Keluarga Samawa ( Kultum seri-4)

0
43

Oknews.co.id – Malang,  Pada kesempatan yang berbahagia ini saya selaku khatib mengajak para jama’ah, juga diri saya sendiri, untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, dengan selalu mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya.

Semua umat manusia tentu menginginkan kehidupan yang bahagia di dunia dan kesejahteraan di akhirat. Allah SWT menciptakan manusia tak lain untuk menjadi khalifah, pemelihara, pengelola alam semesta ini dengan segala isinya sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Baqoroh ayat 30 :

Artinya :

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi”

Karena manusia ditugaskan sebagai pengelola dan penguasa di bumi, maka Allah SWT berkenan memberikan bentuk tubuh yang sempurna dan kemudian diberi kelebihan dari makhluk-makhluk lain, yaitu akal. Ayat tersebut diatas berkaitan dengan penciptaan nabi Adam AS, sebagai manusia, khalifah Allah SWT yang pertama di bumi ini.kemudian Allah SWT tidak membiarkan nabi Adam AS hidup seorang diri. Maka diberikannya seorang isteri sehingga hatinya tentram, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ar-Rum ayat 21 :

Artinya :

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah Ia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Dengan demikian, maka sejak nabi Adam AS  dinikahkan dengan Hawa, terbentuklah sebuah keluarga, sebuah masyarakat yang terkecil. Masyarakat yang terdiri dari seorang suami dan seorang isteri, yang kemudian akan berkembang setelah putera dan puterinya lahir. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-nisa’ ayat 1 :

Artinya :

Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Allah, yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.

Perkawinan adalah kebudayaan yang paling tua, dan sejak perkawinan terjadi, maka masalah rumah tangga mulai berkembang, mulai dari yang sederhana, kemudian menjadi kian memuncak dan beragam sesuai dengan perkembangan peradaban dan kemajuan manusia itu sendiri.

Suami dan isteri mempunyai peran yang harus dipegangnya, lebih-lebih pada zaman sekarang, di mana keduanya harus mampu berperan dalam kehidupan rumah tangga yang harmonis serta mampu berperan dalam kehidupan rumah tangga yang harmonis serta mampu berperan dalam mengikuti perubahan dan perkembangan zaman.

Menurut seorang guru besar wanita terkemuka dari Mesir yakni Dr. Nikmat Fuad, antara lain mengemukakan bahwa peranan isteri pada zaman sekarang tidak akan dapat lagi mempunyai peran seperti zaman lampau yang cukup berhias, bekerja sebagai ibu rumah tangga, serta melahirkan anak semata. Tetapi isteri modern haruslah meningkatkan diri sebagai Shadieq.

Shadieq yang dimaksud di sini adalah sebuah peran yang sangat penting sebagai sahabat yang sangat akrab dalam segala hal, baik dalam keadaan suka maupun duka, bukan sahabat bila suami mempunyai uang, kalu sudah bangkrut suami dicampakan.

Kemudian peran kedua sebagai samier, yaitu kawan dalam senda gurau, bercengkrama saling menghibur untuk melepaskan ketegangan dan kepenatan setelah bekerja sepanjang hari.

Peran ketiga adalah syarieq, yaitu mitra terpercaya dalam hal pengelolaan keuangan dan ekonomi rumah tangga, karena cukup atau tidaknya biaya hidup rumah tangga ada di tangan isteri.

Peran keempat adalah sebagai rafieq, yaitu pendamping suami menjadi teman tawa dalam suka dan penghibur di kala duka. Disamping peran tersebut, maka isteri juga bertugas menyiapkan generasi penerus, generasi baru. Istilah yang melahirkan, menyusui, membesarkan, dan membinanya, sehingga generasi baru tersebut akan menjadi penerus yang dapat diandalkan baik fisik maupujn mentalnya.

Jamaah yang berbahagia!

Bagi seorang pria yang mempunyai isteri yang digambarkan oleh Dr. Nikmat Fuad, maka pria itu akan mendapatkan sahabat dan teman dalam semua keadaan dan cuaca, dan kemudian menghasilkan penerus yang sehat dan dapat diandalkan sedangkan menurut Rasulullah SAW seorang wanita akan dinikahi kalau memenuhi syarat antara lain sebagaimana sabdanya dalam sebuah hadist :

Artinya :

Wanita itu dinikahi karena empat alasan yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka carilah wanita yang kuat agamanya supaya engkau bahagia (HR. Bukhori-Muslim)

Sedangkan anjuran Rasulullah SAW dalam memilih isteri sangat menekankan pemilihan pada wanita yang kuat agamanya sebagaimana sabda beliau yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah :

Artinya :

Janganlah kamu kawini wanita karena kecantikannya karena mungkin kecantikannya itu akan luntur, jangan kamu kawini wanita karena hartanya, karena dengan kekayaannya dia akan durhaka, tapi kawinilah wanita atas pertimbangan agamanya.

Jamaah yang berbahagia!

Setelah rumah tangga terbentuk, kegiatan yang sangat penting adalah memelihara dan membina lembaga perkawinan tersebut, sehingga terciptalah keluarga sejahtera. Begitu akad nikah sepasang manusia, terbentuklah sebuah keluarga dan rumah tangga baru. Sejak saat itulah suami isteri mempunyai tugas membina hubungan harmonis, Islam memberikan patokan :

Pertama     : Islmam meletakkan prinsip bahwa suami dan isteri memiliki martabat dan kedudukan yang sama, sebagai manusia, hamba Allah SWT.

Kedua         : Islam mengajarkan bahwa kehidupan rumah tangga, hubungan suami isteri saling melengkapi dan saling mengisi. Saling mengingatkan jika salah satu kelupaan, dan memahami kelebihan dan kekurangan lain pihak.

Ketiga         : Islam sangat menekankan kepada suami isteri untuk menciptakan pergaulan yang baik, memberi contoh akhlaq yang baik, dan kemudian menurunkannya pada anaknya di kemudian hari.

Keempat     : Islam sangat menekankan penciptaan suasana keagamaan dalam kehidupan rumah tangga,.

Tanpa suasana keagamaan dalam rumah tangga, maka suasana yang ada hanyalah kegersangan. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW :

Artinya :

Peumpamaan yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak pernah disebut nama Allah di dalamnya adalah ibarat orang yang hidup dan orang mati. (HR. Bukhori-Muslim)

jamaah yang dimulyakan Allah!

Allah SWT sangat menyayangi umat manusia, memberikan arahan yang sangat tepat supaya sebuah keluarga menurunkan generasi yang lebih tangguh, sebagaimana bunyi surat An-Nisa’ ayat 9 :

 

Artinya :

Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang orang-orang yang seandainya mninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Dari firman Allah SWT tersebut maka untuk mengupayakan keturunan yang lebuh tangguh jasmani dan rohaninya, maka kepala keluarga mempunyai tanggung jawab antara lain :

  1. Membekali dengan pendidikan.

Orang tua membekali anak-anaknya dengan pendidikan umum maupun agama, dalam rangka mencerdaskan dan membentuk kepribadian anak.

  1. Menjaga kesehatan.

Pentingnya faktor kesehatan bagi anak-anak, berkaitan erat dengan kesejahteraan keluarga. Karena kesehatan anak-anak sangat mempengaruhi aktifitas, baik dalam menyerap pengalaman sehari-hari, maupun dalam menerima ilmu dan pelajaran yang bersifat menyeluruh, dalam rangka pembentukan pribadi anak di kemudian hari.

  1. Menanamkan disiplin.

Menanamkan sikap disiplin penting agar tercipta suasana saling menghargai di antara anggota keluarga. Sehingga ada batasan antara orang tua yang bertanggung jawab dan anak-anak yang patuh. Dalam kaitan inilah penanaman akhlaq yang terpuji oleh orang tua kepada anak-anak sangat terasa gunanya. Bila hal ini terjadi, maka terbentuklah satu keluarga, yang tua menyayangi yang muda, dan yang muda sopan santun dan mengormati yang tua.

  1. Penanaman ketaqwaan kepada Allah SWT

Pendidikan orang tua kepada anak-anaknya wajib ditanamkan sejak anak masih di dalam kandungan ibunya. Kemudian setelah lahir, orang tua memberikan keteladanan, dengan melakukan segala kegiatan yang diwarnai pelaksanaan ibadah secara tertib, setiap kegiatan diawali dengan membaca basmallah dan mengakhiri dengan bacaan hamdalallah. Dengan melihat treladan dan prakrek keagamaan yang dilakukan oleh orang tua, maka anak-anak akan secara otomatis meniru dan mengikuti kegiatan tersebut, sehingga kemudian akan terbiasa dengan kegiatan yang berwarna keagamaan.

Jamaah yang berbahagia!

Sebagai kesimpulan khutbah, maka dapatlah saya kemukakan bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta serta isinya tidaklah sia-sia. Karena itu diciptakan manusia sebagai khalifah, pengelola dunia ini dan berkewajiban memakmurkannya.

Manusia diciptakan tidaklah sebatangkara, tidak seorang diri tapi diberinya teman sebangsa, namun lain jenis dan diciptakan rasa kasih sayang diantara dua jenis itu agar merasa tentram dan terlindungi. Kemudian berpasang-pasang yang diikat oleh tali pernikahan, yang menghasilkan satuan masyarakat terkecil. Yaitu keluarga atau rumah tangga.

Supaya rumah tangga sejahtera , menurut pandangan Dr Nikmat Fuad guru besar ilmu sosial Mesir, maka istri/wanita hendaklah jangan hanya berperan sebagai pendamping suami saja, tapi hendaklah berperan pula sebagai sadieq, yaitu sahabat, sbagai samier kawan sandagurau, sebagai syarieq yaitu mitra terpercaya dan kemuduan sebagai rafieq yaitu teman tawa dalam suka dan penghibur dalam duka.

Sedangkan dalam rumah tangga, Islam mengajarkan empat prinsip, yaitu persamaan martabat dan kedudukan, sebagai hamba Allah SWT, prinsip saling isi dan melengkapi , prinsip menciptakan hubungan harmonis, dan prinsip warna keagamaan dalam keluarga.

Adapun dalam menyiapkan generasi penerus yang lebih tangguh utuk menjalani hidup di masa depan, orang tua mempunyai kewajiban agar mengupayakan : pendidikan bagi anak-anak, menjaga kesehatan, disiplin serta menanamkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Dengan berpegang pada uraian tersebut maka isya Allah akan terbentuk keluarga yang sejahtera, keluarga yang sakinah yang akan menurunkan keturunan, generasi yang mampu mengatasi tantangan zaman yang diwarnai oleh kemajuan ilmu dan tekhnologi yang semakin hari kian deras perkembangannya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.