Maraknya Tindakan Cyberbullying, Mahasiswa UM Lakukan Penelitian Mengenai Motif Cyberbullying pada Remaja

0
165
Focus Group Discussion di SMA Negeri 1 Kepanjen

Oknews.co.id – 

Pengguna internet di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Menurut data penetrasi pengguna internet usia 13-18 tahun dimana dikategorikan remaja merupakan pengguna internet urutan teratas. Remaja menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan temannya. Berbagai media sosial diantaranya facebook, instagram, twitter, youtube, whatsapp digunakan oleh remaja untuk bertukar informasi baik berupa pesan teks, foto, dan video.

Media sosial memiliki dampak positif dan negatif tergantung dari bagaimana penggunaannya. Penggunaan media sosial secara bijak memberikan dampak positif karena dapat mempermudah menghubungi orang yang sedang jauh. Namun pengguna internet secara tidak bijak dan tidak sesuai fungsinya memberikan dampak negatif salah satunya yaitu tindakan cyberbullying.

Menurut Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, tindakan cyberbullying di tahun 2018 mengalami peningkatan cukup signifikan di kalangan para siswa seiring dengan penggunan internet dan media sosial di kalangan anak-anak. Bentuk-bentuk cyberbullying yang dilakukan para remaja yaitu mengirim pesan penuh amarah, mempermalukan korban dengan mengposting aib, mencemarkan nama baik dengan mengumbar keburukan, membuat berita hoax, dll. Kasus cyberbullying memiliki dampak yang fatal bagi korbannya. Dampak cyberbullying dapat menyerang psikis, mulai dari perasaan malu, tertekan, depresi bahkan berujung bunuh diri.

Kondisi tersebut membuat Nadya Yaniar Nafis bersama Nur Mega Aris dan Devi Eriska Sari tertarik untuk mengkaji motif-motif cyberbullying pada remaja. Tahun ini, proposal penelitian mereka yang berjudul “Motif-Motif Cyberbullying Remaja (Mixed Study Tentang
Pola Komunikasi Sosial Media Remaja Malang Raya)” lolos didanai Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang penelitian. Ketiga mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang tersebut melakukan penelitian dibimbing langsung oleh Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd

Penyebaran Instrumen Angket di SMA Negeri 1 Batu

Penelitian tersebut dilakukan dengan pengambilan sampel tiga SMA di Malang Raya yaitu SMAN 8 Malang mewakili area Kota Malang, SMA Negeri 1 Batu mewakili area Kota Batu, dan SMA Negeri 1 Kepanjen mewakili Kabupaten Malang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dengan teknik instrument kuesioner atau angket dan data kualitatif dengan teknik instrument berupa FGD (Focus Grup Discussion).

Penelitian ini menghasilkan buku tentang Motif-motif Cyberbullying yang dapat dijadikan pustaka untuk pembaca. Buku ini memberikan informasi terkait cyberbullying secara umum. Selain itu juga menghasilkan model intervensi prevensi dan kurasi cyberbullying berupa RPLBK (Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal) yang terdiri dari prevensi dan kurasi. RPLBK tersebut diserahkan kepada konselor sekolah sebagai pedoman untuk memberikan layanan kepada siswa untuk mencegah dan menanggulangi cyberbullying.

Penulis : Devi Eriska Sari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.