Kebangkitan Komunisme/Sosialisme Hanya Sekedar Halusinasi Dalam Menyikapi RUU HIP

0
174

Oknews.co.id – Orang takut akan sesuatu hal dan ketika ketakutan itu menguat maka sesuatu itu akan lebih tampak nyata, begitulah halusinasi bekerja. Saya adalah orang yang paling percaya bahwa komunisme dan sosialisme sudah mati dan tidak bisa berkembang di negara bagian ketiga termasuk di Indonesia. Kenapa demikian karena yang seharusnya dalam teori marxisme negara dunia ketiga yang lebih banyak buruh dan pekerja dapat menumbuhkan sifat kolektif komunal sebagaimana engel mengatakan kepada karl mark dalam teori perlawanan kelas ternyata tidak berkembang. Walaupun menggunakan sosialis fasisme yang di pegang Korea Utara dan kuba lambat laun juga akan mengalami keruntuhan. Cina pun juga demikian walaupun di Cina menganut sistem ekonomi liberal tetap pemerintahan China menggunakan sentralistik komunis.

Masa masa reformasi itu adalah masa dimana semua orang mendapatkan kebebasan akses untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan. Mahasiswa yang kritis seolah-olah mendapatkan pengetahuan baru yang dulunya dianggap tabu seperti sosialisme dan komunisme. Orang-orang yang terdahulu tidak mendapatkan haknya untuk berbicara atas segala kekerasan HAM yang terjadi di pada tahun awal orde baru berkuasa mulai angkat bicara menginginkan hak-haknya terpenuhi. Rekonsiliasi antara pelanggar HAM dan korban sedikit-sedikit diadakan.

Banyak orang mulai bertanya apakah ini ini awal dari kebangkitan? tidak ada kebangkitan komunisme di Indonesia yang ada adalah euforia berlebihan dari kebangkitan kebebasan berekspresi. Akar komunisme di Indonesia sudah mati, sementara kebangkitan komunis tanpa indukan atau patron tidak pernah dimanapu itu apalagi di Indonesia.

Membentengi kita dari ajaran komunis bukan berarti kita menutup segala informasi yang berhubungan dengan komunis karena semakin tertutup maka akan semakin misteri dan misteri akan selalu dicari. Mister ini membuat halusinasi…,
Alasan kuat presiden Abdurrahman Wahid melontarkan opini untuk mencabut Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 Tahun 1966 adalah untuk tahu seberapa kuatkah akar orde baru itu tertanam. Dan ternyata terlihat bawah halisunasi yang tertanam sangat kuat. bukankah semakin kita banyak mempelajari ideologi berarti kita juga akan banyak mendapatkan kelemahannya informasi kelemahannya?
Bukankah ketika kita mengatakan bubarkan PKI, anak-anak muda akan mencari tahu apa itu PKI?

Hari ini kita mendengar lagi tentang penolakan ideologi komunis karena akan akan disahkannya RUU HIP. Sebagai orang yang menganut paham libertarian saya tentu menolak RUU HIP karena RUU ini jelas mendangkalkan Pancasila sebagai ideologi bangsa. banyak orang-orang Islam garis keras menolak RUU HIP mula-mula Saya sangat senang sekaligus bingung atas pernyataan sikap mereka yang menolak itu namun setelah saya telusuri ternyata ada maksud tertentu dalam penolakan itu yang sebenarnya ingin memasukkan Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 Tahun 1966. Mereka juga menganggap bahwa RUU HIP sebagai upaya untuk membangkitkan komunisme lagi.

Upaya membangkitkan komunisme melalui RUU HIP adalah sesuatu yang tidak mungkinkarena alasannya ideologi Pancasila itu adalah ideologi yang bisa diterima oleh segala bangsa tidak hanya Indonesia, Pancasila melebihi harapan masyarakat komunal dalam sosialisme, liberalisme. Dan tentu pancasila tidak bertentangan dengan nilai2 libertarianisme.

Saya mohon kepada kawan-kawan untuk tidak berteori konspirasi dan berteori yang tidak memberikan kontruksi pemikiran lebih baik.

Penulis : Linggar Zati

Editor : DKI

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.