Jadilah Inspiratif Melalui Sekolah Kartini

0
162
Uzlifah bersama para peserta Sekolah Kartini

Oknews.co.id-Malang, Setiap perempuan punya peluang sangat besar untuk menjadi sosok inspiratif, motivasi tersebut disampaikan Uzlifah, SS. ketua perempuan Inspiratif kota Malang pada peserta Sekolah Kartini yang diselenggarakan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk  dan Keluarga Berencana  di gedung Taman Pengasuhan Anak Islamic Global School  Jl Supriadi 35 Malang (4/10/20).

Perempuan  merupakan makhluk hidup ciptaan Allah yang sangat unik, kuat dan sangat istimewa, sesuai kodratnya perempuan mempunyai tugas yang tidak bisa  digantikan oleh pasangan hidupnya yaitu kaum laki-laki. Melahirkan dan menyusui misalnya , untuk itu dalam  proses hidup dan kehidupan telah  menyuguhkan banyak  fakta bahwa perempuan itu sangat kuat sekali disamping kelembutan  hati yang dimilikinya.

Uzlifah, Perempuan Inspiratif kota Malang

Juara I Perempuan Inspiratif kota Malang 2019 itu menyampaikan seringkali para perempuan itu tidak menyadari akan potensinya ,” karena itu tugas kita semua untuk saling menguatkan, saling mendukung  dan saling mengingatkan”, ujarnya.

Menurutnya inspiratif itu tidak hanya  mengubah persepsi dan cara pikir orang yang ada di sekitarnya saja, tapi juga dunia. Orang yang inspiratif seolah bisa merasuk  menhipnotis pikiran kita, sehingga kata- katanya senantiasa akan teringat terus. ” Inspirasi itu lahir dari perempuan yang tangguh, sebagai perempuan tidak hanya memiliki aktivitas di dapur, sumur dan kasu saja , akan tetapi harus bisa menjadi teladan  dan menginspirasi   semua anggota keluarga”.

Sedangkan bagi yang karir di luar rumah, tentu wajib  bisa mensinergikan antara aktivitas di luar dengan keluarga, ” Tidak mudah memang menjadi inspirasi bagi yang lain sebelum kita  bermanfaat bagi sesama dan bisa mengispirasi diri sendiri.

Dia memaparkan beberarapa tokoh perempuan yang sangat Inspiratif , selain Kartini pada 1879 -1904 yang telah mengubah  cara berfikir  yang kolot yang hanya berkutat pada kasur, dapur dan sumur  ke ranah publik.  Nyai Walidah pada tahun 1872 -1946 yang telah meletakkan dasar -dasar perempuan berkepribadian dan berpendidikan , pencetus pendidikan Taman Kanak -Kanak , tingkat pendidikan yang mendasari karakter dan kepribadian anak.

Dewi Sartika pada tahun 1884 – 1947, telah memprakarsai para perempuan dalam berbagai bidang . Rasuna Said pada tahun 1910 -1965, sosok juernalis perempuan yang menegaskan bahwa perempuan harus punya peran di bidang politik.” Dan yang selanjutnya adalah kita semua  potensi apa yang ada pada diri kita masing – masing   yang bisa kita kembangkan untuk mengispirasi keluarga , lingkungan dan masa depan  masyarakat luas”.

Aktivis Aisyiyah itu menegaskan bahwa perempuan harus mampu memahami diri terkait dengan memahami problematika yang meliputi; ketidak percayaan diri, tidak mau belajar, susah beradaptasi, beban kehidupan yang berat dan terjebak pada keadaan lingkungan yang buruk. Selain itu dia juga menyampaikan terkait dengan memahami potensi yang meliputi ; kekuatan iman dan spiritualitas, perempuan makhluk yang unik, ada keluarga dan jejaring, semangat kerjasama serta inisiatif dan tekad.

Pimred Oknews.co.id. itu menyampaikan untuk menjadi inspiratif ada 5 langkah yang harus dilalui; berani bermimpi  dan berbuat, percaya diri, mandiri, shaliha dan manfaat,” Yang kelima mulailah melangkah dari sekarang,” tegasnya.

Sesi Foto Bersama

Sementara itu  Dra Ani Rahmawiyati MSi, Kabid  Pemberdayaan Perempuan  Dinas Sosial P3AP2KB mengharapkan Sekolah Karini tersebut akan menghasilakan sosok – sosok kartini baru yang mampu menciptkan keluarga unggul untuk menunjang pembangunan manusia kota Malang. Sekolah Kartini tersebut diikuti 40 peserta dengan 10 kali pertemuan.

“Alhamdulillah akhirnya Sekolah Kartini ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses, meski harus  dikurangi pertemuannya yang seharusnya 17 kali menjadi 10 kali karena adanya pandemi covid-19 ini, saya yakin semua peserta akan menjadi yang terbaik dan mampu menginspirasi  di lingkungan keluarga masing- masing dan masyarakat, ” tutur Ani.

Penulis : Syarifuddin

Editor : Baba Barry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.