FKRHM : Indonesia Harus Jadi Bos di Negeri Sendiri Pada Sektor Migas

0
89

Oknews.co.id, Bandung – Sampai saat ini pengelolaan minyak bumi di Indonesia bekerjasama dengan pihak asing, beberapa diantaranya sebagai investor, kontraktor. Dimana alasan utama pengelolaan minyak dan gas bumi ini belum sepenuhnya oleh pribumi adalah keterbatasan di Indonesia terkait teknologi, modal, resiko dan profesionalitas kerja.

Sebagai contoh saat masa pencaraian daerah potensi minyak dan gas bumi, kontraktor dan alat yang digunakan untuk sekali penggalian memerlukan biaya yang besar sekitar 100 juta dengan resiko ada/ tidaknya ditemukan minyak dilahan tersebut, investor yang menanggung kerugian ” ungkap Haedar saat menjadi di pemateri di Forum Kajian Revolusi Hulu Migas (FKRHM) pada Jumat (29/7).

Keterlibatan asing dalam pengelolaan minyak dan gas di Indonesia dipandang menguntungkan oleh pemateri karena bila tidak ada investor asing beban resiko keuangan yang harus ditanggung Negara alangkah lebih banyak. Kata yang tepat bukan diperbudak di bumi sendiri namun ‘menjadi bos dinegeri sendiri’.

Departemen antar Lembaga SKK Migas mengatakan “Lebih tepatnya pula hubungan ini adalah hubungan bagi hasil, dimana selama pengelolaan bersama investor asing tenaga kerja pribumi harus diserap, hasil juga dibagi, 85% pribumi dan 15% asing. Ujar Haedar

Ketika terjadi ketimpagan atas kebutuhan dan keadaan minyak di Indonesia mengharuskan impor bahan bakar. Tidak menutup kemungkinan mengeluarkan biaya yang besar, sehingga bisa saja itu salah satu hal yang mendorong sesaat BBM mahal.

Untuk memberikan pemahaman ke masyarakat, salah satu cara adalah mensosialisasikan, memberi pencerdasan kepada generasi muda khususnya juga khalayak bahwaa keadaan Indonesia dan potensi yang dimiliki juga rasionalitas untuk berkembang itu harus bagaimana, dan sejauh apa kemungkinannya” pungkas Ichsan selaku kordinator FKRMH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.