LEMI Berbasis Data, Perubah Arah Gerak Himpunan di Masa Depan

0
267

Opini oleh : Falens Ramadhani (Mahasiswa Magister Universitas Trisakti)

 

Oknews.co.id, Jakarta – Sekitar tahun 1990-2000 an kita mengenal sistem informasi teknologi dengan maraknya penggunaan komputer di Indonesia hingga pelosok negeri. Namun sekarang tak salah satu orang terkaya di dunia berkata: “ selamat tinggal teknologi informasi, selamat datang teknologi data” (Jack Ma CEO Alibaba.com).

Lembaga khususnya LEMI (Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam) harus jeli melihat peluang dan tantangan ke depan. Sebagai aktivis akademis dan professional tidak akan mampu mengolah isu, gagasan dan permasalahan jika kader belum siap berkembang dan mengaktualisasikan sistem informasi yang berkembang pesat dewasa ini.

Menurut penulis, Lembaga ekonomi Mahasiswa Islam kedepan harus siap minimal dalam 3 (tiga) aspek, diantaranya:
Pertama, Pengkaderan, Mengaktifkan Latihan khusus agar calon sarjana ekonomi (ekonom) bisa berkontribusi dalam himpunan baik pemikiran dan gagasan sebagai insan akademis. Wadah yang mengaktualisasikan sebagai lembaga kajian harus mampu mencetak kader-kader ekonom yang berjiwa aktivis.

Kedua, kajian strategis, Kader LEMI ke depan harus mampu melaksanakan tupoksinya sebagai Agen of Change dan Agen of Control serta Moral Force melalui kajian keilmuan berbasis data. Kader-kader yang jurusan keuangan, akuntansi, sector publik, ekonomi pembangunan manajeen kedepan harus siap berkontribusi dan bersaing demi menelaah dan menafsirkan data sebagai penguat teori dan kebijakan terutama di sektor publik dan investasi, baik itu skala daerah maupun nasional.
Selain kajian aktivis zaman “now” harus mampu mengontrol kebijakan publik berbasiskan data. Misalnya kebijakan daerah dan nasional yang mempengaruhi masyarakat. Sebagai penyambung lidah, sangatlah elegan jika aktivis profesi mampu menjawab persoalan daerah seperti investasi dll.

Ketiga, Penguatan Data Base. Kekuatan Data Base merupakan kunci sukses sebuah lembaga atau organisasi. Tak salah jika sebagian ekonom dewasa ini beranggapan bahwa setiap permasalahan organisasi ataupun partai politik yang kuat data base mampu memetakan potensi arah geraknya. Misalnya akhir-akhir ini banyak perusahaan di luar sana, memiliki data base sarjana potensial, database stakeholder seperti calon pemegang saham potensial, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, LEMI sebagai wadah instan akademis dalam mengubah arah gerakan harus siap mampu dan bersaing dengan OKP dan organisasi lain dalam menunjukkan harus bisa membuka program kekuatan wirausaha muda dan berani berinovasi dalam gerakan 1 juta wirausaha Muda Indonesia. Semoga Direktur ke depan bisa melihat ini, aamiin (DKI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.