Membaca Lawan Bicara, Memudahkan Kita Bersikap

0
78

Oleh: Haraka

Jika Anda ingin memahami seseorang, Anda harus memahami kebenaran dari ucapan yang dilontarkan oleh orang tersebut. Kita dapat mengetahui seseorang berbohong atau tidak dengan alat pendeteksi kebohongan (lie detector) yang mampu membaca ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan nada suara yang menghasilkan analisis laporan untuk mendeteksi kebohongan. Tapi, tahukah Anda bahwa kita bisa mendeteksi kebohongan melalui bahasa tubuh?

Langkah Pertama : Baselining

Yang paling mendasar adalah, bagaimana seseorang bertingkah laku dalam keadaan tidak disadari (spontanitas) dan tidak dalam keadaan terancam. Begitulah seseorang benar-benar terlihat ketika mereka membicarakan sesuatu. Bila Anda ingin lebih baik dalam membaca emosi seseorang atau ketika mereka berbohong, Anda perlu untuk menemukan situasi dasar (baseline) seperti yang dipaparkan sebelumnya, atau melihat bagaimana mereka terlihat, suara, tingkah laku, dan sikap ketika mereka mengatakan yang sebenarnya. Untuk melakukan ini, Anda bisa membahas topik yang bersifat ringan dan netral. Mulailah dengan pertanyaan-pertanyaan umum yang tidak memiliki alasan untuk berbohong seperti cuaca, nama mereka atau rencana mereka untuk akhir pekan. Kemudian perhatikan bagaimana tingkah laku mereka, apakah mereka berbicara sambil memegang salah satu bagian tubuh mereka, bagaimana suara mereka, dan seberapa sering mereka gelisah.

Langkah Kedua: Hotspot Area

Langkah kedua terjadi ketika Anda tiba-tiba melihat perubahan dari yang sebelumnya. Ini disebut hotspot area. Anda dapat melihat secara tiba-tiba orang yang berbohong tersebut berkeringat karena gugup, kaki bergoyang, dan bertingkah beda dari sebelumnya. Mengapa dasar ini sangat penting? Setiap kali seseorang menyimpang dari pernyataan dasar mereka, itu merupakan “pertanda” bahwa ada kebohongan yang ditutupi. Dua hal yang paling mudah dikenali adalah, ketika seseorang berbohong dan mengatakan “ya” tapi tanpa disadari, menggelengkan kepala mereka, lalu satu sisi bahu mengangkat. Dr. Paul Ekman menemukan bahwa orang memiliki kecenderungan untuk sedikit mengangkat bahu mereka ketika mereka berbohong. Mereka mengangkat bahu karena mereka sendiri tidak percaya dengan apa yang mereka katakan.

Langkah Ketiga: Cluster

Jika Anda melihat salah satu perbedaan dasar dari langkah pertama dan kedua tidak cukup, selanjutnya adalah memperhatikan ketika ada tiga pertanda menyimpang dalam satu respon. Inilah yang dinamakan cluster. Hal yang bisa dilakukan adalah menanyakan hal yang sama berkali-kali hingga kita mendapat kesimpulan orang tersebut berbohong atau tidak.

Menariknya, kebanyakan body language tidak dilakukan secara sengaja atau dengan kata lain muncul karena gerakan alam bawah sadar. Itu mengapa justru pesan dari body language dianggap lebih jujur dibanding ucapan verbal. Karena memang cenderung lebih sulit dimanipulasi dan karenanya bisa membantumu untuk mengenali lawan bicara dengan lebih baik.

Tentu saja setelah membaca artikel ini bukan akhirnya membuatmu ahli membaca body language. Tapi disini akan kami bagikan tentang beberapa body language yang sering dilakukan orang kebanyakan. Jadi dengan begitu bisa membuat Kamu lebih mudah memahami lawan bicara. Simak baik-baik di bawah ini ya!

1. Melipat Tangan di Dada

Kalau Kamu melihat lawan bicara mu melakukan ini, bisa dipahami bahwa sikapnya cenderung defensif atau menolak apa yang dibicarakan. Ia sebenarnya tidak setuju dengan itu tapi mungkin sungkan untuk menyatakannya, atau memang ia sendiri masih sedikit bimbang dengan perasaannya.

2. Menggosok Bagian Leher, Telapak Tangan atau Muka

Sedangkan untuk gerak tubuh ini bisa jadi sinyal kalau lawan bicaramu sedang merasa gugup atau kurang percaya diri. Jadi untuk Kamu yang ingin terlihat lebih percaya diri, tahan diri untuk tak melakukan body language ini.

3. Menggigit Kuku

Gerakan tubuh ini juga bisa berarti orang itu sedang gugup, cemas, tapi cenderung lebih tegang dan stres. Biasanya terjadi karena ia merasa tidak aman atau nyaman dengan sesuatu.

4. Menghindari Pandangan Mata

Sebenarnya ini normal, tapi jika Kamu melihat lawan bicara lebih banyak menghindari tatapan mata, maka peluangnya dia sedang berbohong kepadamu. Karena mereka akan cenderung kurang percaya diri untuk melakukan kontak mata terus menerus.

5. Tangan di Pipi

Orang yang melakukan gerakan ini memberikan sinyal kalau ia sedang menyimak apalagi jika Kamu lihat alisnya berkerut. Tandanya ia sedang benar-benar tertarik dengan apa yang sedang Kamu sampaikan dan sekaligus sedang memikirkan atau mempertimbangkannya.

6. Tangan Di Belakang Kepala

Gerakan ini bisa jadi tanda kalau lawan bicaramu sedang merasa sangat rileks, percaya diri dan cenderung merasa superior (lebih baik atau lebih berkuasa). Terutama kalau gerakan ini dilakukan sambil duduk.

7. Tangan di Kedua Pinggang

Kalau Kamu melihat lawan bicaramu meletakkan kedua tangannya di pinggang sambil berdiri, maka itu bisa jadi sinyal karakter yang agresif. Tapi terkadang itu juga bisa jadi tanda seseorang sudah benar-benar siap untuk melakukan sesuatu.

8. Mengetuk Jari

Terkadang kita melihat lawan bicara mengetukkan jarinya di atas meja. Itu bisa berarti kalau ia sedang tidak sabar menunggu sesuatu ataupun mungkin ingin supaya percakapan itu segera selesai.

Jadi Kamu sudah tahu beberapa arti gerakan tubuh sekarang. Memang bisa saja orang memanipulasi gerakan ini untuk menipu, tapi kecenderungannya body language dilakukan secara refleks. Sehingga bisa Kamu pakai untuk mengetahui bagaimana respon mereka sebenarnya, sehingga dari situ Kamu bisa memutuskan sikap atau ucapan yang lebih cocok. Semoga bermanfaat!

Editor: Baba Barry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.