HAM, Dimanakah Kini

0
93

Oknews.co.id – Jakarta, Secara etimologi, kata “hak” merupakan unsur normative yang berfungsi sebagai pedoman perilaku, melindungi kebebasan, kekebalan serta menjamin adanya peluang bagi manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya.

Kata “asasi” berarti yang bersifat paling mendasar yang dimiliki manusia sebagai fitrah, sehingga tak satupun makhluk dapat mengintervensinya apalagi mencabutnya. Misalnya, hak hidup sebagai hak dasar yang dimiliki  manusia, sehingga tak satupun manusia ini memiliki kewenangan  untuk mencabut kehidupan manusia yang lain.

Menurut John Locke, seorang ahli pikir di bidang ilmu negara berpendapat bahwa hak-hak asasi manusia adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan sebagai hak yang kodrati. Ia memperinci hak asasi manusia sebagai berikut :

 

  1. Hak hidup (the right of life)
  2. Hak kemerdekaan (right to liberty)
  3. Hak milik (right to property)

Konsep hak asasi manusia terus mengalami transformasi. Pada tanggal 6 Januari 1941, Franklin Delano Roosevelt memformulasikan 4 macam hak-hak asasi manusia (the four freedoms) di depan Kongres Amerika Serikat, yaitu :

 

  1. Bebas untuk berbicara (freedom of speech)
  2. Bebas dalam memeluk agama (freedom of religion)
  3. Bebas dari rasa takut (freedom of fear)
  4. Bebas terhadap suatu keinginan/ kehendak (freedom of from want)

hak-hak asasi manusia yang terdapat dalam The Universal Decaration of Human Rights dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu :

  1. Yang menyangkut hak-hak politis dan yuridis
  2. Yang menyangkut hak-hak atas martabat dan integritas manusia
  3. Yang menyangkut hak-hak sosial, ekonomi, dan budaya

Di Indonesia, hal ini ditegaskan dalam UU No. 39/1999 tentang hak asasi manusia, yang mendefinisikan hak asasi manusia sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

 

Kita dapat menarik kesimpulan bahwa hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Tuhan yang harus dihormati, dijaga, dan dilindungi oleh setiap individu, masyarakat, atau negara. Kasus 21-22 Mei yang barusan merupakan tamparan telak bagaimana HAM ini diabaikan secara nyata (nuha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.