KH Ahmad Dahlan, sebagai hal yang pertama dan utama, dengan melihat kondisi masyarakat waktu itu. . (Mas’ud, 2018)

Beberapa motivasi dalam filsafat Muhammadiyah

Motivasi Idealis
Muhammadiyah lahir dengan semangat ajaran Al-Qur’an dan as sunah. dengan gerakannya merealisasikan prinsip-prinsip ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin yang dapat dirasakan umat manusia. Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber dan landasan utama filsafat kemuhammadiyahan dikembangkan menjadi suatu pemikiran formal atau baku di dalam organisasi muhammadiyah, yaitu Muqadimmah Anggaran Dasar Muhammadiyah, MKCH (Matan Keyakinan dan Cita-cita hidup Muhammadiyah), Matan Kepribadian Muhammadiyah, Khittah Perjuangan Muhammadiyah, serta Hasil-hasil Keputusan Tarjih . (PPMuhammadiyah, 2009)

Motivasi Historis
Pada 8 Dzulhijjah tahun1330 H atau bertepatan dengan 18 Nopember 1912 Muhammadiyah didirikan di Kauman, Yogyakarta oleh Ahmad Dahlan, saat itu dikenal dengan Muhammad Darwis. Melihat keadaan umat Islam pada waktu itu dalam keadaan mengalami persoalan hidup yang sulit, yang berimbas pada praktek pemahaman keagamaan yang tersinkretisasikan dengan budaya lokal, ibadah sebagai ritual saja, tanpa memahami kewajiban ajaran agama yang sebenarnya. Al quran yang seharusnya dibaca dan dimengerti sebagai petunjuk kehidupan, dijadikan jimat atau kitab yang dikeramatkan.

Dua persoalan yang dihadapi oleh umat Islam pada saat itu menggerakkan hati Ahmad Dahlan untuk melakukan pembenahan seacara signifikan . (Mu’arif, 2004)
1. Persoalan social seperti kemiskinan, kebodohan , dan keterbelakangan.
2. Persoalan pemahaman keagamaan yang semakin terkikis dengan budaya dan tradisi local.

Perubahan pemikiran yang diusung oleh Ahmad Dahlan kemudian berkembang setelah sebuah persyarikatan yang disebut Muhammadiyah.

Motivasi Etis
Motivasi etis ini berkaitan erat dengan pembahasan masalah perilaku ataupun sikap-sikap muhammadiyah baik sebagai sebuah gerakan (organisasi), maupun dalam kapasitasnya masing-masing individu sebagai aktivis Muhammadiyah. Dimana dalam sikap dan perilaku tersebut merupakan cerminan dari kepribadian Muhammadiyah.

Amar Ma’ruf nahi Munkar merupakan gerakan yang ditujukan kepada masyarakat secara perseorangan sebagai Individu, serta masyarakat dalam arti umum yaitu masyarakat yang sebenarnya.

Signifikasi dan Implementasi Filsafat Muhammadiyah dalam Kehidupan
Kontruksi dalam pemikiran filsafat Kemuhammadiyahan dimulai dari merespon realitas bukan pembelajaran teori. Pembelajaran KH Ahmad Dahlan dimulai dengan masalah anak yatim dan fakir miskin.

K.H. R. Hadjid menulis ulang tujuh falsafah pandangan dan cara hidup Kyai Haji Ahmad Dahlan dalam menjalani hidup dan kehidupannya yaitu: (Hadjid)

Hidup manusia di dunia hanya sekali. Apakah kebahagiaan atau kesengsaraan yang akan di dapat setelah kematian?

Banyak diantara manusia mempunyai tabiat sombong dan takabur, lebih mementingkan diri sendiri.

Kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang, akan menjadi tabi’at, dan manusia pada umumnya membela adat kebiasaan yang diterima.

Manusia harus berfikir dengan akal dan fikirannya , tentang hakekat dan tujuan manusia hidup di dunia.

Manusia banyak mempunyai kekhawatiran, yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar,

Masih banyak pemimpin, yang belum berani dan enggan mengorbankan harta benda dan jiwanya tetapi masih memperalat dan mempermainkan orang lain yang dianggap bodoh dan lemah.

Mempelajari pelajaran baik Belajar ilmu pengetahuan ataupun belajar amal (mengerjakan, mempraktekkan). hendaknya sedikit demi sedikit, setingkat demi setingkat.

Pokok wejangan dan pelajaran dari Ahmad Dahlan ada di 17 kelompok ayat Al-Qur’an , yaitu:
Al-Jatsiyah ayat 23 .tentang membersihkan diri sendiri
Al-Fajr ayat 17-23 tentang menggempur hawa nafsu mencintai harta benda.
Al-Ma ’ un ayat 1-7 .tentang orang yang mendustakan agama .
Ar-Ruum ayat 30tentang apakah artinya agama itu.
at-Tawbah ayat 34-35 tentang Islam dan sosialisme.
Al-‘Ashr ayat 1-3 tentang menggunakan waktu untuk ibadahSurat.
Al-‘Ankabût ayat 1-3 tentang Iman/kepercayaan.
Al-Kahf : 110 dan az-Zumar : 2 tentang Amal sholeh,.
Yûnus ayat 108, al-Kahf ayat 29, Mu h ammad ayat 3, al-An ’ âm ayat 116, al-Furqân ayat 44, al-Anbiyâ ’ ayat 24,Yûnus ayat 32, al-Shaff ayat 9, al-Baqarah ayat 147, al-Anfâl ayat 8, al-Isrâ ’ ayat 81 dan al-Mu ’ minûn ayat 70 tentang Saling memberi washiyat dalam kebenaran. Wa tawâshaw bil h aqq,
Wa tawâshaw bish-shabri .
Âli ‘Imrân ayat 142 tentang Jihad,
Wa anâ minal muslimîn, al-An ’ âm ayat 162-163.
Al-Birru, Âli ‘Imrân ayat 92 .
Al-Qâri’ah :ayat 6-11 tentang Hari Kiamat.
Bersatu padu dalam satu barisan, as-Shaff ayat2-3 .
al-Tahrîm: ayat 6 tentang menjaga diri,
Surat al- Hadîd: ayat 16 tentang apakah belum waktunya

Dalam menghadapi dan menjalani perubahan –perubahan kehidupan sehari-hari di bidang social politik, perubahan alam pikiran yang pragmatis, penetrasi budaya serta orientasi nilai dan sikap, Muhammadiyah membentuk perilaku uswahtun hasanah dengan memberi teladan perilaku yang baik, untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Didasari dengan apa yang keyakinan, pemahaman, penghayatan Islam yang mendalam serta menyeluruh dalam melaksanakan dan mengamalkan Islam dalam seluruh kehidupan.

Penerapan nilai-nilai ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari ini tertuang dalam Pedoman Hidup Islami warga Muhammadiyah. Pedoman ini meliputi kehidupan pribadi (yang mencakup dalam aqidah, akhlak, ibadah, dan muamalah duniawiyah), kehidupan dalam keluarga, dalam masyarakat, berorganisasi, pengelolaan amal usaha, berbisnis, mengembangkan profesi, berbangsa dan bernegara, pelestarian lingkungan, mengembangkan IPTEK, dan dalam seni dan budaya.

Implikasi pemikiran filsafat dalam Kemuhammadiyahan adalahss bagian dari solusi masalah dalam semua bidang , yang significant dan efisien, dan tidak terlepas dari kontruksi kehidupan. Kemudian diikuti dengan pokok persoalan teori pendukung atau kajian hakikat masalah , serta dikuti pola pelaksanaan strategi.

Kesimpulan
Filsafat keMuhammadiyahan merupakan pembangunan kontruksi berpikir islami berdasarkan Al Quran dan as sunah, membangun Islam yang berkemajuan, memberikan jalan keluar pada permasalahan umat Islam, yang teraplikasi dalam konsep, kajian intelektual, amal perbuatan, ideology, dan cita cita hidup sebagai muslim.

Bibliography
Hadjid, K. (n.d.). Falsafah Ajaran K.H. Ahmad Dahan,. Yogyakarta: Percetakan Persatuan.
Mas’ud. (2018). Inovasi Realitas Studi Filsafat Kemuhammadiyahan. Melayu Today.com.
Mu’arif, d. (2004). Bermuhammadiyah secara kultural. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
PPMuhammadiyah. (2009). pedoman hidup Islami Warga Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Editor: Baba Barry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.