Makna Idul Fitri Kaum Milenial

0
41

Oknews.co.id

Pernahkah kita merasa sakit hati dengan seseorang, sampai bertahun-tahun susah untuk melupakan?

Sering juga kah kita merasa telah berbuat baik pada orang lain, namun dia tidak menghargai kebaikan kita?

Atau, pernah juga kita temui orang yang keukeuh, enggan bertemu kita, lantaran kita pernah berbuat sedikit kesalahan, lalu dia berat menerima permaafan kita. Sehingga ia memutuskan silaturrahim?

Ya, Semua itu sikap manusiawi.
Meminta maaf memang lebih mudah. Yang berat adalah memaafkan. Terlebih pada orang yang kita merasa telah berbuat baik padanya, namun ia tidak mengindahkan kebaikan kita. Sebaliknya ia justru memutuskan hubungan kekerabatan dengan kita. Sebagai manusia, pasti kita merasakan sakit hati yang teramat.

Namun, jika kita mau menyadari bahwa kita juga manusia yang tidak luput dari dosa dan salah, maka akan memudahkan kita untuk menjadi pribadi pemaaf.

Sahabat Nabi sebaik Abu Bakar Ash-Shiddiq pun, pernah bersumpah tidak akan memaafkan kesalahan Misthah bin Utsatsah karena telah menuduh putrinya, Aisyah berbuat zina. Namun, al-Qur’an segera menegurnya. Sebagaimana tertera dalam surat an-Nur: 22.

Dalam menyikapi orang yang pernah berbuat jahat atau menyakiti kita, setidaknya ada 5 sikap yang dilakukan:

1. Membalas apa yang dilakukan orang lain dengan perbuatan yang lebih buruk. Biasanya dilandasi dendam kesumat, tanpa pikir panjang orang akan melakukan kejahatan yang lebih kejam. Jika hal ini dilakukan, tentu kita telah melakukan kezhaliman.

2. Membalas sepadan dengan kejahatan yang dilakukan orang lain padanya. Ini adalah sebuah keadilan. Hal ini diperbolehkan. Dalam Islam, dikenal istilah Qishash. Yaitu membalas sesuatu setimpal dengan kejahatan yang dilakukan orang lain pada kita. (Asy-Syura: 40)

3. Tak kuasa membalas, lalu menyerahkan sepenuhnya balasan pada Allah, tapi masih tersimpan rasa ingin agar Allah memberikan balasan.

4. Memaafkan, menghapus dari ingatan (melupakan) dan berlapang dada atas kesalahan tersebut.

5. Bukan hanya memaafkan, ia malah membalas dengan berbuat baik pada orang yang bersangkutan. (Fushshilat: 34).

Diri kita yang lebih tahu, kategori mana sebenarnya kita berada. Namun, hadits di bawah ini kiranya bisa jadi pengingat:

,قال رسول الله صلعم : ثلاث من كن فيه حاسبه الله حسابا يسيرا وأدخله الجنة برحمته.
-تعطى من حرمك
-تصل من قطعك
-تعفو عمن ظلمك

Rasulullah SAW bersabda:
Tiga hal yang jika hal ini terdapat pada diri seseorang, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang sangat ringan dan memasukkan ke dalam surga dengan rahmat-Nya. Siapakah mereka?

-Orang yang memberi pada orang yang pelit padanya;
-Orang yang menyambung silaturrahim pada orang yang memutuskannya;
-Orang yang memaafkan pada siapa yang berbuat zhalim padanya.

Tiga hal ini memang ringan dituliskan dan diucapkan, namun sangaat berat dilakukan. Sesuatu yang berat kita lakukan ini yang akan meringankan hisab kita di akhirat kelak.

Dengan momentum Idul Fitri, saat yang tepat untuk melakukan tiga hal ini: BERMAAFAN, SILATURRAHIM DAN BERBAGI.

Dalam rangka ini OKNEWS CO.ID menyampaikan maaf dan selamat berHARI RAYA IDUL FITRI 1440 H

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.