Giving

0
84

Oleh : Bambang Kuswandi

Alkisah, ada seorang wanita cantik bergaun dan berasesoris mahal, dengan mobil mewahnya ia datang menemui seorang psikiater dan mengeluh kepadanya bahwa dia merasa seluruh hidupnya hampa tak berarti, dia begitu merasa kesepian dan hidupnya tertekan.

Mendengar keluhan wanita kaya itu, maka si psikiater memanggil seorang wanita tua yang biasa membantunya membersihkan rumah dan berkata kepada si wanita kaya, ”Saya akan menyuruh Mbak Jum di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya.”

Si wanita tua meletakkan gagang sapunya dan duduk di kursi dan menceritakan kisahnya, “Baiklah, suamiku meninggal akibat penyakit paru dan tiga bulan kemudian anak tunggalku tewas akibat kecelakaan. Saya tidak punya siapa-siapa lagi, karena saya telah kehilangan segalanya. Saya tidak bisa tidur, tidak bisa makan, bahkan tidak pernah tersenyum kepada siapapun, bahkan saya pernah berpikir untuk mengakhiri hidup saja…

Sampai suatu sore seekor anak kucing mengikuti saya pulang. Sejenak saya merasa kasihan melihatnya. Karena cuaca hujan dan dingin di luar, jadi saya untuk memutuskan membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberikannya susu dan anak kucing itu minum sampai habis. Lalu si anak kucing itu bermanja-manja di kaki saya dan untuk pertama kalinya saya bisa tersenyum…

Sesaat kemudian saya berpikir bila membantu seekor anak kucing saja bisa membuat saya tersenyum, maka mungkin melakukan sesuatu bagi orang lain akan membuat saya bisa bahagia.

Maka di esok harinya saya membuat kue untuk saya berikan kepada tetangga yang terbaring sakit di tempat tidur.

Sejak saat itu, tiap hari saya mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada setiap orang. Hal itu membuat saya bahagia tatkala melihat orang lain bahagia. Hari ini, saya tak tahu lagi apa ada orang yang bisa tidur dan makan lebih baik dari saya. Saya telah menemukan kebahagiaan dengan memberi.”

Ketika si wanita kaya mendengarkan hal itu, menangislah dia.

Dia memiliki segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang namun dia kehilangan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang, yaitu kebahagiaan.

Sahabat…
Bahagia itu sederhana tersenyum bersama dan berbagi suka bersama akan menjadi hal terindah dalam hidup ini..

Ketika kita berhenti mengeluh, itu tandanya kita sudah belajar hal sederhana, yaitu kesabaran dan syukur…

Bahagia yang sesusungguhnya adalah tidak menyakiti diri kita dan orang lain…

Semoga Ramadhan kali ini mengajarkan kita aturan hidup bahagia yaitu kita akan mendapat kebahagiaan ketika kita memberi dan membantu orang lain… Semoga bermanfaat…

Life is so beautiful

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.