Kuswiyanto: Ironi Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi

0
99

Oknews.co.id – Mantan anggota DPR Republik Indonesia (RI) Kuswiyanto menyatakan ada empat problem atau persoalan besar yang mendasar terjadi pada era Pemerintah Indonesia sekarang ini.

Menurut Kuswiyanto persoalan mendasar yang pertama adalah persoalan ideologi negara. “Persoalan ideologi ini sangat serius dan sungguh-sungguh. Bukan urusan main-main,” katanya dalam acara diskusi politik yang diadakan secara berkala.

Acara tersebut diadakan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Jumat (21/12/2018).

Kuswiyanto melanjutkan, persoalan kedua adalah persolan pangan. Pria asal Ponorogo itu menyebutkan, para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebenarnya menginginkan terciptanya swasembada atau kedaulatan pangan.

Sayangnya, kata dia, pemerintah Indonesia sekarang ini lebih mengedepankan ketahanan pangan ketimbang swasembada pangan.

“Pemerintah sekarang ini, yang penting orang Indonesia bisa makan. Soal pangannya itu impor dari Australia, Vietnam maupun Thailand itu tidak jadi persoalan. Itu ironis sekali,” keluhnya.

Praktisi politik itu mengungkapkan, satu hal yang berbahaya akan terjadi ketika Indonesia mengalami krisis pangan. Di sisi lain, ada kongkalikong kekuatan dimana yang mensupply pangan dari luar negeri itu menghentikan pasokannya.

“Kalau itu terjadi bangsa ini bisa mengalami kelaparan. Para tentara kita juga tidak akan bertahan. Itu persoalan serius,” ungkapnya.

Kuswiyanto menyebutkan, problem ketiga adalah persoalan energi. “Agak aneh memang, Indonesia yang memiliki banyak sumber energi tapi sampai sekarang hanya menjual barang mentah, dan belinya barang mateng. Kalu begitu jadi sampai kapanpun Indonesia tidak akan untung. Kita butuh political will,” urainya

Problem keempat, lanjut dia, adalah persoalan sumber daya manusia (SDM). Ia mencontohkan, para petani di Jawa Timur misalnya, prilakunya tetap sama dari jaman dulu hingga sekarang. Tidak ada perubahan, terutama segi alih teknologi.

“Nah, persoalan ini akhirnya memunculkan problem kemiskinan di tengah masyarakat kita,” tandasnya.(Arya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.