Komedi Politik Di Sekitar Kita

0
58

Oknews.co.id – Kupang, Melihat humor dan politik bekerja, khususnya di ranah media, terlihat fungsi sosialnya yang nyata. Selama bertahun-tahun para peneliti telah membangun bukti yang kuat bahwa beberapa jenis komedi, termasuk satire tingkat tinggi yang semakin populer, melakukan fungsi sosial yang kuat, mulai dari melanggar tabu hingga membuat mereka yang berkuasa terusik. Avner Ziv, penulis banyak buku tentang humor, mengeksplorasi tema ini secara luas. Ketika menulis dalam Personality and Sense of Humor (1984), ia mengatakan, “Komedi dan satire memiliki kesamaan dalam arti keduanya mencoba mengubah atau mereformasi masyarakat melalui humor. Kedua bentuk ini bersama-sama merupakan ilustrasi terbaik dari fungsi sosial humor.” Komedi dapat dikatakan sebagai platform untuk memajukan keadilan sosial. Ini contoh beberapa humor politik yang menggelitik,

 

Quick Count dan Real Count

Selesai makan di sebuah restoran Padang bersama keluarganya, seorang bapak memanggil kasir dan menyuruhnya menghitung.

“Berapa semua, Mas?” kata si bapak.

“Apa aja yg dimakan pak?”

“Ada gulai tunjang, rendang, dendeng balado, asam padeh …”

Setelah komat kamit si karyawan berkata,

“320 rbu pak. Bayarnya ke kasir ya pak..”

Si bapak pun lantas menuju kasir, sampai di meja kasir si bapak kembali mengulang menu yag dimakannya.. Alangkah terkejutnya dia saat sang kasir berkata..

“Semua 397 ribu, Pak”

“Lho kok bisa? Tadi kata adik itu cuma 320 ribu kok ini beda?” Tanya si bapak dengan nada tinggi.

“Ohh, itu kan hitung cepat, Pak (quick count). Real countnya ada di saya.” jawab sang kasir lembut.

 

Inspeksi Mendadak Walikota

Setelah dilantik, seorang Walikota melakukan inspeksi mendadak ke sebuah Rumah Sakit Jiwa di kotanya. Kunjungan Walikota yang sangat mendadak ini membuat para pengurus Rumah Sakit Jiwa kebingungan dan mencoba membuat acara seadanya untuk menyambut Walikota.

Seluruh dokter dan staf di RSJ berdiri, dan di situ juga beberapa pasien yang menurut pemeriksaan terakhir sudah hampir waras.

Pak Walikota kemudian menyalami seluruh staf, dan ketika sampai di barisan pasien Walikota menyalami salah satu pasien, sambil berkata, “Saya Walikota..”

Pasien itu kemudian tersenyum dan berkata, “Oh, bagus. Tidak apa-apa kok..”

Pak Waliktoa yang kebingungan dengan jawaban itu kemudian berkata, “Apa maksud anda dengan tidak apa-apa?”

Pasien itu kemudian menepuk bahu Walikota dan berkata dengan tenang, “Waktu saya waktu baru masuk, saya juga ngaku Gubernur. Lama-lama nanti sembuh kok sesudah dirawat di sini, yang sabar saja, Mas..”

 

Lebih Baik ke TPS Daripada di Rumah

Seorang bapak-bapak paruh baya dengan semangat berdiri sejak pagi di TPS untuk memberikan pilihan kepada calon kepala daerah yang didukungnya.

Tiba-tiba, dari belakangnya ada temannya yang berkata,

“Bud, di TPS ini kita sangat lebih baik daripada hanya di rumah, yaitu bisa memilih dan mencoblos..”

“Kok bisa? Emangnya kalau di rumah bagaimana?”

“Di rumah kita hanya bisa mencoblos, namun tidak bisa memilih..” kata temannya dengan muka lesu.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.