KH Ahmad Munir: Muslim Bersih Lahir Batin, Jaga Bangsa ini dari Kehancuran

0
345
KH. Abdul Basith (PWM Jatim), KH Ahmad Munir ( Mudir Pondok Modern Muhammadiyah Paciran), MPKU PP Muhammadiyah, dr. Abdullah Wasi'an (Pemkab Lamongan) dari kiri hingga kanan dalam acara Workshop MPKU PP Muhammadiyah di Pondok Pesantren Muhammadiyah Paciran Lamongan

Oknews.co.id – Lamongan, Dari arena Workshop MPKU PP Muhammadiyah di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran yang  diikuti oleh  43 orang terdiri dari berbagai unsur termasuk Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan, Universitas Muhammadiyah Lamongan, RS Muhammdiyah Kabupaten Lamongan, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesantren, Pimpinan Muhammadiyah Lamongan dan Paciran dan sekitarnya  serta 3 Pondok Muhammadiyah di Paciran, KH Ahmad Munir, pimpinan pondok Modern Paciran menyatakan bahwa kegiatan ini sangat sesuai dengan ajaran Islam.

“Islam menganjurkan menjaga kebersihan dan kesehatan sebagaimana diatur dalam berbagai hukum Islam seperti soal thoharoh, istinja dan istinsar, adab membuang sampah dan adab buang air dan banyak lainnya” jelas KH Ahmad Munir.

Mudir Pondok Modern Muhammadiyah Paciran ini menjelaskan bagaimana Islam secara tegas dalam membangun pola hidup sehat itu melalui tiga prinsip yatu:

Pertama, Menjaga Thoharoh artinya menjaga kesucian dan kebersihan dari semua aspek mulai dari sekujur badan,makanan,pakaian,tempat tinggal maupun lingkungan.

Imam al-Suyuthi, ‘Abd al-Hamid al-Qudhat, dan ulama yang lain menyatakan, dalam Islam menjaga kesucian dan kebersihan termasuk bagian ibadah sebagai bentuk qurbat, bagian dari ta’abbudi, merupakan kewajiban, sebagai kunci ibadah. Dari ‘Ali ra., dari Nabi SAW, beliau berkata, “Kunci shalat adalah bersuci,” (HR. Ibnu Majah, al-Turmudzi, Ahmad, dan al-Darimi). Dari Abu Malik, Al Harits bin Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata telah bersabda Rasulullah SAW : ‘Suci itu sebagian dari iman. (Muslim).

Kedua, Menjaga Makanan. Ajaran islam selalu menekankan agar setiap orang memakan makanan yang baik dan halal, baik dan halal itu baik secara dzatnya maupun secara mendapatkannya.

Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal dan baik sebagaimana dalam Firman Allah SWT di dalam Alquran, yang artinya : “ Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”(Q.S. Al Maidah : 88). “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Q.S Al Baqarah : 168). Hal ini menunjukkan apresiasi Islam terhadap kesehatan, sebab makanan merupakan salah satu penentu sehat tidaknya seseorang. Sebagai salah sau contoh makanan yang halal adalah sayuran. Menurut Prof. Dr. Musthofa dari Mesir menyatakan bahwa sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi untuk menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.

Ketiga, Olah tubuh dan  olahraga, Perilaku ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW seperti olahraga berenang, memanah, berlari, berkuda, bergulat, dan sebagainya. Jadi umat Islam jangan malas berolahraga.

Olahraga bertujuan untuk menjadikan manusia sehat dan kuat. Dalam Islam, sehat dipandang sebagai nikmat kedua terbaik setelah Iman. Selain itu, banyak ibadah dalam Islam membutuhkan tubuh yang kuat seperti shalat, puasa, haji, dan juga jihad. Bahkan Allah sebetulnya menyukai mukmin yang kuat. Oleh karena itu, olahraga itu perlu.Dari Abu Hurairah RA. Bahwa Rasulullah SAW bersabda “Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu’min yang lemah”. Adanya kesan di dunia barat bahwa agama Islam “mengharamkan” olah raga sehingga negara-negara berpenduduk mayoritas muslim tidak memiliki prestasi menonjol di bidang olah raga.Padahal, sesungguhnya tidak demikian. Justru Nabi Muhammad SAW menganjurkan para sahabatnya (termasuk seluruh umat Islam yang harus mengikuti sunnahnya) agar mampu menguasai bidang-bidang olah raga terutama berkuda, berenang, dan memanah.
Tiga jenis olah raga yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW itu dapat dianggap sebagai sumber dari semua jenis olah raga yang ada pada zaman sekarang.

Ketiganya, mengandung aspek kesehatan, keterampilan, kecermatan, sportivitas, dan kompetisi. Sebagaimana Sabda Nabi SAW “Ajarkan putera-puteramu berenang dan memanah.” (HR. Ath-Thahawi).“Lemparkanlah panahmu itu, saya bersama kamu.” (Riwayat Bukhari).“Kamu harus belajar memanah karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (Riwayat Bazzar, dan Thabarani).“Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).” (Riwayat Muslim). “Berlari-lari kecillah kamu” (HR Bukhari)

“Muslim yang baik semestinya bisa menjaga kesehatan dan kebersihan, karena muslim yang bersih lahir batin akan selamatkan bangsa ini dari kehancuran” Pungkas Munir.

(Azka/HR)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.