Masjid TPI Nurul Huda Malang Tetap Selenggarakan Sholat Jumat dalam Lockdown Kota Malang

0
403

Oknews.co.id-Malang, Dari kota Malang, Masjid TPI Nurul Huda tetap melaksanakan Sholat Jumat dalam kondisi serbuan penyakit Convid-19 yang dikenal Corona, masjid yang terletak di Jl. Mayjen Panjaitan gang 15 no 5 Kelurahan Penanggungan Kota Malang ini kukuh tetap melaksanakan ibadah sebagaimana biasanya, hal ini dijelaskan KH. Nugraha Hadi Kusuma sebagai Wakil Ketua Umum Yayasan TPI Nurul Huda bahwa ini sesuai qaidah-qaidah dalam Islam,

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rosululloh ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ.

Sesungguhnya apabila Alloh ta’ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Alloh menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang memakmurkan masjid.

Hadits riwayat Ibnu Asakir (juz 17 hlm 11) dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232).

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rosululloh ﷺ bersabda:

إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ

Apabila Alloh menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Alloh melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka.

Riwayat Ibnu Adi (juz 3 hlm 233); al-Dailami (al-Ghumari, al-Mudawi juz 1 hlm 292 [220]); Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbihan (juz 1 hlm 159); dan al-Daraquthni dalam al-Afrad (Tafsir Ibn Katsir juz 2 hlm 341).

Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: “Aku mendengar Rosululloh ﷺ bersabda:

يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: ” إِنِّي لَأَهُمُّ بِأَهْلِ الْأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوتِي والْمُتَحَابِّينَ فِيَّ والْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ صَرَفْتُ عَنْهُمْ ”

Alloh عز وجل berfirman: “Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan kebingungan (kehawatiran) kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang meramaikan rumah-rumah-Ku, yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sahur, maka Aku jauhkan apa yang dihawatirkan itu dari mereka.

Riwayat al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman [2946].

Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, Rosululloh ﷺ bersabda:

“إِذَا عَاهَةٌ مِنَ السَّمَاءِ أُنْزِلَتْ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ”

Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang meramaikan (memakmurkan) masjid.

Riwayat al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman [2947]; dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232). Al-Baihaqi berkata: “Beberapa jalur dari Anas bin Malik dalam arti yang sama, apabila digabung, maka memberikan kekuatan (untuk diamalkan)”.

Al-Imam al-Sya’bi, ulama salaf dari generasi tabi’in, رحمه الله تعالى berkata:

“كَانُوا إِذَا فَرَغُوا مِنْ شَيْءٍ أَتَوُا الْمَسَاجِدَ ”

Mereka (para sahabat) apabila ketakutan tentang sesuatu, maka mendatangi masjid.

Al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman (juz 3 hlm 84 [2951]).

Beberapa riwayat di atas mengantarkan pada kesimpulan, bahwa dalam situasi wabah dan virus yang mengancam masyarakat ini, umat Islam dianjurkan semakin rajin ke masjid. Bukan meninggalkan masjid. Kecuali bagi orang yang terkena penyakit menular. Maka tidak boleh ke masjid.

Nugraha menambahkan,

Andaikan karena kita rajin Sholat Berjama’ah di Masjid kemudian karena taqdir Alloh (بِقَدَرِ اللّٰهِ) kita terinfeksi tanpa kita ketahui. Hingga kita wafat di Masjid di saat Sholat atau sa’at iktikaf. Maka inilah Kematian yang Husnul Khotimah. Dan Dihukumi Syahid Sugro. Karena in Syaa Alloh seseorang itu Akan Dimatikan Alloh sesuai dengan Amalan Istiqomahnya. Kematian seperti ini banyak orang menginginkannya.

Seperti sa’at Wafatnya seorang Qori’ Hafidz Qur’an di rumah Gub. Jatim Khofifah Indar Parawansa dulu. Dimana dia Wafat sa’at Baca Qur’an QS. Al Mulk : 2
Alloh swt berfirman:

اَلَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَا لْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ ۙ

Dia (Alloh) yang menciptakan mati dan dan hidup untuk menguji kalian, siapa diantara kalian yang paling bagus amalannya…., Dialah yana Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.

MANTAPKAN KEIMANAN DAN KEYAQINAN, bahwa :

👉 1 – sesungguhnya Kematian adalah “QODLO (ketetapan)” Alloh “yang tidak bisa dihindari” oleh apapun dan siapapun.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (QS. 7 : 34)

👉 2 – Kematian tidak akan terjadi tanpa ada idzin dari Alloh :

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan idzin Alloh, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. 3 : 145)

👉 3 – “Jangan minta” dan “jangan menolak” kematian.
Bila mengalami penderitaan (fisik), sehingga tidak tertahankan deritanya maka mohonlah yang terbaik menurut Alloh.

افي حديث أَنَسٍ -رضي الله عنه- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ، فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ مُتَمَنِّيًا فَلْيَقُلْ: اللهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي . (رواه السبعة إلا أبا داود).

Janganlah salah seorang diantara kalian menginginkan kematian disebabkan penderitaan yang menimpanya. Namun bilamana penderitaan sudah tidak tertahankan, maka berdoalah : “Ya Alloh biarkanlan aku hidup manakala kehidupan itu menjadi kebaikan bagiku…., dan wafatkanlah (matikanlah) aku bilamana kematian itu menjadi kebaikan bagiku.”

Wakil Ketua LPCR PW Muhammadiyah Jawa Timur ini mendoakan,
Semoga Alloh memberi ketenangan …. ketabahan …. kesabaran …. serta jalan keluar (solusi) untuk mengatasi berbagai problem yang dialami oleh ummat ini.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَارَبَّ اْلعَالَمِيْنَ .
اَللَّهُمَّ إِنَّا دَعَوْنَاكَ كَمَا أَمَرْتَنَا فَاسْتَجِبْ لَنَا كَمَا وَعَدْتَنَا .
اَللَّهُمَّ أَذْهِبْ عَنَّا الْأَكْدَارَ وَالْكُرُوبَ وَالْهُمُومَ وَالْأًحْزَانَ وَضَيْقَ الْعَيْشِ وَالْغُمُومَ وَادْفَعْ عَنَّا الْقَحْطَ وَالْوَبَاءَ وَالْجَدْبَ وَالْبَلَاءَ وَاكْشِفْ عَنَّا الضُّرَّ وَاللَّأْوَاءَ .
Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin

(Azka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.