Harmoni dan Kualitas Diri (Seri-1 Kajian Jamaah Masjid TPI Nurul Huda Malang Jawa Timur)

0
34

Oleh : Nugraha Hadi Kusuma

Secara kodrati manusia adalah makhluk Allah SWT yang terbaik, dengan bentuk yang paling sempurna (ahsanu taqwim). Dengan dibekali akal budi, manusia tampil di dunia ini menjuadi khalifah, yang berperan mengelola bumi ini, dan mengaturnya sesuai dengan tuntunan Allah SWT.

Dengan akal budi itu pula manusia tampil berbeda dengan makhluk lainnya di muka bumi ini. Akan tetapi dengan karunia Allah SWT yang sangat istimewa itu ia dibebani amanah yang berat, yaitu agama. Islam, dalam konteks agama di sini berperan mengisi jiwa manusia dan menuntunnya, agar ia selain mampu mengelola kehidupan alam semesta ini berdasarkan prinsip-prinsip ilahiyah, juga bagi dirinya akan semakin meningkatkan kualitas hidupnya bagi kemaslahatan hidupnya maupun masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Dimensi ajaran Islam yang memberikan bobot seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat, akan semakin terbukiti benar, jika ditampilkan lewat perilaku umatnya dalam kehidupan ini dengan berupaya semakin meningkatkan kualitas hidupnya. Hal itu berarti bahwa dalam kehidupan ini seseorang tidak hidup sendirian, tetapi ia berteman, bertetangga, bahkan jauh ke luar batas-batas yang formal, karena Islam tidak membedakan warna kulit, ras, golongan.

Maka selaku individu, ia harus tampil dengan pola hidup ke-Islaman yang telah menggariskan prinsip-prinsip hidup bermasyarakat yang sangat baik, penuh toleransi. Toleransi dalam prinsip yang digariskan Islam itu sebenarnya jauh merambah luar batas-batas yang sempit, karena umat Islam telah diberikan pedoman untuk senantiasa menghormati setiap orang yang bermaksud baik. Apakah juga dalam Tahun Kunjungan Wisata 1991 ini pun umat Islam harus menerima dengan penuh penghargaan? Itulah keleluasaan ajaran Islam, mampukah kita menjamu, mereka dengan suguhan-suguhan tamadun Islam?

Jika Islam selalu menggariskan bahwa tampilnya kedunia ini adalah rahmatan lil alamin, maka sebenarnya betapa luas dan dalamnya kandungan ajaran Islam yang diwahyukan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an ituy. Karena itulah, mengkaji isi kandungan Kitab Suci Al-Qur’anul Karim adalah mutlak perlu. Dan itu berarti tantangan bagi siapa saja yang bermaksud meningkatkan kualitas hidupnya selaku umat nabi Muhammad SAW, baik bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat, maupun bagi negara.

Editor : Haqi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.