Memahami Misteri Ad Dunya

0
163
Penulis Bersama Bu Khusnul Penggerak Perempuan Pujon Kidul

Oleh : Uzlifah

Allah telah menjadikan dunia ini untuk tempat kehidupan didunia. Yang dinamakan dunia itu sebagaimana kalimat di Al Quran ADDUNYA, ialah segala keadaan dapat yang terlihat ini. Bumi yang ditempati oleh manusia dan segala apa yang ada di dalamnya, bulan sebagai satelit bumi, matahari, planit-planit dan segala yang ada di dalamnya, bintang berekor atau komet, bintang-bintang tetap dan lain-lainnya yang terlihat semua ini adalah alam dunia kita.

Firman Allah di dalam Al Quran:

Artinya: Allah telah menciptakan bentuk langit-langit dan bumi, dan apabila Allah itu menentukan sesuatu perkara, maka sesungguhnya Allah bersabda, adalah, maka sesuatu itu tentu ada. (Surat Al Baqarah ayat 117).

Di dalam Al Quran banyak kalimat yang menyebutkan dengan kata SAMAWATI WAL ARDHI,  yang artinya, LANGIT-LANGIT DAN BUMI. Bumi yang di huni manusia dan langit-langit yang terlihat di atas ini. Kalau dahulu kala nenek moyang bangsa indonesia pada zaman animisme, melihat bumi dan langit ini, digambarkan bumi sebagai garis datar, sedangkan langit di gambarkan sebagai garis lengkung pada garis datar tersebut, sehingga mewujudkan gambar setengah lingkaran

Kepercayaan mereka dahulu kala, bumi itu wanita, sedangkan langit laki-laki. Apabila hujan turun, itu adalah perkawinan antara bumi dan langit. Adanya hujan dapat menyuburkan tanah dan mereka bisa bercocok tanam, sehingga dapat menghidupi mereka, oleh karena itu mereka menyembah pada langit dan bumi, yang menurut kepercayaan mereka dapat menghidupi mereka. Yang disembah ialah gambar setengah lingkaran tersebut, dan lama kelamaan gambar tersebut berbentuk sesembahan LIGA DAN JUNI, yang sampai sekarang masih terdapat di gedung musiun jakarta.

Namun Allah berfirman seperti ayat tersebut di atas, bahwa Allahlah yang menciptakan langit dan bumi itu untuk kehidupan di dunia. Seribu empat ratus tahun yang lalu Al Quran telah mengajarkan kepada manusia, sebelum manusia mengerti sesuatu, bahwa Allah lah yang menjadikan langit-langit dan bumi itu. Menurut pengetahuan ilmu falak, bahwa langit-langit itu tidak ada, setinggi kita ke atas bumi, hanya terdapat angkasa yang seperti kita lihat itu, bahkan telah menjadi kenyataan bahwa ruang angkasa telah dijelajahi oleh manusia sendiri, yang keadaan nya seperti bumi jua.

Allah berfirman di dalam Al Quran:

Artinya: Allah yang menjadikan tujuh langit, dan dari bumi keadaannya seperti langit-langit pula,segala perkara di antara langit-langit dan bumi itu berlaku ketentuan Allah agar supaya kamu mengetahui, bahwa Allah itu kuasa atas segala sesuatu dan sungguh ilmu Allah itu telah meliputi kepada segala sesuatu. (Surat Athtolaq ayat 12).

              Yang dimaksud dengan langit didalam Al Quran itu ialah keadaan diatas, kalau kita ini dibumi, maka langit nya ialah keadaan yang ada diatas bumi. Oleh karena bumi itu bulat, maka langit nya mengelilingi bumi,ialah atmosfer bumi atau orbit bumi. Bumi kita ini dikelilingi oleh lapisan hawa yang mempunyai daya tarik yang sangat kuat dari bumi untuk melindungi segala perbendaharaan bumi. Segala sesuatu yang berada dilingkungan bumi, debu-debu, yang berhamburan diangkasa, angin-angin yang bertiup kesegala arah membawa brang sekecil-kecil nya, air hujan dari atas, burung-burung yang terbang tinggi-tinggi, kapal-kapal udara terbang seberapa saja tingginya, kesemuanya itu tidak dapat keluar dari lingkungan hawa bumi. Kalau ingin keluar dari lingkungan hawa bumi, maka harus dapat melawan kekuatan hawa bumi itu. Seperti kapal ruang angkasa yang menuju kebulan, ketika akan keluar dari orbit bumi dan masuk ke orbit bulan, kapal ruang angkasa itu harus menambah kekuatan dan kecepatanya sehingga dapat melawan daya penarik bumi dan dapat masuk keorbit bulan, demikian pula kembalinya dari bulan ke bumi, harus melawan kekuatan hawa bulan dan masuk ke orbit bumi. Kiranya sudah jelas apa yang dimaksud kan langit pada firman diatas.

Pada firman Allah di atas itu juga di sebutkan tujuh langit. Kini kita dapat memahami, bahwa menurut penyelidikan ahli-ahli ilmu falak, memang diatas bumi kita ini ada planit-planit lagi yang mengedari matahari sebagai bumi pula, ialah planit mars, planit jupiter, planit saturnus, planit uranus, planit neptunus dan planit pluto. Maka langit yang pertama ialah bumi, langit yang kedua ialah planit mars, langit yang ketiga ialah atmosfir jupiter, langit yang ke empat ialah atmosfir saturnus, langit yang kelima ialah atmosfir uranus, langit yang ke enam ialah atmosfir neptunus, langit yang ke tujuh ialah atmosfir pluto. Selain dapat difahami seperti tersebut diatas, maka langit-langit itu dimaksudkan pula planit-planit itu sendiri, sebagaimana di dalam ayat tersebut juga disinggung- singgung oleh Allah bahwa keadaan planit-planit itu juga seperti di bumi kita ini. Selain yang tersebut diatas, masih ada lagi planit-planit kecil yang banyak jumlahnya dinamakan Asteroiden yang beredar di antara falak mars dan juputer.

Para ahli ilmu kosmografi banyak yang ingin tau keadaan di planit-planit itu, kalau dapat ingin sampai disana untuk melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana keindahan alam yang ada di planit-planit itu. Yang sudah dapat didatangi oleh manusia pada masa sekarang ini ialah bulan. Bulan adalah bintang pengikut bumi atau dinamakan satelit bumi. Jarak bulan dengan bumi kurang lebih 400.000km.,maka bulan adalah salah satu benda langit yang paking dekat dengan bumi, dan bersama-sama dengan bumi mengedari matahari. Bulan itu berputar pada porosnya (rotasi) menuju kebalikan arah jarum jam dan mengedari bumi juga menuju ke arah kebalikan arah jarum jam. Bulan pada porosnya yang mengelilingi matahari selama kurang lebih 29hari. Lain halnya dengan bumi , ialah berputar pada porosnya(rotasi) selama satu hari satu malam (24 jam) menuju kearah kebalikan jarum jam maka bumi juga mengedari matahari menuju ke arah kebalikan jarum jam selama satu tahun atau 356 hari. Bulan itu tidak bersinar, akan tetapi hanya bercahaya, seperti firman Allah yang tersebut di dalam Al Quran:

Artinya: allah menjadikan matahari yang mempunyai sinar dan menjadikan bulan bercahaya dan menentukan pada tempatnya (perdarannya) masing-masing untuk kamu sekalian ketahui bilangan-bilangan tahun yang tepat diperhitungkan. Tidaklah Allah menjadikan hal yang demikian itu kecuali dengan benar. Tanda-tanda itu menjadi pedoman bagi kaum yang sama mengerti. ( surat yunus ayat 5)

Demikianlh firman Allah memberitahukan kepada manusia, bahwa Allah menjadikan matahari yang menyinari, sedangkan bulan hanya bercahaya saja, karena cahaya bulan itu mendapat sinar dari matahari. Allah telah menentukan tempat peredaran matahari dan bulan agar supata manusia dapat mempergunakannya untuk perhitungan tahun. Titah Allah yang demikan itu benar dan tidak akan selisih, maka segala tanda-tanda Allah itu akan menjadi pedoman bagi orang-orang yang dapat mengerti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.