Kredibilitas Lembaga Survei di Pilkada DKI 2017

0
425

oknews.co.id, Jakarta – Ramalan data yang valid menjadi kekuatan dari survei. Mulai dari survei yang diperoleh dari opini, maupun pendapat masyarakat ketika calon dalam masa kampanye hingga menjelang 1-2 jam sebelum TPS ditutup, yang sering disebut dengan istilah quick count.

Dalam perkembangannya lembaga survei di Indonesia tumbuh dengan cepat, banyak sekali bermunculan lembaga-lembaga survei. Mulai dari lembaga yang teratur (kredible) sampai bisa diatur. Tingkat akurasi dari lembaga survei ini sering menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Dalam hajatan Pemilu Presiden tahun 2014 – 2019, sulit sekali menentukan lembaga survei mana yang paling tepat. Pasalnya, seakan-akan lembaga survei terbagi menjadi dua kubu, karena hasil quick count dari beberapa lembaga survei menunjukan perbedaan data yang cukup signifikan.

Pada Pilkada DKI 2017 ini lembaga survei menunjukan kredibilitasnya dengan baik, sebanyak 10 lembaga survei yang berbeda memaparkan hasil yang hampir sama untuk Pilkada DKI 2017 ini. Semua lembaga survei mengumumkan hasil quick count sebagai berikut :

    1. Agus – Silvy memperoleh 16 – 17 % suara
    2. Ahok – Jarot memperoleh 41 – 43 % suara
    3. Anies – Sandi memperoleh 39 – 40 % suara

hasil data survei yang mendekati kesamaan tersebut perlu di apresiasi dengan positif, pasalnya itu menunjukan independensi lembaga terhadap ketidak terikatnya lembaga dari masing-masing pasangan calon.(setyo/idu)