Ketum KONI Baru dan Segudang PR Besar Olah Raga Indonesia

0
65

Oknews.co.id – Jakarta,Jabatan ketua umum KONI benar-benar sepi peminat. Hingga batas waktu pengembalian formulir pendaftaran pada 21 Juni lalu, hanya ada dua bakal calon yang mendaftarkan diri. Dan hanya satu orang yang lolos verifikasi. Yakni, Marciano Norman. Mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut memenuhi syarat dukungan KONI provinsi dan cabor. Marciano didukung 26 KONI provinsi dan 37 cabor.

Bakal calon lainnya, Muddai Madang, tidak lolos seleksi administrasi. Dia hanya memperoleh dukungan dari delapan KONI provinsi dan 25 cabor. Alhasil, hanya Marciano yang diajukan dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) KONI di Hotel Sultan, Jakarta (2/4).

Dan memang benar, Marciano akhirnya terpilih secara aklamasi menjadi ketum KONI yang baru periode 2019 sampai 2023.

”Jika mendapat amanah, saya ingin menjadikan KONI sebagai induk organisasi yang berwibawa, profesional, dan modern. Bisa mengangkat harkat dan martabat Indonesia pada event internasional,’’ kata Marciano.

”Bicara olahraga, bicara merah putih. Suksesnya olahraga karena kebersamaan orang-orang yang berada di dalam organsisasi olahraga itu. Mari kita segera lupakan perbedaan-perbedaan itu dan kita satukan yang sama di antara kita,” tambahnya setelah terpilih.

Namun, Muddai menolak pencalonan tunggal itu. Dia bersikukuh bahwa anggota KONI punya andil dalam menentukan apakah dirinya lolos atau tidak soal status pendaftarannya. ”Salahnya di mana? Saya didukung lebih dari 20 suara anggota KONI. Nanti dicek oleh peserta musornas keabsahan dari persyaratan itu. Apakah memenuhi atau melanggar ketentuan,’’ ujar Muddai.

Selain pernah menjadi Kepala BIN, Marciano juga memiliki latar belakang olahraga. Dia pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia selama dua periode. Pria 64 tahun itu juga sempat menjadi pembina Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi)(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.