Keresahan Warga Mengenai COVID-19 dan New Normal

0
72

Oknews.co.id, Kami dari PMM Kelompok 71 Sepinggan Kota Balikpapan melakukan pengabdian terhadap masyarakat. Beberapa keresahan warga mengenai covid sampe dengan new normal di antara lain PJJ (Pengajaran Jarak Jauh) yang kurang massif, terkendalanya pergerakan ekonomi warga, dan terkendala nya kegiatan tahunan warga

Dalam kegiatan kita untuk pengabdian, kami melakukan belajar bersama dari SD sampai dengan SMP. Dari pengejaran tersebut kami juga tidak lupa melakukan anjuran pemerintah yaitu tentang protokol kesehatan dari cuci tangan sampe dengan penggunaan masker.

Dari belajar bersama dalam menghadapi Pengajaran Jarak Jauh (PJJ) siswa kesulitan memahami materi pelajaran yang di sampaikan guru mereka. Dari sini warga merasa resah dengan sistem PJJ yang dilaksanakan saat pendemi COVID-19 ini. Karena materi yang di sampaikan guru juga terbatas oleh waktu dan beberapa materi saja, jika belajar secara langsung siswa dapat menanyakan apa saja yang di rasakan siswa kurang memahami. Dan dari sini kita merasa tergerak untuk belajar berang dengan protocol kesehatan. Jika ada kesusahan mengenai materi yang di sampaikan guru nya kami siap membantu dari belajar bareng tersebut. Dari mengenai tugas kita juga membantu memecahkan dari masalah tugas siswa tersebut.

Keresahan lain nya adalah terkendalanya pergerakan ekonomi warga, warga merasa lebih protektif dengan adanya covid dan daya jual beli masyrakat yang kurang beli bahan pokok seperti tempe tahu. Kami sempat mewancarai UMKM di bidang pembuatan tahu tempe. Mereka mengeluhkan beberapa rumah makan yang tutup dari situ mereka mendistribusikan tahu tempe yang akan di pakai oleh rumah makan tersebut. Selain rumah makan mereka juga mendistribusikan ke Pasar Sepinggan tapi tidak terlalu banyak yang dikirim ke pasar karena daya beli di pasar menurun karena isu covid jadi daya beli di pasar jadi sedikit. Tapi untuk pembelian sehari-hari seperti buat rumah tangga masih tercukupi. Sementara bahan baku pembuatan tahu tempe masih sulit tercukupi di karenakan bahan baku yang harus di impor.

Yang terakhir adalah terkendalanya kegiatan tahunan warga. Biasanya tiap tahun warga mengadakan kegiatan 17an biasanya di adakan pas tanggal 17 Agustus. Tapi tahun ini warga meniadakan kegitan tersebut karena covid di Balikpapan yang tinggi jadi warga khawatir dengan penyebarannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.