Konsep Keuangan Syariah, Solusi Hadapi Corona

0
176

Oknews.co.id – Corona Virus atau COVID-19 akhir-akhir ini menjadi hal yang sangat hangat dibicarakan oleh seluruh masyarakat di Dunia. Bagaimana tidak, pandemi virus ini mewabah hingga 209 Negara & Teritorial dengan jumlah orang yang terjangkit sebanyak 7.143.407 dengan total korban meninggal sebanyak 396.927 orang (3/6), maka virus ini telah melampaui virus-virus pendahulunya seperti Ebola, SARS, dan H1N1.

Banyak lembaga riset kredibel di dunia memprediksi dampak buruk dari penyebaran wabah ini terhadap ekonomi global. Indonesia sendiri tak luput dari dampak buruk tersebut, Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan Indonesia memprediksi bahwa pengaruh terburuk dari penyebaran wabah ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi hingga minus 0,4%.

Segala cara dan upaya telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam menekan penyebaran wabah corona ini, yang paling sering didengungkan ialah Physical Distancing & Social Distancing. Namun bak buah simalakama, kebijakan tersebut memiliki dampak positif dan negatif yang juga tak bisa dilihat sebelah mata.

Ditinjau dari teori ilmu ekonomi, physical & social distancing atau pembatasan aktifitas masyarakat yang dihimbau untuk senatiasa berdiam diri dirumah atau Stay at Home akan berdampak pada Agregat Supply dan Agregat Demand yang nantinya akan berpengaruh pada penurunan jumlah produksi dan permintaan akan suatu barang dan akan berpengaruh kuat pada mekanisme pasar yaitu keseimbangan antara permintaan dan penawaran.

Ketika 3 aspek dasar ekonomi yaitu supply, demand, dan supplay chain telah tergoncang, maka dampak krisis yang merata akan dirasakan oleh seluruh lapisan ekonomi masyarakat mulai dari lapisan teratas hingga lapisan paling bawah, maka pertanyaan yang akan timbul ialah bagaimana cara kita keluar dari mimpi buruk wabah ini ? Apa solusi terampuh yang dimiliki bangsa ini untuk memenangkan perang melawan musuh yang tak terlihat seperti ini ?

Jika ditinjau dari segi mayoritas penduduk, Indonesia sangat beruntung memiliki mayoritas penduduk yang beragama Islam. Disaat seperti ini umat islam dapat memberikan kontribusi terbaiknya kepada negara dengan melalui Lembaga Keuangan Syariah. Hukum islam yang mengatur tentang keuangan syariah dapat menjadi jalan keluar bagi bangsa ini untuk memenangkan perang melawan musuh tak terlihat ini.

Islam sebagai agama Rahmatan lil ‘Alamiin telah mengatur segala aspek di kehidupan manusia termasuk dalam konsep ekonomi & keuangan, konsep-konsep yang telah diatur tersebut dapat menjadi solusi bersama, solusi & konsep yang ditawarkan dalam sistem Ekonomi dan Keuangan Islam ialah :

1. Penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai) menggunakan uang Zakat dll.

Penyaluran bantuan langsung tunai kepada masyarakat terkena dampak corona ialah salah satu solusi yang dapat membantu masyarakat survive menghadapi kondisi krisis ini. Dana tersebut dapat diperoleh melalui dana zakat, infaq, sedekah dll yang telah dikumpulkan oleh badan amil zakat atau institusi yang berwenang dalam hal tersebut.

Namun kendala yang dihadapi ialah minimnya kesadaran masyrakat dalam hal membayar zakat, infaq, serta pemberian sedekah, hal tersebut dapat dilihat dari data yang masuk. Realisasi zakat di akhir tahun 2018 hanya tercatat sebesar Rp. 8.1 T, padahal seharusnya bisa mencapai angka Rp. 252 T, hal tersebut merupakan PR bagi pemerintah untuk menggalakkan upaya kampanye sadar zakat kepada seluruh lapisan masyarakat yang masih mampu karena kita sadari bersama bahwa dana zakat ini sangat penting untuk menjadi tonggak penyokong ekonomi negara.

2. Bantuan Modal Untuk UMKM

Ditengah kondisi krisis ekonomi seperti ini, sangat banyak UMKM yang berada diujung tanduk perjuangan bahkan tidak sedikit yang mengalami gulung tikar. Keberadaan UMKM merupakan toggak keberlangsungan hidup masyarakat menengha kebawah, tanpa adanya UMKM dapat dipastikan kondisi ekonomi negara akan hancur, maka pemberian modal bagi UMKM dditengah kondisi sepertini ini ialah hal yang harus dilakukan demi menjaga kestabilan ekonomi.

Pemberian modal ini dapat dilakukan dengan beberapa alternatif kebijakan, seperti pemberian suntikan tambahan relaksasi perbankan syariah dan penangguhan atau penundaan pembayaran pembiayaan syariah untuk beberapa bulan kedepan, tentunya hal ini harus didukung dan dikuatkan dengan pendampingan dan sistem yang tepat sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

3. Qardhul Hasan

Qardhul Hasan ialah suatu pinjaman lunak yang diberikan atas dasar kewajiban sosial semata, dalam hal ini peminjam tidak dituntut mengembalikan dengan nominal lebih banyak (Bunga) kecuali sejumlah uang yang dipinjam saja.

Konsep Qardhul Hasan akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk kondisi saat ini, skema keuangan syariah seperti ini sangat penting dalam mendukung pemulihan dan menopang kondisi perekonomian masyarakat.

Penyaluran Qardhul Hasan ini dapat melalui bebrapa alternatif, beberapa diantaranya ialah melalui Lembaga Keuangan Mikro Syariah dalam membiayai usaha nano dan beberapa perusahaan menggunakan dan CSR dari perusahaan swasta maupun BUMD / BUMN untuk para pegawainya.

4. Pengembangan Teknologi Finasial Syariah

Ditengah kondisi seperti ini pelaku pasar dan masyarakat akan merasakan kesulitan dan khawatir dengan adanya social & physical distancing dalam melakukan kegiatan-kegiatan jual beli maupun melakukan kegiatan pinjaman ke bank, maka dari itu pengembangan teknologui finansial ialah salah satu solusi untuk menghadapi hal tersebut.

Pengembangan Teknologi Finansial Syariah diperlukan untuk memperlancar likuiditas pelaku pasar daring serta untuk mengupayakan peningkatan pada social finance (zakat, infaq, dan sedekah). Pengembangan Market Place Syariah juga dibutuhkan untuk menampung pelaku pasar dan UMKM yang berjumlah hampir 60 juta yang dimana bertujuan untuk mempertemukan pembeli dan penjual .

Jika langkah-langkah diatas dapat direalisasikan, tentu akan memberikan dampak positif bagi kondisi perekonomian Indonesia dalam rangka survive melawan pandemi ini. Saat ini yang kita perlukan ialah meningkatkan kesadaran bersama bahwa untuk berhasil melalui kondisi krisis ini kita harus bahu membahu dan meninggalkan ego kita masing-masing.

Dengan adanya Konsep Keuangan Syariah yaitu salah satu jalan keluar yang tepat untuk menghadapi krisis yang menimpa kita bersama, diharapkan kondisi perekonomian akan semakin membaik dan kestabilan ekonomi akan terjadi lagi.

Penulis : Muhammad Mahdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.