KKN UM Gelar Sosialisasi Sikat Gigi Untuk Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Anak PAUD Aisyiah dan TK Dharma Wanita, Desa Kemulan, Turen, Kab. Malang

0
51
(dok:red)

Oknews.co.id, Ds. Kemulan, Kec. Turen, Kab. Malang, 2019 – Kesehatan gigi dan mulut sering kali menjadi prioritas yang kesekian bagi sebagian orang. Seperti yang kita ketahui bahwa gigi dan mulut merupakan pintu gerbang masuknya kuman dan bakteri sehingga dapat menganggu kesehatan organ tubuh lainnya.

Masalah gigi berlubang masih banyak dikeluhkan baik oleh anak-anak maupun dewasa dan tidak bisa dibiarkan hingga parah karena akan memengaruhi kualitas hidup dimana mereka akan mengalami rasa sakit, ketidaknyamanan, cacat, infeksi akut, dan kronis, gangguan makan dan tidur serta memiliki risiko tinggi untuk dirawat di rumah sakit, yang menyebabkan biaya pengobatan tinggi dan berkurangnya waktu belajar di sekolah.

(dok:red)

Kesehatan gigi dan mulut perlu diperhatikan sedini mungkin khususnya pada anak. Sebaiknya anak diajarkan sedini mungkin menyikat gigi yang baik dan benar. Anak diajarkan menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Untuk siang hari setelah makan atau sehabis ngemil, anak dibiasakan berkumur dengan air putih.

Berkumur akan menghilangkan sisa makanan di sela gigi. Juga untuk menetralkan tingkat keasaman rongga mulut. Sebaiknya sikat gigi satu jam setelah makan. Kalau kurang dari satu jam dikhawatirkan justru terjadi abrasi pada gigi. Teknik sikat gigi utama adalah seperti mencungkil arah gusi ke gigi dan memutar. Padahal kebanyakan orang sikat gigi arah maju mundur, teknik ini jelas salah. Salah teknik bisa menyebabkan pengikisan email. Terutama di daerah leher gigi yang memiliki email paling tipis.

KKN Universitas Negeri Malang 2019 menyelanggarakan Sosialisasi Sikat Gigi untuk Kesehatan Gigi dan Mulut pada anak PAUD Aisyiah dan TK Dharma Wanita, Desa Kemulan, Kecamata Turen, Kabupaten Malang. Pada kegiatan tersebut disampaikan materi cara menyikat gigi yang benar menggunakan alat peraga dan juga terdapat simulasi yang dilakukan langsung oleh anak-anak didampingi oleh perawat Puskesmas Kecamatan Turen dan KKN Universitas Negeri Malang 2019.

(dok:red)

Pada umumnya anak dapat menggosok gigi tanpa pengawasan orang tuanya mulai umur 9 tahun, akan tetapi sampai umur 14 tahun sebaiknya orang tua harus memeriksa kegiatan anak waktu gosok gigi dan mengetahui perkembangan cara menggosok gigi anaknya. Cara menyikat gigi yang benar berdasarkan Kementerian Kesehatan yaitu :

a. Menyiapkan sikat gigi dan pasta yang mengandung Fluor (salah satu zat yang dapat menambah kekuatan pada gigi). Banyaknya pasta kurang lebih sebesar sebutir kacang tanah (1/2 cm)

b. Berkumur-kumur dengan air bersih sebelum menyikat gigi

c. Seluruh permukaan gigi disikat dengan gerakan maju mundur pendek-pendek atau memutar selama ± 2 menit (sedikitnya 8 kali gerakan setiap 3 permukaan gigi)

d. Berikan perhatian khusus pada daerah pertemuan antara gigi dan gusi.

e. Lakukan hal yang sama pada semua gigi atas bagian dalam. Ulangi gerakan yang sama untuk permukaan bagian luar dan dalam semua gigi atas dan bawah.

f. Untuk permukaan bagian dalam gigi rahang bawah depan, miringkan sikat gigi. Kemudian bersihkan gigi dengan gerakan sikat yang benar.

g. Bersihkan permukaan kunyah dari gigi atas dan bawah dengan gerakan-gerakan pendek dan lembut maju mundur berulangulang.

h. Sikatlah lidah dan langit-langit dengan gerakan maju mundur dan berulang-ulang.

i. Janganlah menyikat terlalu keras terutama pada pertemuan gigi dengan gusi, karena akan menyebabkan email gigi rusak dan gigi terasa ngilu.

j. Setelah menyikat gigi, berkumurlah 1 kali saja agar sisa fluor masih ada di gigi.

k. Sikat gigi dibersihkan dengan air dan disimpan tegak dengan kepala sikat di atas.

l. Waktu menyikat gigi sebaiknya setiap habis makan kita menyikat gigi, tapi hal ini tentu saja agak merepotkan. Hal yang terpenting dalam memilih waktu menyikat gigi adalah pagi hari sesudah makan dan malam hari sebelum tidur.

Anak-anak diajarkan langsung menyikat gigi sesuai dengan tahap-tahapan diatas. Diharapkan setelah dilakukan sosialisasi sikat gigi ini anak-anak di Desa Kemulan dapat mengembangkan kebiasaan menyikat gigi yang baik benar dan agar lebih terbiasa untuk melakukan kegiatan atau aktivitas yang memberikan dampak baik bagi kesehatan mereka. (DKI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.