Kunjungan MKPP UMM di TK-SD- SMP- SMA Samakisast wittaya School

0
51
Oknwes.co.id, Thailand – Selamat datang di Thailand. Slogan ini sebagai sambutan Yang tertulis di kantor imigrasi perbatasan Thailand. Perbedaan suasana dan keramahan juga sudah mulai terasa beda. Kondisi kitidak mengertian kami dengan bahasa Thailand membuat suasana menjadi sangat asing. Lingkungan sekitar perbatasan ini sangat berbeda jauh. Keteraturan, ketertiban, kerapian dan kekokohan serta keindahan arsitektur modern di negara Malaysia tak terlihat di wilayah perbatasan Thailand ini. Sungguh ini menjadi pengalaman berharga mengetahui budaya antar bangsa. Terlihat kesemrawutan, kekumuhan, ketidakteraturan, dan bangunan bangunan yang nampak tidak tertata di wilayah Thailand ini. Situasi ini mempengaruhi psikis kami sehingga ada rasa was-was. Bila melaju sangat pelan. Berbeda ketika saat di Malaysia. Kualitas jalan juga sangat jauh dibawa Malaysia. Lehidupan penduduknya juga terlihat kurang teratur kotor. Berusahaenghilangkan atas penaian ini sesekali saya melihat lingkungan sekitar yang masih ada hutan. Nampaknya daerah ini sebagai sentra perkebukan karet. Dan terlihat beberapa pabrik pengolah karet. Perjalan ini sebenarnya hanya sekitar 30 menit untuk sampai di Soukli. Sesuai jadwal kami akan berkunjung di kompleka perguruan Islam yang ada di lokasi ini. Sedikit diinfokan bahwa kawasan Thailand selatan adalah mayoritas muslim. Walaupun populasi Islam di Thailand hanya sekitar 10 %. Suatu kondisi kehidupan yang kita perlu tahu sebagai minoritas. Karena selama ini yang kita rasakan di Indonesia adalah umat mayoritas. Setelah sekitar 20 menit sampailah rombongan di kompleks perguruan Islam TK-SD- SMP- SMA Samakisast wittaya School, Thailand selatan. Lembaga. Ini juga dikenal dengan nama Al mahad Al Muhammadiyah. Secara struktur memang tidak sebagai amal usaha Muhammadiyah. Namun secara emosional bahwa persyarikatan sering membantu sebagai kepeduliannya dalam dakwah islam. Ustadz Fakhri sebagai pengetua di kompleks tersebut memberikan sambutan atas kedatangan rombongan kami pada rabu (27/2). Menempati ruang pertemuan yang sangat sederhada rombongan diterimanya. Beliau menjelaskan sedikit sejarah dan profil lembaga yang dipimpinnya. TK-SD- SMP- SMA Samakisast wittaya School, Thailand selatan,
Al mahad Al Muhammadiyah saat ini memiliki siswa 800 anak. Tidak semuanya mukim ( mondok). Dengan fasilitas yang masih terus ditambah berharap dukungan dari muslim Indonesia. Banyak hal yang saat ini sudah dibantu oleh umat islam Indonesia. Khususnya warga Muhammadiyah melalui PP Muhammadiyah. Kurikulum ada dua muatan yaitu akademik ( standar pemerintah ) dengan Standar 9 mata pelajaran dan agama tambahan muatan lokal. Dalam operasionalnya terdapat 3 sumber pembiayaan yaitu bantuan pemerintah dalam wujud biaya makan minum siswa dan guru serta biaya tambahan untuk guru akademik. Dikelaskan setiap siswa tk dan SD dapat dana 24 bath sehari untuk makan minum. Setara dengan 12 ribu rupiah jika kurs 1 bath = 500 rupiah. Dengan ketentuan bahwa lembaga mau menerapkan kurikulum nasional dalam pembelajarannya. Sedangkan bantuan untuk guru akademik mendapat 14 ribu bath per bulan dr pemerintah. Selain dana dari pemerintah maka biaya juga didapatkan dari iuran orang tua siswa serta para donatur yang berasal dari manapun. Pertemuan di lembaga ini dilakikan selama 2 jam. Dengan segala permaafan bahwa sebenarnya sekolah dalam kondisi duka. Pagi tadi aalah satu guru/Ustadz meninggal dunia. Sekaligus kami semua menyampaikan belasungkawa. Dan berdoa semoga arwahnya diterima disisi Allah SWT sebagai ahli surga dan diampuni segala dosanya. Aamiin. (Aris/DKI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.