LAPMI PB HMI Menilai Penangkapan Robertus Robert Adalah Ancaman Demokrasi

0
119
Erman Adiakusumah dengan memakai Mud dan Gordon HMI
Oknews.co.id, Jakarta – Penangkapan Aktivis Robertus Robert pada 6 Maret 2017 setelah melakukan orasi di aksi kamisan yang dianggap melakukan ujaran kebencian mendapat banyak kecaman. Sekertaris Jendral LAPMI PB HMI, Erman Adiakusumah mengatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan ancaman demokrasi. “UU ITE yang di gunakan sebagai dalih penangkapan pak Robertus dan masyarakat lainnya ketika melakukan kritik di depan umum (medsos) padahal UU ITE bertentangan dengan UU nomor 9 tahun 1998 yang menjamin kebebasan berpendapat di depan umum” Ujar Erman (7/3/19). Mahasiswa Pascasarjana Sejarah UIN Jakarta ini mengatakan bahwa jika semua kritik dan hak berpendapat dianggap ujaran kebencian maka demokrasi telah usai dan pemerintah telah memberlakukan kembali rezim antikritik. “UU ITE ini sangat berbahaya jika digunakan sebagai dalih penangkapan terhadap kritik-kritik yang justru dianggap sebagai ujaran kebencian terhadap pemerintah maupun institusi lainnya” ujarnya.
Menurut Erman sudah banyak masyarakat yang terjerat oleh UU ITE karena pendapatnya dianggap ujaran kebencian, ia mencontohkan kasus 2009 yang menjerat Prita Mulyasari yang berpendapat tentang salah satu rumah sakit swasta di jakarta, Prita dijebloskan ke penjara karena dianggap melanggar UU ITE. “kita belajar dari kasus mbak Prita, ini kan dia berpendapat, malah justru di penjara karena dianggap melanggar UU ITE, saya pikir UU ini harus dikaji ulang sehingga hak berpendapat atau kritik tidak lagi dianggap ujaran kebencian” tutupnya (DKI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.