Ketika Covid-19 Menyerang Kaltara

0
91

Oknews.co.id – Kalimantan Utara, Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan pendapatan drastis pada provinsi kaltara. Hal ini disebabkan karena kebijakan yang membatasi ruang gerak masyarakat di tempat umum. akses masuk dan keluar yang dibatasi, tempat usaha banyak yang sepi dan bahkan tutup, sehingga menurunkan pendapatan daerah yang kebanyakan dari hasil perdagangan, pajak, dll. terdapat beberapa lapangan usaha yang menahan peningkatan ekonomi Kaltara antara lain pertanian dan industri pengolahan. Telah berlalunya masa panen padi berisiko menurunkan kinerja lapangan usaha pertanian. Sementara itu, penyebaran Covid-19 diperkirakan masih akan menahan kinerja ekspor udang Kaltara. Pada tahun 2020, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Kaltara akan tumbuh meningkat dibandingkan tahun 2019 dengan range sebesar 6,80%-7,20% (yoy). Pertumbuhan yang kembali meningkat ini diperkirakan bersumber dari berbagai lapangan usaha utama di Kaltara.

Hingga saat ini, jumlah pasien positif COVID-19 di Kaltara perlahan terus bertambah. Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie terus berupaya menyesuaikan kebijakan dan melakukan langkah-langkah taktis agar penyebaran COVID-19 tidak terus bertambah.

Penanganan COVID-19 dilakukan baik dari sisi penanganan dampak kesehatan, dampak sosial, maupun dampak ekonominya. Gubernur juga mendorong Dinas Kesehatan membelanjakan anggaran penanganan Covid-19 untuk membeli alat dan bahan medis serta bahan kimia lainnya yang diperlukan.

Pemerintah dan Pemprov Kaltara dan dibantu Pemkab/Pemkot di Kaltara juga berfokus pada penanganan dampak ekonomi dan dampak sosial akibat Covid-19. Kata Gubernur, pemerintah telah memberi stimulus bantuan untuk tetap menjaga daya beli dan mencegah keluarga miskin dan rentan miskin semakin jatuh.

Pemprov Kaltara sebut Gubernur juga memberikan stimulus Rp 200 ribu kepada warga miskin dan rentan miskin. Warga yang mendapatkan bantuan ini berdasarkan hasil pendataan yang tersaring di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan usulan Kepala Desa dan Lurah. Relokasi dan refocusing anggaran juga dilakukan. Tahap awal, Pemprov Kaltara telah menetapkan dana penanganan COVID-19 sebesar Rp 39 miliar. Dan saat ini, dalam proses penambahan hingga mencapai Rp 60 miliar lebih.

Setiap organisasi perangkat daerah diminta Gubernur untuk mengurangi belanja yang kurang prioritas, utamanya perjalanan dinas. Gubernur berharap langkah-langkah penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah dan pemerintah daerah bersama unsur terkait lainnya, dipatuhi oleh masyarakat agar grafik dan fase pandemi di Kaltara dapat segera menurun dan segera berlalu. (Dary Abiyyu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.