Gus Sholah: Khofifah Bagus, Mampu, Cerdas, dan Pekerja Keras

0
408

Oknews.co.id, Jombang – Mendekati Pilgub Jatim 2018 sejumlah nama muncul ke permukaan. Antara lain Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPRD Halim Iskandar, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) dan sebagainya.

Terkait munculnya nama Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat mendapat tanggapan dari Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Salahudin Wahid (Gus Solah).

Gus Solah yang juga adik kandung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini bahkan menyatakan setuju Khofifah benar-benar maju dalam Pilgub Jatim. “Saya setuju kalau Khofifah maju (menjadi calon),” ujarnya, Sabtu (27/5/2017).

Gus Solah menyadari muncul banyak nama selain Khofifah. Menurutnya di antara nama-nama yang sudah beredar, Risma dan Azwar Anas dinilai Gus Solah paling berpengalaman dan mampu menjadi kepala daerah.

“Itu karena keberhasilannya mereka dalam memimpin daerahnya masing-masing. Meski begitu, Khofifah tokoh yang cerdas dan pekerja keras yang mampu menjadi pemimpin,” tandas Gus Solah.

Menurutnya, Risma dan Azwar Anas memiliki rekam jejak sebagai kepala daerah yang bagus. “Khofifah memang belum pernah jadi kepala daerah. Tapi rekam jejaknya sebagai menteri bagus. Sebagai ketua umum ormas besar (Muslimat NU) dia mampu, dia cerdas, pekerja keras,” ujar Gus Solah.

Terkait dukungan kiai sepuh NU Jatim agar PKB mengusung Gus Ipul sebagai Cagub, serta supaya kekuatan NU bersatu untuk mengusung calon dari NU, Gus Solah hanya menanggapi santai. “Ya, dan Khofiah memang bukan dari NU. Karena dia itu Muslimat,” ucapnya.

Meski begitu, Gus Solah sepakat gubernur Jatim selanjutnya benar-benar dari kader NU. “Memang layak, karena warga Jatim mayoritas NU. Seharusnya dari dulu (gubernur Jatim dari NU). Cuma karena berbagai faktor, belum terwujud,” ungkapnya.

Menurut Gus Solah, untuk menjadi pemimpin, baik bupati, gubernur, presiden, perusahaan, menteri, maupun lainnya harus memenuhi beberapa syarat. Diantaranya memiliki visi yang baik, menguasai permasalahan dengan baik, dan bisa menyusun misi yang baik.

“Dia juga harus memiliki kemampuan mengeksekusi, menjalankan tugasnya yang baik. Diikuti dengan integritas tinggi. Itu semua bisa dilihat dari rekam jejaknya. Tapi karena ini pemilihan langsung, ada unsur baru yaitu disukai rakyat atau tidak,” pungkasnya.(HK)