Inilah Kronologis Pengusiran Daurah Muhammadiyah dari Karimun Jawa

0
2805
Pengurus ITMAM memberikan penjelasan kepada kepolisian

Oknews.co.id, Karimun Jawa

Daurah Tahfidzul Qur’an program dua bulan dengan target hafal 30 juz di Karimunjawa, Jepara akhirnya hari ini Jum’at (8/9) dibubarkan. Agenda ini diselenggarakan Ittihadul Ma’ahid Muhammadiyah (ITMAM / Persatuan Pondok Pesantren Muhammadiyah).

Peserta berjumlah 47 santri siang ini sudah menyeberang dari Pulau Karimunjawa ke Jepara. Mereka akan memindahkan lokasi ke Tawangmangu, Karanganyar.

Hari Rabu kemarin acara ini diprotes massa untuk dibubarkan. “Ancaman pembubaran tersebut disampaikan malam Kamis. Pihak Kecamatan Karimunjawa dan pihak NU menemui panitia untuk membubarkan kegiatan ini. Atas ancaman tersebut, ITMAM diberi tenggang waktu sepekan”, lanjut Ustadz Yunus.

“PDM Jepara sudah melobi ke PCNU Jepara, tapi semua dikembalikan ke PAC NU Karimunjawa. Kemudian setelah menemui PAC NU Karimunjawa, dikembalikan lagi ke PCNU Jepara. Jadi semua saling lempar-lemparan”, ujar Gardana, PDM Jepara.

“Di Karimunjawa ada banyak bangunan tanpa IMB, yang penggunaannya bahkan juga kemungkinan besar tanpa ijin. Seperti private party dengan konsumsi komoditi yang hampir dapat dipastikan, diperjual-belikan dengan melanggar peraturan perdagangan yang ada”, ujar Satria, salah satu warga.

“Berlipat-lipat maksiat ada di sana, tak satupun yang perizinannya dipermasalahkan. Mereka buta terhadap kebatilan, tapi sok taat hukum untuk membubarkan kegiatan menghafal Al Qur’an dan mengusir para penghafal Al Qur’an. Ini memang fakta. Tidak dibuat-buat”, lanjutnya.

Kronologi Kejadian

 

Ittihadul Ma’ahid Muhammadiyah (ITMAM / Persatuan Pondok Pesantren Muhammadiyah) sejak Senin (4/9) mengadakan Daurah Tahfidzul Qur’an program dua bulan dengan target hafal 30 juz. Sebelumnya Daurah Tahfidzul Qur’an angkatan I – VIII diadakan di Tawangmangu. Untuk Daurah Tahfidzul Qur’an angkatan IX kali ini diadakan di Karimunjawa, Jepara.

“Pembukaan acara Daurah Tahfidzul Qur’an dihadiri oleh Pengurus ITMAM, Khoirul Anwar dari Babinsa KORAMIL Karimunjawa, dan Susilo dari POLSEK Karimunjawa. Peserta daurah berjumlah 47 santri dari berbagai Pondok Pesantren seluruh Indonesia”,ucap Ketua ITMAM, Ustadz Yunus Muhammadi.

Tapi kini ternyata kegiatan Daurah Tahfidzul Qur’an yang diadakan oleh Muhammadiyah ini diancam hendak dibubarkan oleh kelompok tertentu dengan alasan gedung-gedung yang digunakan untuk berkegiatan itu belum memiliki IMB. “Ancaman pembubaran tersebut disampaikan tadi malam Rabu 6 Sepetember 2017, saat bertemu dengan pihak Kecamatan Karimunjawa dan pihak NU. Atas ancaman tersebut, ITMAM diberi tenggang waktu sepekan”, lanjut Ustadz Yunus.

Beberapa bulan yang lalu, Yayasan Bina’ Muwahidin yang berkedudukan di Surabaya menghibahkan beberapa unit bangunan (cikal-bakal pondok pesantren) kepada Muhammadiyah. Oleh Muhammadiyah, optimalisasi dan maksimalisasi atas pemanfaatan fasilitas tersebut dipercayakan kepada ITMAM.

Kehadiran Yayasan Bina’ Muwahidin dengan segala rencana kiprah dakwah Islamnya di Karimunjawa rupanya mendapat respon negatif dari pihak-pihak yang sekarang ini. Mengapa warga menolak kehadiran Yayasan Bina’ Muwahidin ? Karena Yayasan Bina’ Muwahidin dianggap hendak menyebarkan paham wahabi di Karimunjawa. Ketua Yayasan Bina’ Muwahidin telah membantahnya. Maka sebagai penyelesaiannya, Yayasan Bina’ Muwahidin menyerahkan fasilitas tersebut kepada Muhammadiyah, agar tak terbengkelai.

Atas ancaman tersebut, pihak Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jepara sedang melakukan pendekatan-pendekatan ke berbagai pihak. Pak Asep selaku wakil dari PDM Jepara meminta kepada seluruh warga Muhammadiyah dan penyelenggara Daurah tetap tenang menjalankan kegiatan seperti bisa. Ustadz Yunus Muhammadi memohon doa kepada seluruh warga Muhammadiyah agar tetap tenang, jernih, dan elegan dalam menyikapi perkara ini.

Peserta Daurah Tahfidzul Qur’an berjumlah 47 santri Jum’at (8/9) siang sudah menyeberang dari Pulau Karimunjawa ke Jepara. Mereka akan pindah lokasi ke Tawangmangu, Karanganyar.

Salah satu santri mengungkap bahwa mereka terusir dari Karimunjawa karena ditolak warga setempat karena alasan dituduh wahabi. “Saya santri dari Makassar, kami terpaksa meninggalkan dari daurah karena kami dituduh wahabi”, ujar santri dari Makassar.

Saat ini para santri sudah berangkat menuju ke Karanganyar untuk melanjutkan program Tahfidzul Quran selama 2 bulan. Mudah-mudahan segera kondusif.  Media – media mencoba bikin alibi pembalikan fakta, semoga Allah memberikan hidayahnya.

Suasana Pembukaan Daurah Tahfidzul Quran ITMAM

(Uzlifah/Sang Pencerah/ITMAM)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.