Ghibah, Perkara yang Belum Bisa Dihindari dalam Kehidupan Sehari-hari

0
83

Oknews.co.id – Malang, 8 Mei 2019. Bersosialisasi atau hanya sekedar ” Berbincang-bincang” dengan tetangga atau bermasyarakat itu perlu dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi manusia dikatakan sebagai makhluk sosial tentunya saling membutuhkan.

Bentuk interaksi kecil yang paling sering dilakukan oleh masyarskat yakni berkumpul atau bertamu dan kemudian ” mengobrol”.Hal ini lebih sering dilakukan oleh ibu-ibu atau kaum wanita. Namun secara sadar atau tidak sadar dalam obrolan tersebut hanya untuk ghibah terhadap orang lain. Dalam islam, ghibah atau gosip diartikan sebagai kegiatan membicarakan orang lain, baik itu perilaku atau hal negatif lainnya.

Perlu diketahui bahwa Ghibah atau gosip sangat dilarang dalam agama, terutama kita umat islam. Ada 4 hal dari beberapa bahaya Ghibah dalam pandangan islam yang wajib kita ketahui, antara lain sebagai berikut:

1. Menghilangkan pahala

semua perilaku yang dilarang oleh agama akan menghilangkan pahala dan menambah dosa, ghibah salah satunya. Banyak penceramah atau guru agama selalu memberi nasihat bahwa orang yang melakukan ghibah, maka pahala yang ada pada diri orang tersebut akan berpindah pada orang yang digosipka.

2. Gosip atau ghibah lebih keras daripada zina.

salah satu hadist menjelaskan bahwa ” Ghibah itu ( dosanya) lebih berat dari ( dosa) zina. Ditanyakan (pada nabi) : bagaimana mungkin? Nabi menjawab : lelaki yang berzinah lalu bertaubat, maka Alloh akan menerima taubatnya. sedangkan pelaku ghibah, dosanya tidak akan diterima. kecuali ia di maafkan oleh yang di ghibai. (HR. Tabrani)

3. Ghibah bisa putuskan ukhuwah.

perbuatan ghibah dengan membicarakan yang belum pasti kebenarannya, maka pasti korban ghibah tersebut akan merasa kesal dan bahkan tersakiti. Hal ini yang bisa memicu putusnya ukhhuwaha atau tali silatuhrahmi.

4. Alloh SWT akan mengurung di dalam lumpur keringat ahli neraka.

Naudzubillah, semoga kita dijauhkan dari hal tersebut yang merupakan suatu ancaman besar, sebagaimana yang di jelaskan oleh HR.Ahmad dalam hadistnya tersebut diatas.
Dari beberapa penjelasan diatas, semoga bisa menjadi pedoman bagi kita dalan berkehidupan di dunia ini yang penuh dengan tantangan dan ujian. Dan perlu di ingat bahwa Alloh lah yang mengetahui seberapa besar kesalahan kita, besarnya dosa, serta hukuman apa yang pantas kita terima. ( siti arofah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.