Manfaatkan Waktu Luang, UMM Latih Ibu-ibu Buat Hantaran Pengantin

0
63

Oknews.co.id, Malang – Praktikum II Jurusan Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammaddiyah Malang, yang dibimbing oleh Dr. Oman Sukmana, M.Si. memberikan pelatihan “keterampilan hantaran pengantin” pada 16 september 2019.

Ibu-ibu di jalan Untung Sudiro no 29 RT 04 / RW 03 Cemoro Kandang merupakan salah satu sasaran dari komunitas Kampung Sinau untuk diberdayakan. Para ibu tergabung kedalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.

Guna meminimalisir angka penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) kami anggota praktikan mengadakan pelatihan yang salah satunya termasuk kedalam 26 jenis PMKS yaitu Wanita Rawan Sosial Ekonomi. Adalah seorang wanita dewasa berusia 19-59 tahun belum menikah atau janda tidak mempunyai penghasilan cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Hasil pelatihan pembuatan hantaran pengantin (dok:red)

Elsa Umairoh, selaku penanggung jawab kegiatan tersebut mengatakan, “pelatihan keterampilan hantaran pengantin bertujuan untuk memanfaatkan waktu luang dan menambah perekonomian keluarga” Ujarnya.

Kegiatan tersebut bukan hanya sekedar pelatihan, namun juga praktek proses pembuatan. Para praktikan kesejahteran sosial menghadirkan Imam Saifudin sebagai tutor yang merupakan owner Immuj Craft.

Dalam acara tersebut Metode yang dipilih untuk melaksanakan kegiatan adalah sebagai berikut: 1) ceramah dan tanya jawab digunakan untuk hantaran pengantin, 2) metode praktek digunakan pada saat tutor memperagakan proses pembuatan hantaran pengantin, kemudian peserta diminta melaksanakan praktik membuat hantaran pengantin dengan bimbingan tutor.

Tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan membuat hantaran pengantin pada ibu rumah tangga yang tergabung dalam PKK. Sehingga kedepannya mampu meningkatkan produktifitas ibu-ibu dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga.

Alat dan bahan yang digunakan cukup mudah dijangkau dan tidak perlu membeli atau pesan hantaran lagi karena mampu membuat sendiri bahkan bisa dijual belikan. Ada berbagai macam bentuk mulai kucing, ayam, kupu-kupu dan bunga.

Kegiatan yang telah dilaksanakan ini dapat dikatakan berjalan dengan lancar dan cukup berhasil. Hal ini terlihat antara lain para peserta pelatihan merasa bertambah pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan hantaran pengantin.

Disamping itu pelatihan ini juga mendapat respon yang positif dari seluruh peserta. Hal ini tampak dari keseriusan dan kesungguhan serta keaktifan peserta pada saat mengikuti kegiatan pelatihan. (DKI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.