Mahasiswa UM Mengadakan Latihan Kesenian Hadrah Al-Banjari dengan Santri di Desa Sukosari

0
28

Oknews.co.id, Malang – Dalam melestarikan budaya lokal, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang berinisiatif mengadakan latihan hadrah al-banjari. Kegiatan latihan al-banjari merupakan salah satu program kerja pendukung dari divisi keagamaan KKN UM Desa Sukosari, yang beranggotakan Fatus sebagai kordinator divisi, dan 3 anggota lainnya yaitu Inayah, Sinta, dan Nabilah.

Dalam menjalankan kegiatan ini mahasiswa KKN UM bekerja sama dengan salah satu tim hadrah al-banjari yang ada di desa Sukosari, yakni tim al-banjari dari pondok pesantren “Al-Amin”. Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kekompakan tim Al-Banjari dan juga menjalin silaturrahim mahasiswa UM dengan para santri pondok pesantren “Al-Amin”.

Seni terbang Al-Banjari adalah sebuah kesenian khas islami yang berasal dari Kalimantan. Iramanya yang menghentak, rancak dan variatif. Hadrah Al-Banjari merupakan jenis musik rebana yang mempunyai keterkaitan sejarah pada masa penyebaran agama islam oleh sunan kalijaga. Alat rebananya sendiri berasal dari daerah Timur Tengah dan dipakai untuk acara kesenian.

Kegiatan latihan Al-Banjari berjalan dengan lancar, hikmat, dan santai. Antara mahasiswa dengan santri ponpes “Al-Amin” saling berkolaborasi dalam memainkan alat musik rebana, dan juga saling sharing variasi-variasi pukulan, sehingga banyak ilmu baru yang didapat dalam memainkan alat rebana.

(dok:red)

“Mas-mas Mahasiswa lumayan baik dalam memainkan alat rebana, kami banyak belajar variasi baru dalam memainkannya. Kami berharap lain waktu bisa ada kesempatan lagi belajar bersama” ujar Robby (Salah satu anggota al-banjari Ponpes Al-Amin)

Fatus selaku kordinator Divisi Keagamaan mengucapkan “Kami ucapkan banyak terima kasih keapada teman-teman tim hadrah al-banjari pondok pesantren Al-Amin atas kerja samanya, teman-teman tim banjari ini sudah lumayan bagus dalam memainkan alat rebana, vokalisnya juga suaranya merdu. Hanya saja perlu variasi-variasi yang lebih menarik, sehingga lebihb asik dan spektakuler. Selain itu, tim ini perlu unjuk gigi dengan mengikuti lomba-lomba banjari, agar lebih dikenal oleh masyarakat luas”

Di akhir kegiatan, diadakan tukar pikiran bersama, sambil menikmati jajanan seadanya. Dan diakhiri dengan foto bersama. (DKI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.