Fiqh Kentut

0
72

Oleh: Haraka

Kentut merupakan proses keluarnya gas yang telah dihasilkan di dalam saluran pencernaan melalui anus. Kentut sering dianggap suatu kegiatan yang kurang sopan jika dilakukan di depan publik di kalangan beberapa budaya, terutama di dalam budaya indonesia. Sehingga tidak jarang untuk menghormati tata krama seseorang akan berusaha menahan kentutnya saat berada di tempat umum.

Semua orang pasti kentut setiap hari. Beberapa diantara kamu ada yang kentut tidak mengeluarkan suara namun berbau busuk tetapi adapula kamu yang kentut dengan bunyi yang keras namun tidak berbau. Sebagian besar juga beranggapan kentut merupakan kegiatan yang menyebalkan, bahkan tidak jarang membuat orang ilfeel atau hilang feeling.

Dikisahkan, bahwa suatu hari para sahabat sedang berkumpul di masjid. Lalu terciumlah bau kentut diantara mereka, sehingga membuat para sahabat tidak tahan dengan bau tersebut. Salah seorang dari mereka berdiri dan berkata:
.
“Barangsiapa yang kentut, silakan bangun”

Hening, tak seorang pun berdiri.

Ketika datang waktu Isya mereka berkata, Orang yang kentut pasti akan berwudhu setelah ini. Siapa yang berwudu’ itu lah yang kentut”.

Setelah itu, para sahabat menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang keluar.

Masih seperti tadi, tak seorang pun yang beranjak dari tempat duduknya (mungkin malu).

Lalu Bilal bangun untuk mengumandangkan adzan. Kemudian Nabi Muhammad ﷺ berkata: Tunggu dulu, aku belum batal, tapi aku hendak berwudhu lagi.

Lalu para sahabat pun ikut berwudhu dan tidak diketahui siapa yang kentut waktu itu.

Maka selamatlah dari aib shahabat nabi ﷺ yang kentut tadi.

Kisah Kentut di atas, menceritakan bagaimana seharusnya seorang muslim menjaga kehormatan saudaranya.
Bukan malah menertawakannya atau menyebarkan aib temannya.

Abu Hurairah berkata, bahwa Nabi ﷺ bersabda :

ﻭَﻣَﻦْ ﺳَﺘَﺮَ ﻣُﺴْﻠِﻤﺎً ﺳَﺘَﺮَﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻲ ﻋَﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪِ ﻣَﺎ ﻛﺎَﻥَ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ ﻓِﻲ ﻋَﻮْﻥِ ﺃَﺧِﻴْﻪِ .

“… siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah ﷻ selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya.”

Subhanallah sungguh mulia sekali akhlak rasulullah ﷺ, beliau mencontohkan kepada kita bahwa setiap muslim adalah saudara dan setiap saudara harus saling menjaga aib atau kehormatan saudaranya itulah yang dicontohkan oleh nabi kepada kita.

Semoga kisah tentang kentut diatas bisa memberikan kita pencerahan terhadap perilaku saling menjaga kehormatan setiap saudara sesama manusia.
Karena dengan kita menjaga kehormatan saudara kita, maka Allah ﷻ akan menjaga kehormatan kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.