FKUB Kota Malang: Toleransi Adalah Kekuatan Kita Dalam Membangun Bangsa

0
166

Oknews.co.id – Manggarai Barat, Forum Kerukunan Umat  Beragama  ( FKUB )  kota Malang  melakukan study komparasi  di Pulau Komodo Manggarai Barat  Nusa Tenggara Timur , Rabu (21/10/20 ).

Peserta  Study Komparasi  terdiri dari dewan penasehat dan  anggota FKUB kota Malang  serta  didampingi forpimda kota Malang . Rombongan dari kota Malang ini disambut dengan hangat oleh  Bupati Manggarai Barat Agustinus Dula di  aula pendopo kabupaten Manggarai Barat.

Dia menyampaikan  rasa senang  dan bangganya atas kunjungan tersebut, dia merasa sangat bersyukur penerbangan sudah mulai aktif dengan penumpang yang banyak ,

”ini menunjukkan perekonomian mulai tyerangkat lagi setelah beberapa bulan terpuruk akibat covid – 19 , tuhan maha bijaksana dan maha baik  sehingga pulau Jawa dan pulau Flores dilindungi dari wabah  covid – 19 ,”tuturnya.

Kepada  rombongan study komperatif  Agustinus juga memaparkan dengan gamblang terkait potensi alam di Manggarai Barat, Menurutnya  jika dilihat dari peta, Komodo merupakan gambaran utuh wilayah Flores dari ujung barat sampai ujung timur.”Coba perhatikan baik –baik  peta Flores ini ujung mulut kepalanya itu Manggarai Barat ekornya itu Flores Timur,” tuturnya.

Agustinus menyampaikan  Manggarai Barat kini sedang berbenah menuju kota wisata super premium , sebagai kepala daerah  dia memgatakan  Manggarai  Barat sangat luar biasa , selain Komodo yang menjadi Ikon Manggarai Barat   yang  sejak tahun 2011 merupakan salah satu 7 keajaiban dunia  dan  Labuan Bajo  yang sangat mempesona dengan usia kabupaten yang relatif sangat muda 17 tahun.

Karena itu dia mengapresiasi kunjungan tersebut selain juga karena pertimbangan  kehidupan beragama dimana dari Flores Barat sampai Timur 80 persen penganut agama katolik .  Agustinus juga mengenalkan objek – objek wisata menarik lainnya yang bisa dinikmati, “Sekali lagi saya sampaikan banyak terimakasih atas kunjungan bapak Ibu,  saya berharap Bapak Ibu bisa menyempatkan menikmati keindahan pulau Komodo ini setelah agenda  utama bersama FKUB Manggarai Barat,” pintanya.

Sementara itu DR  Mohtar  H  Zawawi, wakil ketua dewan penasehat FKUB Kota Malang  menyampaiaksalam  salam  SENYUM ( Sehat Nyaman  dan Maju ) dari kota Malang , Dia menyampaikan  terkesimanya  begitu landing karena keelokan labuan Bajo.

” Kami ingin ngangsu kaweruh terkait  merawat toleransi  kehidupan beragama di sini selain juga ingin mengetahui strategi dalam pengembangan pariwisata di sini,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh KH Ahmad Taufik Kusuma  Ketua FKUB Kota Malang atas kebanggaan pada Labuan Bajo yang sudah mendunia,

“Melihat Manggarai Barat adalah simbol keharmonisan Umat Beragama, di Labuan bajo  Manggarai barat ini kami menemukan sesuatu yang berharga yaitu Toleransi adalah kekuatan dalam Membangun Wilayah di Nusantara ini, keberagaman melahirkan soliditas dalam membangun”

Usai sharing dengan bupati rombongan diantar beberapa pengurus FKUB Manggarai Barat menuju kantor FKUB .  Setiba di sana, rasa hangat langsung menerpa berkat sambutan dari warga. Kami disambut dengan tarian Gong Gendang atau yang juga dikenal dengan nama Tari Congka Sae.

 

Congka Sae adalah tarian khas daerah Manggarai. Congka berarti menari atau tarian, sementara Sae adalah salah satu jenis tarian yang identik denagn keserasian antara hentakan kaki dan ayunan tangan penari.

Tarian Congka Sae mengajak untuk bersyukur dan bersuka cita sehingga biasanya dipentaskan saat acara syukuran, seperti musim panen, tahun baru, hingga pembukaan lahan baru. Tarian yang menggambarkan kehangatan sikap orang Manggarai tersebut juga kerap diperlihatkan saat menyambut tamu.

Agenda dilanjutkan dengan diskusi dan sharing bersama seluruh anggota FKUB kota Malang dan Manggarai Barat dengan penug keramahan dan keakraban hingga tidak terasa hari menjelang senja diiringi rintik hujan  semakin menambah  kesejukan suasana.

Penulis: Uzlifah

Editor: Baba Barry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.